Generasi Qurani, Prof Ahmad Rofiq: Mengaji dan Memberkahi
Prof Ahmad Rofiq (dua dari kanan), Ketua Majlis Hakim bidang Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Alquran Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-6 Korp Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Provinsi Sumbar berfoto bersama pejabat setempat.
Oleh: Ahmad Rofiq
OPINIJATENG.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan Ibu Kota Padang, 6-13 November 2022 menjadi (kembali) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) Ke-6 Korp Pegawai Republik Indonesia (Korpri), setelah 2020 di era pandemi Covid-19, sukses menjadi juara umum sekaligus tuan rumah MTQ Nasional, 12-21 November 2020.
Pada acara malam ta’aruf – yang kebetulan saya diamanati menjadi Ketua Majlis Hakim bidang Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Alquran ikut hadir — Gubernur Sumbar H Mahyeldi Ansharullah SP yang bergelar Datuak Marajo menyatakan, “Kami memang mengirim surat, supaya Provinsi Sumatra Barat menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQN ke-6 Korpri. Karena kami ingin keberkahan Alquran senantiasa terlimpah di Ranah Minang ini. Sekaligus memancarkan aura positif yang menyinari seluruh warga syara’ mangato adat mamakai dan pemerintahannya. Kami pun memberikan reward atau penghargaan kepada para juara peserta dari Sumatra Barat, untuk juara pertama sebesar RP200 juta,” katanya.

Kebetulan ada teman kuliah saya di Ciputat, Jakarta yang menjadi dosen Universitas Andalas (Unand) Padang, Prof Yaswirman, yang juga Dewan Hakim dalam bidang yang sama, mengatakan: “Kalau peserta juaranya menerima RP200 juta, berapa Dewan Hakim-nya?”
BACA JUGA:Ibu Nyai Se-Indonesia Prihatin, Berkumpul untuk Bahas Dinamika Permasalahan di Pondok Pesantren
Tentu kawan saya ini, bercanda yang sekaligus menggelitik. Mengapa Pemprov Sumbar bersemangat dan memiliki keberanian yang luar biasa untuk memberi penghargaan kepada para ahli dan hamilul quran?
Ungkapan Gubernur Sumbar H Mahyeldi Ansharullah SP yang bergelar Datuak Marajo itu mengingatkan ungkapan Gus Baha’ (KH Ahmad Bahauddin Nursalim), “Seribu fatwa para Ulama, lebih kuat dengan satu kalimat pejabat eksekutif.”
BACA JUGA:Manajemen Masjid, Nur Khoirin YD: Harus Raker
Banyak nasihat sangat berharga dari guru Dr KH Ahsin Sakho Muhammad MA alhafidhz:
Pertama, “Orang kalau menyenangkan Allah dengan menghafalkan Alquran, Allah pasti akan menyenangkannya.”
Kedua, “Orang yang berkhidmah kepada Alquran, Alquran akan berkhidmah kepadanya di hari kiamat nanti.”
Ketiga, “Berikanlah apa yang terbaik darimu buat Alquran, waktumu, pengorbananmu, ketulusan cintamu, maka Alquran akan membalasmu dengan yang lebih bagus lagi.”
Keempat, “Ketika kamu membaca Alquran, yainilah bahwa di atasmu ada Allah yang sedang memandangmu dengan penuh kasih sayang”.
BACA JUGA:Calon Pengantin dan Pasangan yang Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Sebaiknya Klik Website BP4 Jateng
Ungkapan tersebut juga sejalan dengan penegasan Allah Ta’ala:
“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami (Allah) akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami (Allah) siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS. Al-A’raf (7): 96).
Di provinsi Sumbar, banyak anak-anak usia di bawah sepuluh tahun, sudah banyak yang hafal Alquran.
Tampaknya ini menjadi fenomena yang umum di seluruh wilayah Indonesia, hanya bentuk perhatian masing-masing kepala daerah berbeda.
Semoga kebijakan dan apresiasi kepada para hamilul Quran, menjadi model kebijakan yang baik dan diikuti oleh para kepala daerah lainnya, agar bumi Indonesia tercinta, yang merupakan hasil perjuangan para ulama dan tentu para pahlawan di negeri ini, terus dipersatukan oleh semangat ukhuwwah Islamiyah, wathaniyah, dan insaniyah.
BACA JUGA:Subsidi Angkutan Barang Perlu Ditambah, Djoko Setijowarno: Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
Rasulullah saw menegaskan: “Khairukum man ta’allama l-Qur’ana wa ‘allamahu” artinya “sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya (kepada orang lain)” (Riwayat Al-Bukhari).
Kejuaraan dari dan MTQN VI Korpri, hanyalah sebagai instrumen atau wasilah untuk menyiapkan generasi Qurani, karena itu tugas untuk makin bergairah dan semangat menyiapkan generasi qur’ani, agar terus belajar dan mengajarkannya kepada orang lain.
Mengapa? Karena Alquran merupakan satu-satunya kitab yang masih asli dan tidak bisa dinodai oleh tangan jahil manusia.
Alquran diturunkan guna menjadi petunjuk bagi manusia (hudan lin-nas) dan menjadi penjelas dan pembeda antara yang haq dan yang batil, menjadi obat bagi hati dan fikiran manusia.
Dengan Alquran kita dapat merasakan sebuah ketenangan dalam hidup dan menghilangkan setiap kegelisahan yang ada dalam diri kita.
BACA JUGA:IPDA Indonesia Adakan Webinar Nasional, Kades Cantik Asal Banjarnegara jadi Narasumber
Semoga dengan semangat mengaji, bertambah ilmu, makin berbakti dan berkontribusi bagi Indonesia mulia tercinta.
Makin banyaknya para penghafal Alquran, negeri ini makin dilimpahi keberkahan dan kebaikan, NKRI makin kokoh Bersatu dan berdaulat, kemajemukan dan keberagaman menjadi khazanah dan modal kuat memajukan bangsa ini, dan kita semua layak menggantungkan harapan terwujudnya baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur. Allah a’lam bi sh-shawab.
*) Prof Dr H Ahmad Rofiq MA adalah Ketua PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Tengah, Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah, Guru Besar Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, Ketua DPS RSI-Sultan Agung Semarang, Ketua Bidang Pendidikan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Ketua II YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Semarang, Koordinator Wilayah Indonesia Tengah PP. Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pusat, Anggota Dewan Penasehat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Pusat, Ketua DPS BPRS Kedung Arto Semarang.***
