Wisata Zona 2 Dieng Banjarnegara Siap Dikembangkan, 5 Destinasi Alami Ini Jadi Sorotan!

Paskah Hariyani
Disclosure: This website may contain affiliate links, which means I may earn a commission if you click on the link and make a purchase. I only recommend products or services that I personally use and believe will add value to my readers. Your support is appreciated!
Foto ilustrasi: Panorama alam kawasan Dieng, Banjarnegara, yang menjadi bagian dari potensi pengembangan wisata Zona 2.

OpiniJateng.com – Kawasan Dieng, Kabupaten Banjarnegara, menyimpan potensi wisata alam yang belum banyak dijelajahi wisatawan. Melihat peluang tersebut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Banjarnegara mulai menyiapkan pengembangan wisata Zona 2 Dieng sebagai alternatif untuk mengurangi kepadatan pengunjung di kawasan wisata utama.

Langkah ini menjadi perhatian karena kunjungan wisatawan ke Zona 2 masih berada di bawah 1 persen. Padahal, kawasan tersebut memiliki sejumlah destinasi dengan panorama alam yang menarik dan lingkungan yang relatif masih alami.

Kepala Disparbud Banjarnegara, Tursiman, S.Sos., menyampaikan bahwa pengembangan tersebut diarahkan untuk menyebarkan konsentrasi wisatawan, terutama ketika musim liburan dan pelaksanaan Dieng Culture Festival (DCF).

Lima Destinasi Wisata Zona 2 Dieng yang Berpotensi Dikembangkan

Zona 2 Dieng memiliki sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi daya tarik wisata baru di Banjarnegara. Destinasi tersebut meliputi Telaga Merdada, Telaga Dringo, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, hingga Telaga Sewiwi.

Keberadaan destinasi tersebut membuka peluang bagi wisatawan untuk menikmati sisi lain Dieng yang menawarkan karakter alam berbeda dari kawasan wisata yang selama ini lebih ramai dikunjungi.

Pengembangan kawasan ini diharapkan mampu memperluas pilihan perjalanan wisata sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata Banjarnegara.

Disparbud Siapkan Master Plan dan Pembenahan Destinasi

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Disparbud Banjarnegara menyiapkan konsep perencanaan atau master plan sebagai dasar pengembangan kawasan.

Tahap awal dilakukan melalui kegiatan pembersihan dan pembenahan sejumlah destinasi, termasuk Telaga Merdada dan Telaga Sewiwi.

Perencanaan tersebut penting agar pengembangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah pengunjung, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan, keselamatan wisatawan, dan kesiapan fasilitas pendukung.

Libatkan Masyarakat, Homestay Diarahkan Berbasis Konservasi

Pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan masyarakat melalui pembinaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Keterlibatan warga diharapkan mampu memperkuat pengelolaan destinasi sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Salah satu pendekatan yang disiapkan ialah pengembangan homestay berbasis konservasi. Wisatawan nantinya diarahkan untuk menginap di rumah warga sehingga dapat mengenal kebudayaan lokal dan kehidupan sehari-hari masyarakat Dieng.

Konsep tersebut sekaligus menjadi upaya untuk mencegah pembangunan penginapan secara masif yang berpotensi mengalihfungsikan lahan hijau dan pertanian.

Investasi Tetap Harus Memperhatikan Lingkungan

Khusus di kawasan Telaga Sewiwi, pemerintah mendorong kemitraan antara pengelola, masyarakat desa, dan calon investor untuk melengkapi fasilitas penunjang wisata.

Namun, pengembangan investasi tetap harus memperhatikan aspek keselamatan, kondisi lingkungan, serta potensi kebencanaan di kawasan dataran tinggi.

Dengan perencanaan yang tepat, pembangunan fasilitas wisata diharapkan dapat berjalan seimbang dengan upaya konservasi alam.

Pengembangan Zona 2 Dieng Diharapkan Dongkrak Ekonomi Warga

Pengembangan wisata Zona 2 Dieng tidak hanya ditujukan untuk mengurai kepadatan pengunjung di Zona 1. Program ini juga diharapkan mampu memperluas manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat setempat.

Peluang usaha dapat tumbuh melalui layanan homestay, kuliner lokal, jasa pemandu, hingga produk ekonomi kreatif yang melibatkan warga desa.

Meski demikian, keberhasilan pengembangan tersebut akan bergantung pada kesiapan infrastruktur, pengelolaan destinasi, promosi, dan komitmen menjaga lingkungan.

Jika dijalankan secara berkelanjutan, Zona 2 Dieng berpeluang menjadi alternatif wisata alam yang menarik sekaligus memperkuat posisi Banjarnegara sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Jawa

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *