23 April 2026 17:48

Kalina dan Vicky Prasetyo Bercerai, Ini 9 tips Menilai Pasangan Sebelum Memutuskan Menikah

0
9 tips menilai pasangan sebelum memutuskan menikah/ Canva

9 tips menilai pasangan sebelum memutuskan untuk menikah supaya hubungan tetap langgeng/ Canva

OPINIJATENG.COM- Biduk rumah tangga Kalina Octaranny dengan Vicky Prasetyo kandas setelah menjalani pernikahan sejak tahun 2021.

Rekam jejak Vicky Prasetyo yang berulang kali menikah membuat pernikahannya dengan Kalina Octranny diragukan banyak pihak.

Ketika Kalina mulai mengungkapkan bahwa pernikahannya tidak baik-baik saja dan mengaku telah bercerai dari Vicky Prasetyo dalam kanal YouTube Melaney Ricardho, Rabu 12 Januari 2022 seperti dilansir oleh OPINIJATENG.COM.

BACA JUGA :Ini Pesan Ustadz Adi Hidayat untuk Ibu Hamil supaya Tidak Menyesal

“Gue udaah cerai,gitu,” kata Kalina menjawab pertanyaan Melaney.

Menurut Kalina ada pembelajaran dalam mengambil keputusan dan memilih pasangan dalam pernikahannya. Seharusnya sebelum memutuskan menikah dengan Vicky Prasetyo dia mempertimbangkannya terlebih dahulu.

Nah, berdasarkan pengalaman Kalina, artikel ini akan mengulas 9 tips bagaimana kita memutuskan untuk menikahi pasangan atau tidak supaya tidak salah langkah dan berakhir perceraian, seperti dilansir YouTube Satu Persen, 26 Oktober 2019 oleh OPINIJATENG.COM.

Sebelum memutuskan menikah ada baiknya kita mempertimbangkan 9 hal ini,yakni:

1. Kesamaan dalam beribadah

Kesamaan dalam beribadah berhubungan dengan komitmen dalam menjalankan ibadah bersama.

Jika memiliki agama yang sama tentu lebih mudah untuk menyatukan, tetapi lain kata jika ada perbedaan.

Lebih baik sebelum memutuskan menikah, masalah perbedaan dalam menjalankan ibadah dibahas.

BACA JUGA:10 Ciri Istri Pembawa Rezeki untuk Suami, Kamu Harus Tahu

2. Latar belakang keluarganya

Mengenal lata belakang keluarga perlu dilakukan supaya tidak salah langkah.

Latar belakang keluarga mempemgaruhi cara pandang seseorang dalam menjalankan pernikahnya dan mendidik anaknya.

Tidak ada salahnya mengikuti filosofi Jawa yang mengenal istilah bibit, bobot, dan bebet dalam memilih pasangan.

3. Komitmen

Menikah merupakan komitmen dengan pasangan dalam jangka panjang. Banyak hal yang harus dilalui selama menjalankannya.

Jika yakin bahwa pasangan dapat saling menjaga komitmen selama pernikahan maka semua masalah yang dihadapi lebih mudah dijalani.

BACA JUGA :Hindari Memperoleh Harta dengan Cara Batil

Misalnya, selama menjalani pernikahan belum memiliki keturunan. Apabila tidak memiliki komitmen kuat tentu akan mudah untuk mengakhiri pernikahan.

4. Siap tidak menerima kekurangan pasangan

Pasangan bukanlah orang yang selalu sempurna dan sesuai harapan. Mendeteksi kekurangan pasangan sebelum menikah itu penting.

Jika kita melihat mampu beradaptasi dengan pasangan ke depannya maka tidak masalah.

Berbeda apabila tidak dapat menerima dan mentolerir kekurangan pasangan. Mengatakan keberatan akan kekurangan yang tidak dapat ditolerir itu lebih baik.

Bahkan ada orang yang memutuskan tidak jadi menikah daripada kekurangan pasangan menjadi batu sandungan selama menjalani biduk rumah tangga.

5. Hubungan masa lalu

Pasangan yang seringkali mengalami putus saat memiliki hubungan serius berdampak pada pernikahan.

Mudahnya mengakhiri hubungan di masa lalu dapat menunjukan rendahnya kemampuan untuk mempertahankan pernikahan sehingga mudah memutuskan untuk bercerai.

BACA JUGA:Ayam Goreng ala Chef Devina Hermawan, Cuma Pakai 5 Bahan dan tanpa Ungkep

6. Pandangan mengenai finansial dan hutang

Pembagian peran dan tanggung jawab pengelolan uang penting dibicarakan saat memutuskan untuk menikah.

Perkara uang adalah hal sensitif bahkan dalam perkawinan. Jadi mengetahui bagaimana pandangan pasangan mengenai pengelolaan keuangan sebelum menikah itu penting juga.

Begitu juga pandangan tentang hutang. Sebelum memutuskan menikah, sangat wajar jika kita menanyakan apakah pasangan memiliki hutang atau tidaak.

Jangan sampai saat sudah menikah ternyata kita harus menanggung hutang yang dimiliki pasangan di masa lalu.

Ada pasangan yang berpisah karena tidak dapat menerima suami atau istrinya mudah memutuskan untuk berhutang dan boros mengelola keuangan.

7. Manajemen emosi dan komunikasi

Bagaimana pasangan kita mengelola stres dan berkomunikasi perlu kita ketahui sebelum menikah.

Apakah pasangan kita termasuk orang yang dapat menguasai emosinya atau tidak termasuk cara mengkomunikasikannya

Jangan sampai kita menyesal saat menikah ternyata pasangan kita termasuk yang temperamental dan mudah melakukan kekerasan fisik.

Lalu kita terpaksa bertahan dalam pernikahan karena anak atau hal lainnya.

8. Tempat tinggal

Dimana kita akan tinggal setelah menikah harusnya sudah dibicarakan sebelum pernikahan.

Bukan berarti kita harus sudah memiliki rumah pribadi, tetapi kejelasan tempat tinggal itu penting.

Kita harus pikirkan jika memiliki rumah sendiri apa saja yang harus dipersiapkan. Atau kita tinggal bersama mertua.

Tinggal bersama orang lain atau mertua juga perlu mempersiapkan diri.

Hidup bersama orang lain di luar pasangan tentu perlu penyesuaian. Walaupun mertua adalah orang tua kita juga, tetapi kehadirannya dapat mempengaruhi pernikahan kita.

9. Pekerjaan dan karir

Komitmen dalam kejelasan melanjutkan karir pasangan perlu pula dibicarakan. Seperti bagaimana cara bekerja kita.

Kadangkala pasangan kita mempunyai profesi yang pekerjaannya memerlukan waktu yang cukup lama dan menyita waktu.

Atau mengharuskan berpisah tempat tinggal.

Bagi wanita pernikahan kadang menghambat karirnya. Setelah menikah seringkali berhenti bekerja untuk mengasuh anak-anak dan mengelola rumah tangga.

Nah, itulah 9 tips yang perlu dipertimbangkan untuk memutuskan memilih pasangan hidup.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version