15 Juni 2026 18:17

Ittihad Jateng Pendidikan Kader Dai Angkatan XVI dan XVII Tingkat Wustho

0
Ittihad Jateng

Penutupan dan pengukuhan peserta Pendidikan Kader Dai Angkatan ke-16 dan ke-17 oleh ketua DPP Ittihad Dr KH Manarul Hidayat MA

OPINIJATENG.COM – Pembekalan dari para kyai dan masyayikh merupakan ciri khas kegiatan Rihlah yang diselenggarakan oleh Ittihad Jawa Tengah yang sarat dengan nilai penghormatan (ta’zhim) kepada Kyai dan pembelajaran (ta’lim).

Ketua DPP Ittihad Dr KH Manarul Hidayat MA yang juga pengasuh pesantren Al-Manar Azhari menjelaskan, Sowan Masyakhih pada rangkaian Penutupan Pendidikan Kader Dai (PKD) Angkatan XVI dan XVII tingkat Wustho diselenggarakan Ittihadul Muballighin wal Muballighot Jateng dilaksanakan 3- 5 Juni 2022..

Pelaksanaannya di tiga pesantren yaitu pesantren Al-Manar Azhari Depok, pesantren Alhamidiyah Depok, dan pesantren Darus Salam Brebes.

BACA JUGA:Mencegah Sakit Mata yang Menular

“Acara Sowan Masyayikh selain diikuti oleh pengurus DPW Ittihad Jateng, juga diikuti oleh 40 peserta Pendidikan Kader Dai yang terdiri dari lintas profesi, mulai dari dokter, dosen, pengusaha, karyawan, dan mahasiswa,” jelasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang, Kabupaten Brebes KH Syeh Sholeh Muhammad Basalamah pada acara Sowan Masyayikh berpesan kepada kader-kader Dai agar selalu memperhatikan tiga hal.

“Tiga hal itu adalah niat yang baik (niyatun shalihah), motivasi yang tinggi (himmatun Aliyah), dan ikhlas,” jelasnya.

BACA JUGA: Harga Bawang Merah Melonjak, Bikin Gerah Para Emak

Pada kegiatan Sowan Masyayikh yang menjadi rangkaian penutupan Pendidikan Kader Dai Ittihad Jateng Angkatan XVI dan XVII tingkat Wustho, tiga hal itu wajib dilakukan agar dakwah yang diemban para kader Dai mendapatkan keberkahan dan kesuksesan.

Sementara itu Ketua DPP Ittihad Dr KH Manarul Hidayat MA yang juga pengasuh pesantren Al-Manar Azhari menjelaskan, kegiatan ini diselenggarakan untuk menyiapkan kader-kader Dai yang mampu menjalankan tugas dakwah secara profesional dengan berwawasan pada Ahlussunnah wal jamaah.

“Yang dimaksud profesional lebih mengacu pada kerja yang didasarkan pada pengetahuan (knowledge), keahlian (skill), dan pengalaman (experience). Ukuran profesional ada pada kemampuan bekerja (workability),” katanya.

Pembekalan dari para kyai dan masyayikh ini merupakan ciri khas kegiatan Rihlah yang diselenggarakan oleh Ittihad Jawa Tengah yang sarat dengan nilai penghormatan (ta’zhim) kepada Kyai dan pembelajaran (ta’lim).

Prof Dr KH Oman Fathurrahman M Hum yang juga Pengasuh Pesantren Alhamidiyah memberikan taushiyah kepada para kader Dai agar meneladani nilai-nilai dakwah yang pernah disampaikan oleh almarhum KH Ahmad Syaichu salah satu pendiri Ittihadul Muballighin.

BACA JUGA:Indonesia Darurat Kecelakaan Lalu Lintas, Pemerintah Diminta Cari Solusi yang Tepat

“Nilai-nilai dakwah beliau itu komunikatif. Artinya aktivitas dakwah selalu diupayakan bersentuhan langsung dengan masyarakat dan berhadapan dengan berbagai realitas persoalan kehidupan umat. Maka dakwah harus dilakukan secara terencana, memiliki konsep yang jelas, terukur, terorganisasi dan bahkan dapat dievaluasi,” tegasnya.

Kegiatan dakwah, lanjut mantan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, itu sudah menjadi keharusan yang sangat dibutuhkan umat dan tidak boleh ditunda-tunda untuk menghadapi tantangan dan krisis multi dimensional.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *