Ribuan Jamaah Shalat Idul Adha Padati MAJT Semarang, Wagub Taj Yasin Serahkan 39 Hewan Kurban
Ribuan jamaah shalat Idul Adha di MAJT Semarang Minggu 10 Juli 2022
OPINIJATENG.COM – Ribuan jamaah melaksanakan shalat Idul Adha di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jl Gajah Raya Semarang, Minggu, 10 Juli 2022.
Usai shalat Idul Adha, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen yang bertindak selaku khatib menyerahkan 39 hewan kurban.
Sementara dalam khotbahnya Wagub Taj Yasin menyatakan, umat Islam Indonesia terbukti dapat berjuang dan berkorban dengan semangat persaudaraan menghadapi pandemi Covid-19 yang hingga kini masih terjadi ditambah wabah PMK.
“Semuanya harus bersyukur kepada Allah SWT,” katanya di hadapan ribuan jamaah termasuk panitia dan Ketua PP MAJT Prof Dr H Noor Ahmad MA, Sekretaris PP MAJT H Muhyiddin, Ketua Panitia Idul Adha MAJT, Dr H Nur Khoirin YD, H Norhadi, H Ahyani, H Isdiyanto Isman, dan sejumlah panitia maupun pengurus MAJT.
BACA JUGA:3 Gubes Unnes Gelar FGD di SDN Bulustalan, Prof Dani: HP Dominasi Perhatian Remaja Dibanding Buku
Saat ke MAJT, Taj Yasin mengendarai Vespa PX. Dia berangkat dari Rumah Dinas Wagub sekitar pukul 06.00 WIB.
Usai shalat, Gus Yasin menyerahkan Hewan kurban yang diserahkan Gus Taj Yasin, selain dari dirinya juga dari sejumlah pihak. Jumlah hewan yang diserahkan sebanyak 39 ekor hewan, terdiri atas 11 ekor sapi dan 28 ekor kambing.
“Di Jawa Tengah, kami sudah mengedarkan kepada masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota, untuk mengawasi RPH (rumah pemotongan hewan), serta menertibkan bagaimana berlangsungnya penyembelihan hewan kurban. Kita dorong ke RPH, supaya tidak ada kerumunan serta menghindari penularan Covid-19 dan PMK,” kata Wagub.
Dia meminta seluruh Juru Sembelih Halal (Juleha) di Jawa Tengah untuk terjun ke masyarakat.
“Pemprov Jateng telah melatih para Juleha. Kami berharap para Juleha dapat mempraktikkan ilmunya saat ini.”
Kepada juru sembelih di kampung-kampung, dia juga mengimbau untuk melaporkan kesehatan hewan kurban, karena bukan hanya untuk disembelih, tetapi ini juga berkaitan dengan masyarakat yang mengonsumsi, sehingga harus halal dan higienis.
“Kalau ada hewan yang sakit hentikan dahulu atau diundur, karena penyembelihan bisa dilakukan hingga tiga hari ke depan,” tandasnya.
Ketua Panitia Idul Adha MAJT, Dr H Nur Khoirin YD menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya shalat Idul Adha di MAJT.
“Alhamdulillah pelaksanaan shalat Idul Adha berjamaah di MAJT berjalan lancar dan tertib. Sesuai dengan kapasitas Masjid Agung Jawa Tengah bisa menampung sekitar 20 ribu jemaah, dan tiga pintu akses masuk dibuka, sehingga lalu lintas pun tidak begitu macet,” ujar Ketua Panitia Idul Adha MAJT, Dr H Nur Khoirin MAg, usai shalat berjamaah.
Pada Idul Adha 1443 H penerimaan hewan kurban di MAJT sebanyak 11 sapi, 25 ekor kambing dan domba.
Pelaksanaan penyembelihan herwan kurban akan dilaksanakan pada hari pertama tasyrik, Senin 11 Juli 2022 mulai pukul 07.00 WIB.
Bagi para mudhahhy atau sahibul kurban bisa menyaksikan penyembelihan pada hari Senin.
“Panitia juga mengharapkan kehadiran para mudhahhy dan panitia maupun pengurus MAJT menyaksikan penyembelihan hewan kurban tersebut,” ujar Nur Khoirin.
Hewan kurban dari mudhahhy, untuk 11 hewan kurban sapi berasal dari Udinus, BPN, Walikota, SPHC, Baznas Pusat, Bank Jateng, MAJT, Wagub Jateng, Kapolda Jateng, Gubernur Jateng.
Untuk hewan kurban sapi dari Walikota Semarang, secara khusus diserahkan oleh Wakil Walikota Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu.
Sedangkan kurban kambing di antaranya berasal dari Ketua Umum MUI Jateng KH Ahmad Darodji, BTN Syariah, Dandim Salatiga, Hotel Santika, Korem Yogyakarta, PT Djarum, Bapenda Provinsi Jateng, BPR Kedung Arto, Alm Hendro Suroyo bin Sumowigoyo, Alm Etty Suicanti binti Sunarjo, PT Prima Mitra Laksana, H Harsono, Kamal, Yumna, dan Puji Anggoro, dan Ratna Binti Ibrahim.
Ketua PP MAJT, Prof Dr H Noor Ahmad MA menyampaikan terima kasih atas kepada para mudhahhy atas kepercayaan yang diberikan kepada MAJT.
Daging hewan kurban selanjutnya akan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima, baik di lingkungan sekitar MAJT, maupun di lingkungan masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya.***
