SMP Isriati Semarang Borong Piala Olimpade Internasional
Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq
Oleh Ahmad Rofiq[1]
Syukur alhamdulillah, sebagai Ketua II Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman Semarang yang membidangi Pendidikan, merasa bangga dan besar hati, karena di tengah masih “mengancamnya” varian baru omicron Covid-19, siswa-siswi SMP Isriati Semarang memborong Piala Olimpiade Internasional.
Tim pertama, terdiri Ananda: 1). Denny Febrian Amirul Zaki; 2). Mochammad Danish Haziq Amry; 3). Adrian Vega Wicaksono; 4). Aldila Eka Deswita Hudalifah; 5). Danastri Aysha Maulida. Guru pembimbing Noviar Ardinastiti, M.Pd. Tim inilah yang menyabet Piala Emas (Golden Medal) dalam event Internasional Olimpiade ASEAN Innovative Scianece Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) 2022. Gagasan cerdas yang diusung adalah “Hydrometerelogical Disaster Mitigation Educational Game”.

Sebagai ilustrasi, berikut abstrak yang disajikan dalam mengawali artikel/paper mereka. “Indonesia selain kaya akan sumber daya alamnya, memiliki potensi yang tinggi dilanda bencana. Keberadaan Indonesia di zona bencana menyebabkan Indonesia mendapat predikat sebagai salah satu negara yang rawan mengalami bencana. Bencana Hidrometeorologi merupakan suatu bencana alam yang disebabkan oleh rusaknya sistem dalam siklus hidrologi (air) yang berkaitan dengan atmosfer (meteorologi) sehingga mempengaruhi kestabilan kondisi iklim dan cadangan air di permukaan bumi”.
BACA JUGA :Baznas akan Luncurkan 1.000 Gerobak Ayam ZChicken
Mereka sudah mengkritisi teman seangkatan mereka. “Pada umumnya sebagian peserta didik SMP belum memahami betul mengenai kebencanaan, sehingga salah satu upaya mitigasi non-structure adalah dengan sosialisasi antar teman yang dapat dilakukan melalui media yang menarik. Tujuan penelitian ini adalah membuat dan menguji efektifitas aplikasi game edukasi mitigasi bencana hidrometeorologi yang memenuhi syarat dalam edukasi mengurangi risiko terjadinya bencana hidrometeorologi. Pembuatan game menggunakan metode System Development Life Cycle dengan model Waterfall. Edugame mitigasi bencana hidrometeorologi berbasis android dan berbasis windows. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental pre and post-test with control group design. Sampel penelitian ini sebanyak 64 peserta didik kelas 8 di SMP Hj. Isriati. Subjek dikelompokkan menjadi dua yaitu 32 peserta didik kelompok eksperimen dan 32 peserta didik kelompok kontrol. Teknik analisis data menggunakan t-test, Independent t-test dan N-Gain.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok eksperimen mendapatkan nilai rata-rata post-test sebesar 79,91 lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol 71,31. Uji N-Gain kelas eksperimen meningkat sebesar 32% dengan kriteria “sedang” sedangkan, kelas kontrol hanya meningkat sebesar 8%. Kesimpulannya, bahwa game edukasi cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan mitigasi bencana peserta didik sebagai upaya mengurangi resiko terjadinya bencana hidrometeorologi.
Untuk ukuran SMP, penelitian tersebut di atas sungguh berkelas. Maka tidak heran, jika para juri menetapkan tim tersebut menjadi Juara dan menyabet Piala Medali Emas. Yang patut diapresiasi dan dibanggakan adalah pemahaman dan kesadaran mereka tentang pentingnya mitigasi risiko bencana yang memang sering terjadi. Solusi yang ditawarkan pun dengan model permainan yang menyenangkan.
Adapun tim kedua, terdiri dari: 1). Fatin Bedaruddin Widi Yulian; 2). Rajaswa Pramudya Fauzan Karim; 3). Muhammad Wildan Alfarras; 4). Khalishah Azka Anandhita; 5). Yoshvyolla Azharyah Meysun Anandiva; dan Advisor: Ema Nur Wijayanti, S.Pd. Judul artikel yang diusung adalah “The Effectiveness of Cooking Oil Purification Using the Media of Banana Peel, Banana Petiole, Cucumber, Rice, Aloe Vera and Egg shell”.
Sungguh ide kreatif dan innovative. Dalam abstrak yang berbahasa Inggris, diterjemahkan secara bebas sebagai berikut. “Minyak goreng adalah minyak yang berasal dari tumbuhan dan hewan yang dibuat secara sintetis dengan cara dimurnikan kemudian digunakan untuk menggoreng makanan. Minyak sisa yang digunakan lebih dari dua kali sering disebut minyak jelantah. Minyak jelantah memiliki tampilan warna yang kurang menarik yaitu lebih kecoklatan bahkan menghitam, memiliki aroma yang kurang sedap dan rasa yang tidak enak dibandingkan dengan minyak goreng biasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas penjernihan minyak jelantah dengan media bahan alam yaitu kulit pisang kepok, tangkai pisang, nasi timun, lidah buaya, dan cangkang telur. Penelitian ini menggunakan metode laboratorium observasional. Parameter organoleptik meliputi warna, kejernihan, dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan proses pemurnian, warna, kejernihan, dan aroma minyak jelantah dapat berubah menjadi lebih jernih dan aromanya tidak tengik. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa media mentimun dan lidah buaya merupakan media yang paling efektif untuk menjernihkan minyak jelantah. Bahan-bahan alami tersebut telah terbukti dapat meningkatkan kinerja minyak jelantah yang dibuktikan dengan warna yang lebih jernih dan aroma yang tidak tengik”.
BACA JUGA :PCNU Dukung Percepatan Vaksin
Ada yang lebih menarik, bahwa ternyata kedua tim advant andalan tersebut, baru pertama kali mengikuti event Olimpiade Internasional tersebut. Bahwa dari artikel mereka, masih perlu penelitian lanjutan, tentu merupakan suatu keniscayaan. Tim kedua ini yang menggondol Piala Medali Perak (Silver Medal). Para pembaca tentu dapat ikut merasakan betapa bombong dan Bahagia para orang tua anak-anak bertalenta tersebut, even internasional, satu sekolah dapat memborong medali Emas dan Perak sekaligus, dengan dua tim yang berbeda.
Selamat dan sukses pada anak-anakku yang bertalenta juara dan keren, selamat juga Kepala Sekolah Pak Eka Putranto Hadi, M.Pd., Guru-guru Pembimbing dan semua sivitas akademika SMP Isriati. Anda sangat layak mendapat penghargaan dari Yayasan, Pak Walikota, dan para pemerhati prestasi anak-anak SMP. Bravo SMP Hj. Isriati Baiturrahman Semarang. Ini baru awal yang menggembirakan, karena itu teruslah mengukir prestasi internasional, jadilah anak-anak millennial yang berhati masjid dan berakhlakul karimah. Allah ‘Azza wa Jalla, akan membuka lapangan kemudahan dan kehidupan yang berkah buat kalian. Allah a’lam.
[1] Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA. Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah, Guru Besar FSH dan Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, Anggota DPS BPRS Bina Finansia, Ketua DPS RSI- Sultan Agung Semarang, Ketua Bidang Pendidikan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Ketua II YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Semarang, Koordinator Wilayah Indonesia Tengah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pusat, dan Anggota Dewan Penasehat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Pusat.