17 April 2026 18:39

Ada Dua Upaya Penyelamatan 30 Kitab Kuno Koleksi Museum MAJT Semarang yang Kondisinya Nyaris Rusak

0
pustakawan selamatkan Kitab Kuno Nusantara yang ada di Museum MAJT Semarang

Tiga Pustakawan Dinas Arpus Jawa Tengah, dipimpin Budi Wahyono, ketika mengambil tiga dari 30 kitab kuno yang nyaris rusak untuk diselamatkan, Rabu (7/6/2023).

OPINI JATENG – SEMARANG – Kondisi 30 kitab kuno Nusantara, berupa tulisan tangan dan ketikan (manuskrip-red) yang dikoleksi Museum Perkembangan Islam Nusantara, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, memprihatinkan, nyaris rusak.

Kerusakan 30 kitab kuno Nusantara di Museum Perkembangan Islam Nusantara MAJT Semarang itu diketahui, setelah Kepala Pusat Preservasi dan Alih Media (Bahan) Perpustakaan Nasional, Dra Made Ayu Wirayati bersama Tim Preservasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Jawa Tengah, pada Mei 2023 meneliti dan mengidentifikasi di Museum MAJT.

“Tim menemukan seluruh koleksi naskah atau kitab kuno di Museum MAJT kondisinya mengkhawatirkan sehingga harus segera diselamatkan,” tegas Budi Wahyono, ketika berdialog dengan Pelaksana Pengelola MAJT, Rabu (7 Juni 2023).

BACA JUGA:DMI Jateng Gelar Seminar Antisipasi Pernikahan Usia Dini, Prof Ahmad Rofiq: Memprihatinkan …

Budi Wahyono, Pustakawan Dinas Arpus Jawa Tengah, menemui pengurus MAJT bersama Aprilia Santi dan Ipuk Wahyu Utami.

Kedatangannya diterima Sekretaris PP MAJT Drs KH Muhyiddin MAg, Wakil Sekretaris Drs KH Istajib AS dan Korbid Humas H Isdiyanto Isman, SIP.

Atas dasar temuan tersebut Pusat Preservasi Perpustakaan Nasional RI menghambil kebijakan, penyelamatan terhadap koleksi kitab-kitab kuno di Museum MAJT akan ditangani September 2023.

Namun sebelum itu, Dinas Arpus dan Perpustakaan Jateng akan menyicil penyelamatan sebelum September, agar dapat selesai sebelum akhir 2023.

BACA JUGA:50 Kaki Palsu Sudah Tersalurkan, Gowes Charity 1000K Jawa Bali Berakhir di Legian

Usai diizinkan PP MAJT, tiga Pustakawan tersebut kembali memasuki museum dan mengambil tiga manuskrip, berupa kitab kuno nadzam karya Kiai Rifai Kalisalak, Minhajul Qawim dan Babad Jawi Arab.

“Bila penyelamatan atas tiga naskah kuno ini selesai, akan kami kembalikan segera, dan kami akan mengambil kitab-kitab kuno lainnya, agar penyelamatan cepat tuntas,” jelasnya.

Budi Wahyono menegaskan, Dinas Arpus Jateng selama ini memprogramkan pelestarian naskah kuno untuk masyarakat, baik lembaga maupun perorangan, yang salah satu Museum MAJT.

BACA JUGA:Yafikhi Semarang Menerima Penyaluran Hewan Kurban

Ditegaskan, kondisi fisik 30 manuskrip di Museum MAJT, sebagian besar kusam, posisi kertas yang semula tegak kini melengkung dan berdebu meskipun tersimpan dalam kaca.

Pihaknya memiliki dua cara penyelamatan yakni, menyelamatkan secara fisik kertas melalui konservasi dan penyelamatan informasi yang tertulis dalam kertas melalui alih media digital.

Proses kerja penyelamatan fisik berupa penjilidan ulang, menambal kertas-kertas yang sobek sebagai proses konservasi. Mengingat kertas tersebut berusia ratusan tahun.

Misalnya kertas Eropa, yang dapat diketahui usianya dari watermaks yang terdapat dalam kertas tersebut.

Sekretaris MAJT Drs KH Muhyiddin, MAg menyampaikan terima kasih kepada Perpustakaan Nasional RI dan Dinas Arpus Jawa Tengah yang telah membantu pelestarian dan penyelamatan atas kitab-kitab kuno nusantara yang menjadi koleksi Museum MAJT.

BACA JUGA:Jalan Rusak Identik Lampung, Jambi, dan Sumut, Djoko Setijowarno: Angkutan Jenis Ini Jadi Salah Satu

“Terus terang kami tidak memiliki tenaga yang kompeten untuk merawat situs-situs yang dikoleksi, sekaligus tidak memiliki anggaran, maka kami bersyukur dibantu oleh pemerintah pusat dan provinsi untuk pelestariannya,” jelasnya.

Kiai Muhyiddin mengizinkan tiga Pustakawan Perpustakaan Jateng mengambil manuskrip untuk penyelamatan.

Mengingat langkah tersebut sudah direstui para kiai sepuh MAJT, seperti Kiai Ali Mufiz MPA, Kiai Darodji, Kiai Hanief Ismail Lc dan Prof Dr KH Noor Achmad, MA sebagai Ketua PP MAJT.

BACA JUGA:7 Warga Semarang Gowes 1000 KM Jawa Bali untuk Beramal Sumbang 50 Kaki Palsu Sepanjang Perjalanan

Atas usulan Pustakawan Budi Wahyono, idealnya naskah-naskah kuno yang usianya sudah tua, tidak perlu ditampilkan, tetapi diganti dalam bentuk replika, Wakil Sekretaris Kiai Istajib AS menyatakan akan berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar membantu anggaran untuk pembuatan replika tersebut.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version