Siswa SMP Isriati Semarang Juara di World International Youth Invention and Innovation Award 2022
Prof Ahmad Rofiq, Ketua II Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman Semarang.
OPINIJATENG.COM – Syukur alhamdulillah, yang masih di-SK-kan sebagai Ketua II Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman Semarang yang – katanya — membidangi Pendidikan, merasa bangga dan besar hati, karena anak-anak SMP Isriati Semarang tahun ini menggondol Piala Silver Medal dalam ajang World International Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2022 kategori Life Sciences.
Tim pertama, terdiri atas:
1). Khalishah Azka Anandhita;
2). Yoshvyolla Azharyah Meysun Anandiva;
3). Rajaswa Pramudya Fauzan Karim;
4). Muhammad Wildan Alfarras; dan
5). Kahirunnisa Hanun Zahrania Hadiputri
dengan Guru pembimbing Ema Nur Wijayanti SPd.
BACA JUGA: Prof Mungin Eddy Wibowo: Stop Bullying! Setop Perudungan! Sekolah Akan Menjadi Sehat dan Nyaman
Mereka mengusung karya ilmiah “Efektifitas Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Kulit Jeruk dengan Ekstrak Daun Habbatussauda menjadi Eco-Enzym untuk Pembersih Lantai”.

Setelah melalui uji empiric, dari hasil penelitian mereka, menyimpulkan bahwa eco-enzym yang merupakan cairan hasil fermentasi sampah organis, memiliki berbagai fungsi sebagai pembersih lantai.
Melalui uji organoleptic menghasilkan: pertama, aroma.
Produk eco-enzym yang dihasilkan memiliki aroma asam kulit jeruk dan segar dari daun habbatussauda.
Kedua, warna, produk eco-ensym mengalami perubahan warna menjadi coklat keruh.
Ini dikarenakan warna asal gula jawa yang digunakan adalah coklat, tercampur dengan ampas/residu dari kulit jeruk dan daun habbatussauda.
Ketiga, volume. Terjadi penurunan volume eco-enzym Ketika proses fermentasi selesai, karena adanya produksi gas. Hasil uji eksperimen, lantai yang dibersihkan dengan cairan eco-enzym ternyata hasilnya sangat signifikan, yakni lantai jauh lebih bersih, dibandingkan apabila lantai dibersihkan dengan air biasa, dan sabun pembersih lantai.
BACA JUGA:Haid Tidak Teratur, Jerawat Sering Muncul, Hati-hati Ancaman Polycystic Ovary Syndrome
Event internasional ini, diikuti oleh tidak kurang dari 20 negara.
Ke-20 negara itu adalah Mexico, Afrika Selatan, Indonesia, Turkey, Malaysia, Rumania, USA (Amerika), Philipina, Korea Selatan, Thailand, Macedonia, Reoublik Korea, Puerto Rico, Iran, Indoa, Uni Emirat Arab, Kazakhstan, Vietnam, Serbia, dan Hongkong.
Jumlah peserta juga tidak kurang dari 119 tim.
Tentu ini even yang sangat bergengsi dan menjadi pengalaman yang berdampak sangat positif bagi pengembangan bakat dan mentalitas juara mereka.
BACA JUGA:Raudhah atau Taman Surga dan Aplikasi Eatrmarna, Prof Ahmad Rofiq: Manajemen Baru…
Untuk ukuran siswa-siswi SMP, penelitian tersebut di atas sungguh berkelas.
Maka tidak heran, jika para juri menetapkan tim tersebut menjadi juara dan menyabet Piala Medali Perak.
Yang patut diapresiasi dan dibanggakan adalah pemahaman dan kesadaran mereka tentang pentingnya mitigasi risiko pemanfaatan limbah kulit jeruk, yang ternyata setelah diolah menjadi sangat bermanfat.
Sungguh ide kreatif dan innovative. Apalagi seandainya pimpinan YPKPI dapat memberikan apresiasi dan penghargaan.
Selamat dan sukses pada anak-anakku yang bertalenta juara dan keren, selamat juga Kepala Sekolah Pak Eka Putranto Hadi MPd, guru-guru pembimbing dan semua sivitas akademika SMP Isriati.
Bravo SMP Hj Isriati Baiturrahman Semarang.
Teruslah berprestasi, tak hanya di tingkat regional, tetapi juga di jagad internasional.
Jadilah anak-anak millennial yang berkarakter, berhati masjid, dan berakhlakul karimah.
Allah ‘Azza wa Jalla menjanjikan kepada hamba-hamba-Nya yang menuntut ilmu dan didasari dengan imen kepada-Nya, hidupnya ditinggikan beberapa derajat (QS. Al-Mujadalah: 11).
BACA JUGA:Menjadi Orang Terbaik melalui Belajar Alquran
Negeri ini membutuhkan generasi muda yang berakhlaqul karimah dan bertalenta internasional.
Karena kelak pasti anak-anakku akan menjadi pemimpin bangsa ini.
“Ungkapan syababuna l-yaum rijaluna l-ghad yang artinya “generasi muda hari ini adalah para pemimpin di hari esok”.
Saya yakin haqqul yaqin, Allah ‘Azza wa Jalla, akan membuka lapangan kemudahan dan kehidupan yang berkah buat kalian di masa depan. Allah a’lam.
*) Prof Dr H Ahmad Rofiq MA adalah Ketua PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Tengah, Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah, Guru Besar FSH dan Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, anggota DPS BPRS Bina Finansia, Ketua DPS RSI- Sultan Agung Semarang, Ketua Bidang Pendidikan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Ketua II YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Semarang, Koordinator Wilayah Indonesia Tengah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pusat, dan Anggota Dewan Penasehat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Pusat.***
