Cara Berkomunikasi dengan Senior, Prof Tri Joko Raharjo: Sentuhlah Dia Tepat di Hatinya

Mu'arifuddin SPd MPd memberikan penyuluhan pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Pascasarjana Unnes dengan tema Peningkatan Kemampuan Komunikasi Organisasi pada Dawis Matahari Patemon Gunungpati, Semarang, Senin 13 Juni 2022
OPINIJATENG.COM – Ada beberapa cara berkomunikasi atau menyampaikan pesan atau pendapat kepada senior, orang yang lebih tua, kakak, saudara yang lebih tua, atau bahkan orang tua kandung sendiri.
“Sentuhlah dia tepat di hatinya. Ya, memang kayak judul lagu. Namun, untuk menyampaikan pesan atau mengemukakan pendapat yang berbeda dengan para senior atau orang yang lebih tua atau bahkan orang tua kita sendiri, memang harus seperti itu,” kata Prof Tri Joko Raharjo, Kaprodi S2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unnes.
Prof Tri menyampaikan hal itu saat memberikan penyuluhan pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Pascasarjana Unnes dengan tema Peningkatan Kemampuan Komunikasi Organisasi pada Dasa Wisma (Dawis) Matahari Patemon Gunungpati, Semarang, Senin 13 Juni 2022.
BACA JUGA:7 Tips agar Bertahan Lama dan Merasa Nyaman di Kantor
Peryataan Prof Tri itu menjawab pertanyaa Ketua Dawis Matahari, Ny Dwiyanti.
“Bagaimana cara yang baik untuk menyampaikan sesuatu pendapat kepada orang tua atau kepada orang yang lebih tua. Padahal pendapat itu berbeda atau bertolak belakang dari pendapat orang tua atau orang lebih tua?” kata Ny Dwiyanti.
Prof Tri Joko menambahkan, agar pesan yang disampaikan itu tidak ditolak oleh senior, atau jadi bahan pertimbangan orang yang lebih tua, kaum muda bisa lebih dahulu mengajak ngobrol santai.
“Bisa sambil minum teh atau kopi dan menemani nonton televisi di ruang keluarga. Barulah setelah terjadi obrolan yang santai dan nyambung, bisa masuk ke agenda utama. Yakni menyampaikan pesan atau saran yang diharapkan bisa didengar atau bahkan diterima oleh orang tua atau orang lebih tua,” ujar Prof Tri.
Prof Dr Tri Joko Raharjo MPd adalah ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Pascasarjana Unnes yang mengangkat tema Peningkatan Kemampuan Komunikasi Organisasi pada Dawis Matahari Patemon Gunungpati, Semarang, Senin 13 Juni 2022.
Tim pengabdian itu beranggotakan Ketua Program Studi S2, FE-Manajemen Unnes, Dr Arief Yulianto SE MM, dan dosen Unnes lainnya, yakni Dra Endah Wulansari SH dan Mu’arifuddin SPd MPd.
Anggota tim pengabdian, yakni Mu’arifuddin SPd MPd menambahkan, berkomunikasi yang baik agar pesan tersampai, bisa juga dilakukan seorang anak kepada orang tuanya.
“Misalnya, seorang anak minta tambahan uang saku kepada orang tuanya. Si anak bisa menekati orang tuanya yang sedang tiduran di depan televisi di ruang keluarga, ngobrol sesuatu yang disukai orang tuanya, barulah disampaikan pesan bahwa anak itu butuh tambahan uang saku,” jelasnya.
Selain komunikasi antarpersonal melalui aplikasi What’sApp (WA), Short Message Service (SMS), messanger, dan sejumlah aplikasi berkirim pesan di dunia maya, Mu’arifuddin juga menyampaikan pesan betapa pentingnya berkomunikasi secara face to face (pertemuan) yakni dalam suatu komunitas.
Misalnya di forum perkumpulan PKK, Dasa Wisma (Dawis) yang ada di setiap RT, RW, dan kelurahan hingga tingkat kecamatan.
BACA JUGA:Staf Ahli Menag: Jangan Jadikan Pernikahan sebagai Bahan Lelucon
“Saat ini memang lebih praktis menggunakan sarana media sosial sebagai wahana berkumpul dalam sebuah komunitas. Misalnya melalui grup WA dan grup-grup medsos yang lain.”
Namun, kata Mu’arifuddin, ada hal yang perlu diperhatikan saat berkomunikasi melalui grup-grup medsos.
“Sebab, tak jarang berkomunikasi via medsos itu bisa menimbulkan miskomunikasi, mispersepsi, sehingga menyebabkan kesalahpahaman. Nah, hal ini yang harus diwaspadai. Jangan sampai yang kita sampaikan sebenarnya sesuatu hal yang baik, namun justru dianggap tidak baik oleh orang lain,” katanya.***
