By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Lari 7,2 KM dan Ikut Flashmob Jaranan, Cara Atikoh Ganjar Rayakan HUT Jateng
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Jateng

Lari 7,2 KM dan Ikut Flashmob Jaranan, Cara Atikoh Ganjar Rayakan HUT Jateng

Dwi Widiyastuti
Last updated: 14 Agustus 2022 11:12 11:12
By Dwi Widiyastuti
4 Min Read
Share
SHARE

OPINIJATENG.COM – Siti Atikoh, istri Gubernur Ganjar Pranowo hanyut dalam liak-liuk dan enerjiknya gerakan penari kuda lumping di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Minggu 14 Agustus 2022. Atikoh turut serta pada flashmob yang diikuti ribuan penari jaranan.

Start pukul 05.30 WIB dari rumah jabatan gubernur jateng, Atikoh menyelesaikan rute lari paginya di Lapangan Pancasila, Simpanglima. Sekitar pukul 07.00, Atikoh bergabung dengan para penari kuda lumping yang sudah bersiap di momen Car Free Day itu.

Diiringi gamelan, Atikoh tampak sumringah mengikuti tiap gerak dari para penari. Tak tampak canggung, Atikoh menikmati momen flashmob yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah ke 72 itu.

BACA JUGA: FISIP Unwahas Bersih-bersih Pantai Sigandu

“Ini pertamakali saya ikut, waktu itu di Solo ikut tapi gak pakai kuda lumpingnya ternyata lumayan berat ya,” tutur Atikoh ditemui usai acara.

Ketua TP PKK Jawa Tengah itu merasa senang dan asyik bisa turut serta dalam kemeriahan HUT Jateng. Gerakan tari jaranan, kata Atikoh, sederhana tapi bermanfaat.

“Tadi kan gerakan gerakannya terlihat sederhana tapi kalau untuk lari bisa manfaat untuk strength, gerakan satu kaki, flexibility, stability atau keseimbangan. Itu luarbiasa sekali,” kata Atikoh.

Atikoh berharap di usia ke 72, masyarakat Jawa Tengah makin tumbuh kecintaannya pada budaya. Acara ini, selain untuk melestarikan juga mengenalkan pada anak muda salah satu warisan budaya di Jawa Tengah.

Di momen ini, Atikoh juga mengajak masyarakat terlibat aktif dalam menghadapi krisis yang terjadi. Pandemi yang berangsur-angsur melandai, kata Atikoh, jadi pengalaman untuk lebih baik lagi.

“Jawa Tengah bisa semakin mandiri, ke depan juga masyarakat bisa bergotong royong ikut (berpartisipasi) keluar dari krisis dan pandemi yang dua tahun ini membebani kita. Semua tentu harus bisa antisipasi karena kondisinya memang harus kita mau nggak mau dan suka tidak suka harus kerja keras dan tentu saja gotongroyong,” tandasnya.

Salah satu penari asal Wonosobo, Anin merasa senang bisa turut berpartisipasi dalam acara ini. Rasa haru, bangga dan grogi bercampur dalam benak Anin yang mempersiapkan diri dalam dua hari.

“Rasanya senang, bangga, grogi juga tadi. Ini pengalaman baru,” kata Anin.

Anin yang menari bersama Siti Atikoh juga grogi. Menurutnya, Atikoh tampak luwes mengikuti gerakan tarian. Anin juga senang karena masyarakat yang datang di CFD sangat antusias.

BACA JUGA: Rapsodia Nusantara Meriah, Ganjar: Kita Tunjukkan Pentingnya Persatuan Melalui Kolaborasi Ini

“Ibu tadi luarbiasa banget, bisa mengikuti. Terharu bangga karena masyarakat awam bisa ikut serta,” ujarnya.

Senada juga disampaikan Mirza dan Levi, penari asal Parakan, Temanggung. Usai acara keduanya juga jadi sasaran masyarakat untuk bisa berfoto bersama. Mirza senang bisa berpartisipasi dalam HUT Jateng ke 72.

“Senang banget, semangat. Bangga bisa ikut main di sini sama bareng-bareng semua rombongan kesenian dari berbagai daerah,” ujarnya.

Selain flashmob jaranan, acara HUT Jateng juga dimeriahkan dengan gamelan serta tari kuda lumping kolosal. Sebanyak 1059 seniman desa berpartisipasi dalam acara itu.

Selain itu juga ditampilkan sejumlah tarian nusantara. Mulai dari Papua, Aceh hingga Sulawesi. Masyarakat pun hanyut dalam keseruan tari jaranan dan alunan musik gamelan yang memadati Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang.***

You Might Also Like

Dua Megaproyek Bendungan Abad 20 di Banjarnegara Jadi Film Dokumenter
KKN MMK Kelompok 34: Cegah Stunting Sejak Dini, Peran Ayah dan Ibu Sangat Penting
Libur Nataru, Ganjar Minta Objek Wisata Awasi Ketat, Ancam Tutup Tidak Patuh Prokes
Tantangan MUI Bersikap Proporsional
Pengabdian Masyarakat Unnes di Boyolali, Prof Sudarmin: Revitalisasi Edupark Camp Bell 2 Tawangsari
TAGGED:2 KmAtikohFlashmob JarananGanjarLari 7
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Rapsodia Nusantara Meriah, Ganjar: Kita Tunjukkan Pentingnya Persatuan Melalui Kolaborasi Ini
Next Article Meriahnya Gamelan Kolosal, Ribuan Orang Njaran Bareng Seniman Desa di Simpang Lima
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ibu mendampingi anak bermain balok kayu warna-warni di rumah sebagai aktivitas belajar yang menyenangkan.
Anak Sering Dimarahi Saat Berbuat Salah? 5 Cara Positive Parenting yang Bisa Dicoba Orang Tua di Rumah
Jateng Pendidikan
Ayah dan ibu berdiskusi tentang pola asuh anak di ruang keluarga sementara anak bermain balok.
Ayah Bilang Tidak, Ibu Bilang Boleh! Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Bikin Anak Bingung
Jateng Pendidikan
Ibu berhijab mendampingi anak laki-laki belajar menggunakan tablet di rumah dengan ilustrasi keamanan digital.
Anak Sulit Lepas dari HP? 5 Cara Digital Parenting yang Bisa Dimulai Orang Tua dari Rumah
Jateng Pendidikan
Ritual tari Seblang Bakungan dengan penari mengenakan busana adat dan selendang kuning
Festival Budaya Jangan Cuma Jadi Tontonan, Saatnya Tradisi Lokal Menghidupi Ekonomi Warga
Culture Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?