Cukup Klik One Touch di Android Kamu, Data BPS Jateng Ada di Genggaman

Dr Dadang Hardiwan SSi MSi, Kepala BPS Jateng, pada Talkshow membangun literasi Data Statistik di Era Digital di Hotel Wimarion, Jalan Wilis No 2A, Candisari, Semarang, 11 Oktober 2023.
OPINIJATENG.COM – SEMARANG – Saat ini, semua orang bisa dengan mudah mengakses data di Badan Pusat Statistik atau BPS Jateng. Ada aplikasi yang namanya One Touch Statistics via Android Apps on Google Play.
Ya, sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemberian layanan, BPS Jateng perlu memanfaatkan kemajuan teknologi.
“Salah satunya adalah dengan menghadirkan aplikasi yang dapat dioperasikan secara mudah dan praktis,” jelas Dr Dadang Hardiwan SSi MSi Kepala BPS Jateng, pada Talkshow membangun literasi Data Statistik di Era Digital di Hotel Wimarion, Jalan Wilis No 2A, Candisari, Semarang, 11 Oktober 2023.
Dadang menambahkan, One Touch Statistics Jawa Tengah menjadi jawaban untuk kemudahan akses kondisi terkini perkembangan indikator strategis dengan sekali sentuh.
“Ini sebagai upaya meningkatkan pelayanan, mempermudah aktivitas sehari-hari masyarakat di tengah tingginya kesibukan akibat pekerjaan.”
Baca Juga: Jakarta Tak Pernah Bisa Melawan Kemacetan Lalu Lintas, Ini Penjelasan Pakar Transportasi Djoko Setijowarno
Saat ini, lanjut dia, aplikasi OTS Jateng hadir dalam versi terbaru, lebih lengkap dengan 2 bahasa untuk memenuhi kebutuhan para pengguna data.
“Silakan unduh aplikasinya dan rasakan manfaatnya sekarang karena data statistik kini ada dalam genggaman,” tandasnya.
Lebih jauh Dadang menambahkan, bahwa BPS Jateng mendiseminasikan data dan publikasi melalui Websites dan Media Sosial secara rutin. BPS Jateng terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan diseminasi data dan informasi agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat luas.
Baca Juga: Lima Cabang Olahraga Tambahan Diusulkan Masuk Olimpiade LA 2028, Apa Saja Itu?
Dalam Talkshow membangun literasi Data Statistik di Era Digital: Memahami makna dan fungsi indikator strategis BPS, Dadang menjelaskan bahwa data BPS Provinsi Jateng bisa dilihat di aplikasi one touch statistic android apps, juga ada website: jateng.bps.go.id, IG @bpsprovjateng, Facebook: @bpsprovjateng dan YouTube: @bosProvinsiJawaTengah.
“BPS Provinsi Jateng mendiseminasikan data dan publikasi melalui websites dan medsos secara rutin. BPS terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan diseminasi data dan informasi agar dapat memnberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat luas. BPS Jateng juga selalu melakukan press release melalui YouTube streaming,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut Dadang juga menyampaikan secara detail makna dan manfaat dari berbagai data indikator statistik yang dihasilkan BPS.
Talkshow dihadiri tidak kurang dari 30 peserta dari berbagai media, baik media cetak, media online dan media elektronik televisi serta radio yang ada di Jawa Tengah.
Harapannya awak media menjadi lebih faham terhadap kegiatan dan hasil-hasil kegiatan BPS serta manfaatnya bagi pemerintah dan masyarakat luas.
Pada kesempatan yang sama juga hadir sebagai narasumber adalah Syakir Kurnia, staf pengajar pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNDIP dan Amir Machmud NS, Ketua PWI Jawa Tengah sekaligus staf pengajar Universitas Satya Wacana Salatiga.
Syakir mengatakan bahwa berbicara literasi statistik maka bagaimana memberi pemahaman yang sesuai pada peserta dari data yang basisnya statistik yang telah diberi ruh atau nyawa.
“Data statistik yang telah mempunyai ruh tersebut kemudian menjadi informasi dan pijakan target bagi pemangku kepentingan. BPS berperan memotret kondisi yang terjadi dengan metodologi statistik beserta fenomena-fenomena yang ada untuk kemudian menjadi konsumsi penanggungjawab. Contohnya inflasi, BPS menghitung dari survei yang dilakukan, selanjutnya tanggungjawab untuk mencapai target yang diharapkan adalah Bank Indonesia atau pemerintah daerah,” lanjutnya.
Sementara Amir Machmud yang didapuk sebagai pembicara terakhir menyatakan bahwa menjadi sebuah kegelisahan ketika media ada oknum media yang hanya mementingkan adanya dialektika, menyederhanakan kualitatifikasi dan ujungnya kehilangan nilai kualitatifnya.
Baca Juga: Marquez Belum Tentu Ikut Parade Pembalap MotoGP di Mataram Rabu 11 Oktober 2023, Ini Profilnya
Tahapan media seringkali hanya sampai di permukaan dari 3 (tiga) tahapan yang mestinya dilalui. Yaitu syariah, dimana terpenuhinya standar siapa, kapan dan dimana. Kedua, syariah. Yaitu mengulik hal-hal di belakang fakta-fakta serta yang ketiga adalah makrifat, yaitu kualitas dengan melakukan investigasi.
“Kebenaran adalah tujuan jurnalisme, yaitu kebenaran yang hakiki yang memenuhi level makrifat sehingga mampu mempertanggungjawabkan dari apa yang disampaikan. Data BPS menjadi salah satu rujukan yang terpercaya dari berita yang akan di sampaikan. Dimana data BPS merupakan fakta kondisi yang sebenarnya terjadi di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.
Acara tersebut seakan menjadi ajang mempertemukan ‘tumbu dan tutup’. Dimana media punya suara, BPS mempunyai bahan untuk disuarakan. Suara yang disampaikan akan lebih bermakna dan memberi nilai ibadah ketika kebenaran yang tercermin pada data tersebut mampu tersampaikan kepada pihak yang berhak, yaitu masyarakat luas.***
