By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Mencegah Sakit Mata yang Menular
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Gagasan

Mencegah Sakit Mata yang Menular

Dwi Widiyastuti
Last updated: 3 Juni 2022 21:05 21:05
By Dwi Widiyastuti
3 Min Read
Share
Ilustrasi Mencegah Sakit Mata yang Menular
SHARE

OPINIJATENG.COM – Akhir-akhir ini, sakit mata banyak menyerang anak hingga orang dewasa di Kabupaten Blitar.

Kondisi ini sudah berlangsung selama lebih dari dua minggu. Penyakit mata membuat orang khawatir takut ketularan.

Lembaga Pendidikan Al-Hikmah Bence yang merupakan salah satu sekolah terintegrasi mengeluarkan imbauan kepada wali murid untuk mengobati dan istirahat apabila terlihat anaknya mulai terkena penyakit mata.

Berdasarkan data yang kami peroleh, dalam satu kelas ada empat siswa yang terkena sakit mata. Tujuh siswa yang terkena penyakit mata berada di kelompok bermaian A. Hal ini diungkapkan oleh Ustadzah Santi sebagai wali kelas di salah satu kelas kelompok bermain A.

“Mas Arka, Mas Ilzam, Mas Ken, dan Mbak Qonita yang sakit mata.Kelas Ustadzah Pur ada Mbak Azza, Mbak Naouva, Mas Niki dan Mas Umar juga sakit mata” kata Ustadzah Santi

Jumlah ini terbilang banyak karena menyerang tidak hanya kelompok bermain, tapi juga sampai dengan siswa di jenjang SMA. Bahkan beberapa kasus sakit mata menyerang satu keluarga siswa.

“Ananda hari izin karena sakit mata disertai demam, Ustdzah”, isi pesan singkat dari salah satu wali murid di kelompok bermain B.

Selain demam, gejala yang dirasakan adalah pusing, badan terasa pegal. Tentunya hal ini tidak seperti sakit mata biasa yang hanya dengan gejala merah dan berair. Ustadzah Santi pun menambahkan, setelah diberi izin, umumnya siswa akan mengalami sakit mata 4 hari sampai 1 minggu.

Sampai berita ini ditulis, masih ada beberapa siswa dan Ustadzah yang izin karena sakit mata.

Adapun, sakit mata dapat menular kepada orang terdekat dengan penderita. Ada beberapa pencegahan yang bisa dilakukan, sebagai berikut:

  • Mencuci tangan dengan air dan sabun minimal 20 detik, terutama setelah melakukan kontak dengan penderita.
  • Hindari menyentuh wajah terutama hidung, mata, dan mulut.
  • Membersihkan cairan yang keluar dengan tisu bersih, kemudian buang tisu ke tempat sampah dengan segera.
  • Mencuci handuk, sprei, selimut, sarung bantal dan guling dengan deterjen secara rutin.
  • Hindari menggunakan obat tetes mata, kacamata, handuk, dan kosmetik secara bergantian dengan orang lain.
  • Bagi anak-anak minimalisir bermain di luar rumah saat cuaca panas dan berdebu.
  • Makan makanan bergizi, terutama yang banyak mengandung Vitamin A

Jika sakit mata tidak kunjung sembuh atau bahkan mengalami gejala yang semakin parah, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Ditulis oleh Fevi Greacia, ibu rumah tangga, penulis dan peserta Kelas Artikel Reportase Bestie_belajar nulis cerita fiksi. Jika ingin belajar menulis fiksi dan bergabung kelas Bestie bisa menghubungi bit.ly/Sariagustia.***

You Might Also Like

Kelas Sosial dalam Zakat
Kenali Dirimu dengan Tes Kepribadian MBTI
Problematika ODOL, Djoko Setijowarno: Sumbang Kecelakaan Terbanyak, Nasib Sopir Truk di Ujung Tanduk – 2
Hemat Berbelanja dengan Food Preparation, Mau Tahu Caranya?
Rangkaian Peristiwa Bulan Februari 2021:Banjir, Gempa dan Fenomena Langit
TAGGED:MencegahMenularSakit Mata
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Harga Bawang Merah Melonjak, Bikin Gerah Para Emak
Next Article Ittihad Jateng Pendidikan Kader Dai Angkatan XVI dan XVII Tingkat Wustho
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi pemuda dan tokoh acara memegang bola sepak di atas panggung dengan pertunjukan seni tradisional dan lampu warna-warni.
Bukan Sekadar Panggung Hiburan, Anak Muda Butuh Ruang untuk Mengubah Ide Menjadi Peluang
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari jaran kepang mengenakan kostum tradisional merah dan emas sambil menari dengan properti kuda kepang di panggung festival.
Festival Budaya Jangan Cuma Ramai Pengunjung, Seniman dan UMKM Juga Harus Diuntungkan
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari tradisional mengenakan hiasan kepala berwarna emas dan membawa selendang kuning dalam pertunjukan budaya.
Budaya Lokal Bukan Sekadar Tradisi, Ini Peluang Besar bagi Ekonomi Kreatif dan Generasi Muda
Culture Jateng
Ilustrasi parade Cap Go Meh dengan peserta berbaju merah mengarak hiasan ritual di bawah deretan lampion merah.
Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival Lampion, Ada Jejak Akulturasi Budaya yang Hidup di Indonesia
Culture Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?