By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: “Blakasuta”: Gerakan Kolaboratif Guru dari Ujung Banjarnegara yang Menginspirasi
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
GagasanPendidikan

“Blakasuta”: Gerakan Kolaboratif Guru dari Ujung Banjarnegara yang Menginspirasi

Marzy Kris
Last updated: 17 Oktober 2025 20:55 20:55
By Marzy Kris
6 Min Read
Share
Blakasuta”: Gerakan Kolaboratif Guru dari Ujung Banjarnegara yang Menginspirasi/Dok. Difla
SHARE

OPINIJATENG.COM-Karangkobar, salah satu kecamatan terpencil di Kabupaten Banjarnegara. Semangat perubahan pendidikan tumbuh dari keterbatasan. Seorang guru muda, Difla Nurul Anisah, M.Pd., berhasil menggerakkan rekan-rekan seprofesinya untuk bertransformasi lewat komunitas belajar bernama Guru Muda Berkarya (GMB) dengan strategi inovatif yang ia sebut “Blakasuta”, singkatan dari Belajar Kolaboratif, Sinergi untuk Transformasi.

Dari Tantangan ke Gerakan

Selama lima tahun mengajar di SD Negeri Gumelar, Karangkobar, Difla bergulat dengan kenyataan yang sering kali dialami guru di daerah pegunungan: keterbatasan fasilitas, jarak sekolah yang jauh, serta beragam karakter dan motivasi murid. Namun, di balik kesulitan itu, ia menemukan refleksi mendalam bahwa kualitas pembelajaran bukan semata soal kemampuan murid, tetapi juga kemampuan guru untuk beradaptasi dan berkolaborasi.

“Sendiri kita bisa berbuat sedikit, tapi bersama kita bisa berbuat banyak,” kutipan Helen Keller itu menjadi pegangan Difla dalam menggerakkan perubahan. Ia menyadari banyak guru di wilayahnya masih bekerja secara individu, tanpa wadah refleksi bersama.

Hasil surveinya pada September 2023 terhadap 33 guru di Karangkobar menunjukkan bahwa hanya 35% yang rutin mengikuti kegiatan kolaboratif, sedangkan 65% lainnya masih bekerja sendiri. Sebanyak 93% guru mengaku belum ada struktur tim penggerak, dan 70% belum terbiasa melakukan refleksi pembelajaran. Fakta itu menjadi titik balik bagi Difla untuk bertindak.

Lahirnya Komunitas GMB

Berangkat dari kegelisahan itu, Difla menggagas pembentukan Komunitas Belajar Guru Muda Berkarya (GMB) pada 25 September 2023 di SD Negeri 1 Slatri. Pertemuan awal yang sederhana itu dihadiri beberapa guru yang memiliki semangat sama. Dari diskusi terbuka, terpilihlah tujuh guru penggerak yang kemudian disebut sebagai Tim Kecil Penggerak GMB.

Didukung oleh Koorwilcam Karangkobar dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjarnegara, komunitas ini mulai dirancang sebagai wadah kolaboratif, reflektif, dan berkelanjutan. “Kami ingin guru tidak hanya berbagi bahan ajar, tapi juga berbagi semangat, refleksi, dan solusi bersama,” ujar Difla saat ditemui usai kegiatan refleksi bersama di SD Negeri Gumelar.

Strategi “Blakasuta”: Kunci Perubahan

Kata Blakasuta diambil dari filosofi Jawa yang berarti “berbicara jujur dan terbuka.” Dalam konteks komunitas belajar, Difla menerjemahkannya sebagai semangat keterbukaan dan sinergi menuju transformasi.

“Blakasuta bukan sekadar metode, tapi nilai hidup dalam kolaborasi,” jelasnya. Lima nilai utama yang diusung GMB melalui strategi ini adalah terbuka, kolaborasi, menghargai, mengapresiasi, dan profesionalisme. Nilai-nilai itu disepakati bersama dalam “Piagam Komitmen Blakasuta” yang ditandatangani seluruh anggota komunitas sebagai simbol tanggung jawab moral.

Dengan landasan itu, GMB tumbuh menjadi komunitas yang bukan hanya berbagi ide, melainkan juga tempat belajar, berinovasi, dan bertransformasi. Anggotanya kini aktif melakukan siklus inkuiri pembelajaran, mulai dari refleksi awal, perencanaan bersama, uji coba praktik mengajar, hingga refleksi dan perbaikan.

Kolaborasi yang Terukur dan Berdampak

Setiap tahap kegiatan GMB dilakukan secara terstruktur:

Refleksi Awal: Guru bersama-sama mengidentifikasi tantangan pembelajaran berdasarkan asesmen murid dan observasi kelas.

Perencanaan: Anggota komunitas menyusun strategi pembelajaran yang sesuai konteks.

