KKG Khatulistiwa Kecamatan Pagedongan Adakan Berbagi Praktik Baik Pembelajaran Berdiferensiasi
Sumarsi, Pengembang Media Difa Tara dalam kegiatan berbagi praktik baik di KKG Khatulistiwa pada Senin, 30 September 2024/A. Fanani
OPINIJATENG.COM-Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Khatulistiwa Kecamatan Pagedongan Banjarnegara mengadakan berbagi praktik baik pembelajaran berdiferensiasi pada Senin, 30 September 2024 di SD Negeri 1 Pesangkalan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sumarsi, S.Pd.SD, M.Si sebagai narasumber yang merupakan pengembang media pembelajaran. Guru dari SD Negeri 1 Pagedongan ini berbagi pengalaman dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi dengan media Difa Tara.
“Difa Tara merupakan media diferensiasi tata surya. Media pembelajaran interaktif ini didesain dengan menggunakan aplikasi Canva yang berisi beberapa menu berupa teks, gambar, dan berbagai tautan yang menyediakan diferensiasi konten untuk gaya belajar audiotori, visual, dan kinestetik,” jelas Sumarsi kepada puluhan guru di wilayah Pagedongan.
“Media ini sudah saya kembangkan sejak bulan April 2024 dan memiliki Hak Cipta yang dikeluarkan oleh Kemenkumham pada bulan Juli 2024,” tambahnya.
Pihaknya menyatakan bahwa media Difa Tara ini sangat mudah dan sederhana tetapi dapat mengakomodir kebutuhan murid.
“Media ini mudah pembuatannya, saya yakin teman-teman guru dapat membuat yang lebih baik lagi,” ujar Sumarsi kepada opinijateng.com di sela-sela kegiatan berbagi praktik baik.
Korwil Dikpora Kecamatan Pagedongan, Sukirno, S.Pd.SD memberikan apresiasi terhadap kegiatan berbagi praktik baik tersebut.
“Saya harap kegiatan KKG dapat dilakukan secara rutin dan sebagai ajang untuk saling curhat dan berbagi. Kita bisa saling memberi solusi atas permasalahan pembelajaran yang kita alami,” kata Sukirno.
Hal senada juga diungkapkan oleh Sutarti, S.Pd., MM pengawas Korwil Dikpora Kecamatan Pagedongan, ia memberi ucapan selamat atas dikembangkannya media pembelajaran Difa Tara yang sangat menginspirasi guru lain.
“Saya harap media Difa Tara ini bisa ditularkan kepada guru-guru lain. Sebagai guru kita harus melek teknologi, tidak boleh gaptek. KKG ini sebagai sarana belajar dan berbagi,” ujar Sutarti.
Para peserta berbagi praktik baik juga mencoba membuat media interaktif dengan menggunakan aplikasi Canva.
“Sayang waktunya kurang lama, saya harap bisa dilaksanakan IHT di sekolah,” kata Pardi salah seorang guru peserta diseminasi berbagi praktik baik.***
