27 Juli 2026 16:14

Kebakaran TPA Jatibarang Semarang: Wali Kota Mbak Ita Minta Maaf ke Warga Terdampak

0
IMG_20211113_4147

Ilustrasi kebakaran tangki kilang minyak RU IV Cilacap/ Canva

OPINIJATENG.COM – PENGUMUMAN!
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam Sejahtera, Berkah Dalem
Selamat Pagi, Yth. Bapak/Ibu Warga Mendut, Kalipancur, Manyaran, Semarang
Ini ada pengumuman sekaligus imbauan dari Pemerintah Kota Semarang, sbb:

“Mohon disampaikan kepada warga dihimbau bagi yang keluar rumah, supaya menggunakan masker karena efek asap kebakaran TPA Jatibarang, sudah merambah sampai permukiman,
Semoga Bapak/Ibu selalu dalam keadaan sehat.

Demikian pengumuman dari Pemkot Semarang, mohon diindahkan demi kesehatan Bapak/Ibu warga Mendut Kelurahan Kalipancur Semarang.

Demikian pengumuman di WAG RT 02/RW 11 Kelurahan Kalipancur Semarang yang disampaikan oleh Sekretaris RT Zaki Syaifurrohman

BACA JUGA: Ini Kata BPS Jateng: Agustus, Nilai Tukar Usaha Pertanian Jateng Naik 1,49 Persen

Hari Minggu 8 Oktober 2023, masyarakat tidak begitu banyak melakukan aktivitas pagi setelah Subuh, antara lain jalan kaki, jogging di kompleks Islamic Centre Manyaran, Semarang.

Maklum jarak antara TPA Jatibarang yang pada Sabtu 7 Oktober 2023 dini hari terbakar dan Kompleks Islamic Centre Manyaran hanya 3 Km. Sebagaimana diketahui asap kebakaran TPA Jatibarang, Semarang, mulai masuk ke beberapa permukiman warga. Embusan asap juga dibarengi dengan bau sampah yang menyengat. Kondisi ini mulai dirasakan warga di kawasan Kecamatan Ngaliyan, Mijen, dan Semarang Barat pada Sabtu 7 Oktober 2023 pagi.

“Sejak Subuh asap tebal masuk ke dalam rumah. Bahkan semakin mendekati pukul 06.00 WIB, langit seperti tertutup mendung. Sinar matahari hampir tak mampu menembus atmosfer bumi. Kayak mendung mau hujan gitu, Tapi banyunya nggak sedap,” kata Alvin Arifin, warga mendut IX Manyaran.

BACA JUGA: Membawa PWI Menuju Masa Depan yang Penuh Semangat dan Gemilang

Untu “mengusir” asap dari dalam rumah, Alvin dibantu kakaknya, Miki Atmaja dan Sigit Mahendra, adiknya, menghidupkan dua kipas angin berukuran sedang dihadapkan ke pintu depan rumah mereka.

“Lumayan, setengah jam asap bisa keluar dari dalam rumah. Namun di luar rumah asap masih tebal, kayak kabut, kayak mendung gitu,” kata Sigit Mahendra dan Miki Atmaja.

Kondisi serupa dialami seluruh rumah warga Mendut Kalipancur Manyaran Semarang. Rina dan Fajar warga Mendut II juga mengatakan hal yang sama . “Dalam rumah penuh asap. Ternyata saya tanya tetangga, infonya TPA Jatibarang terbakar. Sebab, asap itu disertau bau tidak sedap. Untung sekitar pukul 07.00 WIB asap berangsur hilang,” kata Fajar.

Informasi yang didapat oleh sumber wongapak.suaramerdeka.com, asap dari kebakaran TPA Jatibarang Semarang ini juga sempat masuk ke kawasan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang meski terus menghilang dan tidak sampai mengganggu aktivitas penerbangan.

BACA JUGA:MES dan Ekosistem EKS

“Jarak pandang masih aman sehingga penerbangan tetap normal karena kita flight pertama juga jam 7 pagi,” kata Stakeholders Relation Manager Bandara Ahmad Yani, Ahmad Zulfian Noor kepada CNNIndonesia.com.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta maaf atas kebakaran yang kembali terjadi di TPA Jatibarang. Walikota yang akrab disapa Ita ini memerintahkan anak buahnya memadamkan api.

“Anginnya kencang sehingga asap itu sampai ke permukiman warga. Kepada masyarakat, sekali lagi kami mohon maaf, atas nama Pemerintah Kota Semarang kami mohon maaf atas kesekian kalinya atas kasus kebakaran di TPA Jatibarang,” kata Ita.

Ita menyebut zona yang terbakar adalah zona aktif yakni dua dan tiga yang merupakan area sampah yang belum lama dibuang. Menurutnya, sempat ada kendala pemadaman karena titik-titik api yang jauh dari jangkauan mobil pemadam.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version