By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Rekaman Menag Dipelintir, Ajak Umat Budayakan Tabayun
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Jateng

Rekaman Menag Dipelintir, Ajak Umat Budayakan Tabayun

Dwi Widiyastuti
Last updated: 26 Februari 2022 20:02 20:02
By Dwi Widiyastuti
2 Min Read
Share
Kepala Kanwil Kementerian Agama Prov Jateng Musta’in Ahmad didampingi Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Imam Taufiq, Wakil Rektor M Mukhsin Jamil dan Kepala Biro AAKK Syaifuddin Zuhri menyampaikan keterangan pers usai menghadiri Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru di Ruang Theater Rektorat UIN Walisongo, Jumat (25/2).
SHARE

OPINIJATENG.COM – Rekaman Menag Dipelintir, Ajak Umat Budayakan Tabayun. Umat hendaknya tabayun dan lebih kritis.

Kanwil Kementerian Agama Prov Jateng Musta’in Ahmad mengatakan, ada pihak yang dengan sengaja memelintir video Menteri Agama RI Gus Yaqut Cholil Qoumas terkait Surat Edaran (SE) tentang Pengaturan Pengeras Suara di Masjid dan Mushala

“Budaya tabayun, check and recheck, konfirmasi dan memeriksa informasi merupakan keharusan yang diperintahkan agama dalam Al-Qur’an. Tabayun mengharuskan untuk tidak tergesa gesa menyimpulkan sesuatu apalagi hanya bersumber dari potongan video bahkan berita yang dipelintir untuk membuat kegaduhan,’’ tegas Musta’in.

Dia mengatakan hal itu dalam keterangan pers usai menghadiri Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru di Ruang Theater Rektorat UIN Walisongo, Kampus 3 Jalan Prof Hamka, Ngalian, Semarang, Jumat (25/2).

Saat menyampaikan keterangan pers, Kakanwil didampingi  Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Imam Taufiq, Wakil Rektor I M Mukhsin Jamil dan Kepala Biro AAKK Syaifuddin Zuhri.

BACA JUGA : Taj Yasin: Isra Miraj Sebagai Inspirasi Sains dan Perintah Shalat 5 Waktu

Musta’in mengaku sudah menyebarkan video utuh penyataan Menteri Agama tentang SE Pengaturan Pengeras Suara di Masjid dan Mushala kepada Kepala Kantor Kemenag se-Jateng. ‘’Kalau kita pahami secara utuh dan hati bersih pernyataan Menteri Agama RI Gus Yaqut Cholil Qoumas terkait SE tentang Pengaturan pengeras suara di Masjid dan Mushala, pasti kita akan segera paham bahwa pengaturan ini lebih bertujuan untuk menjaga kemuliaan syiar di satu sisi dan di sisi lain agar ketentramam kenyamanan dan keharmonisan hidup bersama terus dapat terjaga dengan baik,’’ tegasnya.

Dia menegaskan, tidak ada satupun kalimat Menteri Agama yang membandingkan suara adzan dengan anjing menggonggong.  ‘’Saya ingin tegaskan,  tidak ada satupun kalimat Menteri Agama yang membandingkan suara adzan dengan anjing menggonggong. Beliau bicara tentang suara-suara bising yang bisa menganggu bila tidak diatur,’’ tegasnya.

Musta’in tidak mau berspekulasi menuduh siapa yang sengaja melintir dan menggunggah video Gus Men dengan narasi yang dipotong-potong. ‘’Dalam kehidupan ini pengaturan atau pengelolaan itu sangat penting, bahkan ada nasehat kebaikan yang tidak dikelola dengan baik, bisa dikalahkan oleh kejahatan yang terkelola dengan baik,’’ katanya.***

You Might Also Like

Kompetisi Film Pendek Islami Berhadiah Rp 1 Miliar
Ganjar Hibahkan 281 Miliar, Untuk Pengajar Agama di Jateng
Pameran Produk UMKM NU, Hendi Sarankan Berbasis Digital
Kobaran Api Tangki Kilang Pertamina Cilacap Berhasil Dipadamkan
Baznas RI dan Jateng Peduli Banjir Kudus dan Pati, Salurkan Bantuan ke …
TAGGED:budaya tabayundipelintirRekaman menag
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article SE Menag tentang Pedoman Penggunaan, Pengeras Suara Regulasi Penting
Next Article Fatah Syukur Lantik Badko LPQ Kabupaten Banjarnegara, Pengurus Badko ujung Tombak di Lapangan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi pemuda dan tokoh acara memegang bola sepak di atas panggung dengan pertunjukan seni tradisional dan lampu warna-warni.
Bukan Sekadar Panggung Hiburan, Anak Muda Butuh Ruang untuk Mengubah Ide Menjadi Peluang
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari jaran kepang mengenakan kostum tradisional merah dan emas sambil menari dengan properti kuda kepang di panggung festival.
Festival Budaya Jangan Cuma Ramai Pengunjung, Seniman dan UMKM Juga Harus Diuntungkan
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari tradisional mengenakan hiasan kepala berwarna emas dan membawa selendang kuning dalam pertunjukan budaya.
Budaya Lokal Bukan Sekadar Tradisi, Ini Peluang Besar bagi Ekonomi Kreatif dan Generasi Muda
Culture Jateng
Ilustrasi parade Cap Go Meh dengan peserta berbaju merah mengarak hiasan ritual di bawah deretan lampion merah.
Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival Lampion, Ada Jejak Akulturasi Budaya yang Hidup di Indonesia
Culture Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?