25 Mei 2026 06:03

Beda Pendapat tentang Shalat Rabu Wekasan, Ini Penjelasannya

0
masjid pixabay

OPINI JATENG.COM – Beda pendapat tentang pelaksanaan sholat itu hal yang wajar. Sebagian ulama memandang Rabu Wekasan sesuatu yang harus dilihat dari sisi positif sesuai syariat Islam.

Rabu Wekasan atau dikenal dengan sebutan Rebo Wekasan diyakini oleh sebagian masyarakat dengan turunnya bala. Musibah yang datang tentu tidak diinginkan. Untuk itu semua umat Islam mengadakan ritual ibadah yang bisa menolak bala.

Maka dari itu, untuk mencegah agar tidak terkena bala itu, sebagian ulama menganjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah empat rakaat.

BACA JUGA: Waktu Tidur Lama dan Sebentar Mana yang Berkualitas? Jangan Tidak Tidur Dampak Kurang Baik

Sementara itu, dari sudut pandang ulama berbeda pandangan dalam hal ini. Keyakinan akan turunnya bala itu diperoleh dari sufi yang kasyaf, bahwa pada hari Rabu Wekasan itu, ada 320 ribu bala yang turun untuk setahun, sebagaimana ditulis Syekh Abdul Hamid Quds dalam kitabnya Kanzun Najah Was-Surur fi Fadhail Al-Azminah wash-Shuhur.

Dilansir Portal Pekalongan pada laman NU Online dalam tulisan Penjelasan Mengenai Rebo Wekasan. Begini ulasan tata cara dan hukumnya:

Hukum

Para ulama berpendapat dalam menetapkan hukum sholat Rabu Wekasan banyak yang berbeda pendapat. Hukum Sholat Rabu Wekasan menurut Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari adalah haram. Sebab, shalat Rebo Wekasan ini tidak ada asalnya dalam syariat.

Pendapat lain dari Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki dalam Kanz al-Najah wa al-Surur menyebut bahwa Shalat Rebo Wekasan itu boleh dengan syarat bukan niat untuk Rebo Wekasan, melainkan diniatkan sebagai shalat sunnah mutlak.

Perbedaan pandangan para ulama di atas mengenai hukum shalat Rebo Wekasan merupakan hal lumrah. Masing-masing memiliki argumentasi yang berdasar sehingga tidak perlu saling dipertentangkan antara satu dan lainnya.

Tata cara

1. Niat shalat sunnah mutlak dua rakaat

أُصَلِّيْ سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatan rak’ataini lillâhi ta’âla

Artinya, “Saya niat shalat sunnah dua rakaat karena Allah ta’ala.”

2. Setelah membaca al-Fatihah, baca Surat Al-Kautsar 17 kali, Al-Ikhlas 5 kali, Al-Falaq dan An-Nas sekali setiap rakaat.

3. Lakukan shalat sebagaimana biasanya dua rakaat.

4. Setelah salam, membaca doa.

5. Shalat sunnah mutlak dua rakaat ini dilakukan dua kali.

BACA JUGA: Rabu Wekasan Punya Makna Dalam? Apa kata KH. Sya’roni …

Pelaksanaan shalat ini sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah swt agar dIjaga dari segala bahaya selama setahun.

Demikian informasi tentang beda pendapat tentang shalat Rebo Wekasan, ini penjelasannya.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version