Implementasi: Salah satu guru bertindak sebagai guru model, sementara anggota lain melakukan observasi.

Evaluasi dan Refleksi: Komunitas mendiskusikan hasilnya dan merumuskan perbaikan berkelanjutan.

Sistem kolaboratif ini diperkuat dengan pembagian tim fungsional: tim pembelajaran, logistik, acara, dokumentasi, dan keuangan, yang memastikan setiap kegiatan berjalan efisien dan terdokumentasi.

Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antar guru, tetapi juga meningkatkan kemampuan mereka dalam merancang pembelajaran yang berpihak pada murid. “Kami merasa lebih percaya diri dan punya arah yang jelas,” ungkap salah satu anggota GMB, A. Arif Yuliyanto, guru SD Negeri Slatri.

Dampak Nyata di Lapangan

Dampak strategi Blakasuta terasa dalam waktu singkat. Data internal GMB menunjukkan, partisipasi guru dalam kegiatan kolaboratif meningkat hingga 78%, dan lahir empat komunitas baru di wilayah Karangkobar yang menerapkan pendekatan serupa.

Guru-guru yang sebelumnya pasif kini aktif membagikan praktik baik dan menginisiasi kegiatan refleksi di sekolah masing-masing. Bahkan delapan sekolah anggota GMB dilaporkan mengalami peningkatan nilai pada Raport Pendidikan dan memperoleh BOS Kinerja sebagai bentuk apresiasi atas peningkatan mutu pembelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan Banjarnegara menyampaikan apresiasi terhadap gerakan ini. “GMB menjadi contoh nyata bagaimana perubahan besar bisa dimulai dari hal kecil, dari satu guru yang berani terbuka dan menggerakkan,” ujarnya dalam kunjungan pembinaan.

Inspirasi dari Pegunungan

Bagi Difla, keberhasilan ini bukan akhir, melainkan langkah awal menuju budaya kolaboratif yang berkelanjutan. “Perubahan tidak terjadi instan. Tapi jika kita berani jujur, terbuka, dan mau belajar bersama, perubahan itu akan tumbuh dengan sendirinya,” katanya penuh keyakinan.

Kini, GMB menjadi model komunitas belajar yang menginspirasi banyak guru di Banjarnegara dan sekitarnya. Suasana pertemuan mereka selalu hangat, penuh diskusi, refleksi, dan tawa. Tidak ada senioritas, yang ada hanyalah semangat bersama untuk tumbuh demi murid.

“Blakasuta mengajarkan kami bahwa kekuatan komunitas bukan pada jumlah anggota, tetapi pada komitmen untuk terus belajar dan berbagi,” tutur Difla.

Dari lereng Karangkobar, gerakan kecil ini membuktikan bahwa perubahan besar dalam pendidikan Indonesia bisa tumbuh dari kejujuran, keterbukaan, dan kolaborasi yang tulus. Itulah nilai-nilai yang menjadi inti dari Blakasuta.***

You Might Also Like

Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 6 Halaman 60, 61, 62, 63 Pembelajaran 3 Sub Tema 2 Membangun Masyarakat Sejahtera
Jebakan “Virus Zona Nyaman” Online
Prodi Manajemen Dakwah UIN Walisongo Adakan Uji Tour Guide Bekali Mahasiswa sebelum Lulus
Cegah Perundungan dan Ramah Disabilitas, Dindikpora Banjarnegara Adakan Sosialisasi Ini
Ibu Millenial dengan Sejuta Prestasi
TAGGED:BanjarnegaraBlakasutaGerakan Kolaboratif GuruGMBKomunitas Belajar Guru Muda Berkarya
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article SD IT Al Ihsan Gelar Pengajian Tips Mendidik Anak
Next Article Susun RPS, SMK N 1 Pandanarum Undang Ilmuwan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ayah dan anak bermain mainan warna-warni bersama di ruang keluarga dengan suasana ceria.
Anak Selalu Ditolong Orang Tua? Kebiasaan Ini Bisa Membuat Kemandirian Anak Sulit Berkembang
Jateng News
Ayah dan ibu mendampingi anak balita bermain warna dan menggambar bersama di meja rumah.
Bukan Cuma Nilai Raport, 5 Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Jadi Bekal Anak Menuju Masa Depan
Jateng News
Kentang goreng berwarna keemasan dengan taburan garam dan rempah, disajikan bersama saus tomat.
Resep Kentang Goreng Krispi Tanpa Tepung, Rahasia Camilan Renyah untuk Temani Waktu Santai
Jateng News
Tumis buncis dengan wortel, irisan sosis, dan cabai merah yang disajikan dalam mangkuk cokelat.
Bingung Menyiapkan Menu Harian? Ini 7 Ide Tumisan Praktis yang Hemat Minyak dan Cocok untuk Keluarga
Jateng News
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?