Pererat Silaturahmi SD-SMP, Dua Sekolah di Pagentan Gelar Pengajian Akbar
Pererat Silaturahmi SD-SMP, Dua Sekolah di Pagentan Gelar Pengajian Akbar/Dedy Purwono
OPINIJATENG.COM– Bertempat di halaman SMP Negeri 4 Pagentan, dua sekolah, yaitu SD Negeri 1 Babadan dan SMPN 4 Pagentan, bekerja sama menggelar pengajian akbar dengan tema Menghadapi Tantangan Zaman dengan Teladan Rasulullah, Sebagai Momentum untuk Berubah Lebih Baik pada Selasa, 24 September 2024.
Selain untuk mempererat tali silaturahmi, pengajian akbar tersebut juga dilaksanakan dalam rangka memperingati Maulud Nabi Muhammad saw. Kegiatan tersebut dihadiri oleh guru, karyawan, peserta didik, orang tua, serta komite dari kedua sekolah.
“Di era digitalisasi saat ini, walau serba canggih dan cepat, tetap harus menjaga karakter kebaikan sesuai tuntunan agama Islam dan teladan Rasulullah Muhammad saw,” ujar Saekudin, S. Pd. Kepala SMP Negeri 4 Pagentan dalam sambutannya saat membuka acara.
“Kita harus menjaga toleransi terhadap orang lain, agama lain, dan sesama agama agar tetap rukun bersatu, serta saling mengingatkan kepada sesama. Kita harus hormat kepada Bapak Ibu guru, karyawan, orang tua dan sayang terhadap sesama teman dan adik-adik kita yang masih duduk di bangku SD, saling membantu, membimbing, dan memotivasi untuk belajar supaya tidak ketinggalan zaman,” lanjut Beliau.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 1 Babadan juga sebagai Ketua Forum K3S Kabupaten Banjarnegara, Mahadi, S.Pd. menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan secara kolaborasi antara SD dan SMP tersebut. Melalui pengajian akbar tersebut diharapkan akan terjalin kebersamaan antara guru, peserta didik, wali peserta didik, serta komite sekolah.
“Acara ini juga bisa membuktikan bahwa tidak ada garis, kotak, dan batas di antara guru SMP dan guru SD.” tutur Mahadi, S. Pd. pada kesempatan berbeda.
Pada acara inti, ustadz Syaeful Abidin, S.Ag dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Pagentan mengingatkan kembali pentingnya meneladani akhlak Rasulullah Nabi Muhammad saw sebagai benteng dalam menghadapi era digitalisasi seperti saat ini.***
