Lily Jo, Mantan Atlet yang Merambah Dunia Human Capital, Seni, dan Literasi

Husnayani H.B
OPINIJATENG.COM – Lily Jo atau Lijo nama panggilan Lily Johan. Ia menekuni olahraga basket sejak SMP. Lijo pernah menjadi atlet Provinsi Jawa Barat dan atlet Nasional juga.
Lily Jo, perempuan yang awalnya bercita-cita ingin jadi arsitek, harus legowo karena kondisi. Situasi itu mengharuskan menjalani kuliah di jurusan akuntansi selama setahun.
Lily Jo, memulai kuliah lagi di bidang programing, supaya langsung dapat bekerja. Uang kuliah diperoleh dari hasil main basket.
Semangat belajarnya tidak pernah padam. Ia belajar lagi untuk menjadi sarjana di bidang manajemen. Saat itu anaknya berusia 2 tahun.
BACA JUGA :Mengenal Marital Rape, Haramkah?
Dengan alasan tuntutan pekerjaan juga, Ia melanjutkan lagi pendidikan magisternya di Sekolah Manajemen yang sama di Jakarta.
Kegiatan hariannya mengasuh anak-anak yang masih kecil, yang selalu ikut menemani ibundanya kuliah di akhir pekan. Atlet, kerja, dan kuliah itu dunianya.
Lily mempunyai pengalaman kerja yang dapat diperhitungkan. Banyak malang melintang di berbagai perusahaan besar. Bagian yang pernah ia rambah mulai dari administrasi di perusahaan tekstil, kasir di salah satu apotek di Bandung, dan keuangan di salah satu perusahaan di Cikarang.
Tidak hanya itu, selama 5 tahun, ia mencicipi berbagai divisi di salah satu bank swasta nasional di Jakarta. Di bank ini, Lijo memulai karier sebagai teller hingga mencapai posisi sub branch manager.
Tahun 2001, Lijo fokus di dunia Human Capital di bank tersebut. Bagi Lijo, asal kita mau belajar, bidang pekerjaan apapun dapat dijalani, dan beliau membuktikannya.
BACA JUGA :Beriman pada Hari Akhir Penting, Mati itu pasti
“Wajar kalau semua atasan mempercayainya karena kinerjanya,” katanya lagi
Berbagai sertifikasi terkait pengembangan karier sudah digenggamnya. Beliau berprinsip wajib membagikan ilmu kepada orang lain. Sering melakukan coaching terkait SDM atas nama institusi maupun pribadi kepada yang membutuhkan, melalui buku dan podcast.
Ia menyediakan konsultasi gratis, dengan syarat peserta tersebut harus melakukan charity untuk orang yang membutuhkan sebagai ganti bayaran jasanya. Konsep yang sangat bagus, supaya ilmu dapat mengalir sehingga bermanfaat bagi banyak orang.
Kegiatan menulis buku di mulai tahun 2017, karena ada permintaan seseorang yang akan dihadiahkan kepada atasannya. Selama pandemi tertarik untuk belajar mengikuti berbagai kelas.
Hal yang mudah untuk seorang pembelajar karena dalam waktu singkat pada tahun 2020, ia berhasil menjadi kontributor artikel Human Capital di salah satu situs Konsultan HC. Sudah menerbitkan buku berjudul “Competencies 4.0 Panduan Simpel dan Praktis Mengembangkan Kompetensi SDM”.
Tahun 2021 mengikuti beberapa kelas di Indscript Creative. Ia memulainya dengan mengikuti kelas desain Canva ABCD. Hingga saat ini, ia sudah berhasil menjadi kontributor di Canva. Pada tahun yang sama juga mengikuti kelas penulisan E-Book.
Wanita yang masih senang berolahraga, dan travelling ini, ikut kelas bersama sama rekan-rekan penulis cerita fiksi online. Mereka telah menerbitkan kumpulan fiksimini berjudul “Sanubari yang Mencinta”.
“Tak ada satu ilmu pun yang lebih penting dari ilmu lainnya. Kecerdasan punya seribu muka,” dikutip dari Andrea Hirata. Lily menjadikan motto itu menginspirasi semangatnya.
Untuk yang ingin mengenal Lijo lebih jauh dapat dilihat di akun Instagram @j5joe ; Facebook Lily Johan atau email jo_lily5@yahoo.com
Ditulis oleh Husnayani H.B penulis di Bestie @belajar_belajarnulisceritafiksi. Jika ingin belajar menulis fiksi dan bergabung kelas Bestie bisa menghubungi bit.ly/Sariagustia***
