By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Asal Mula Sungai Serayu dan Sungai Luk Ulo
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Ruang Ekspresi

Asal Mula Sungai Serayu dan Sungai Luk Ulo

Marzy Kris
Last updated: 16 April 2025 07:36 07:36
By Marzy Kris
3 Min Read
Share
Ilustrasi Asal Mula Sungai Serayu dan Sungai Luk Ulo/Dedy Purwono
SHARE

OPINIJATENG.COM-Sesudah bermusyawarah pada malam sebelum perlombaan, Pandawa sepakat bahwa yang akan mewakili adalah Werkudara, si anak kedua. Memang, di antara putra Pandawa, Werkudaralah yang mempunyai tenaga paling besar.

Usai musyawarah, Werkudara merasa sulit tidur. Ia memikirkan cara mengalahkan seratus orang Kurawa. Mulut Werkudara tak henti komat-kamit memohon petunjuk kepada Sang Mahakuasa.

Karena terlalu lelah, usai tengah malah Werkudara tertidur. Dalam mimpinya, Werkudara melihat seekor kerbau yang dipasangi bajak. Bajak itu sangat besar. Anehnya, kerbau tidak terlihat kesulitan dalam menarik bajak.

*

Akhirnya, pagi pun tiba. Waktunya perlombaan membuat sungai antara Pandawa yang diwakili Werkudara melawan seratus orang Kurawa. Prabu Kresna menjadi saksi dari pihak Pandawa, sedangkan Maharesi Bisma menjadi saksi pihak Kurawa.

Werkudara segera bersiap. Mimpi menjelang pagi tadi, membuat ia tak lagi merasa resah. Mimpi itu dianggapnya sebagai petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa.

Werkudara melepas kuku pancanaka, senjata andalannya, dari jemarinya. Ditancapkan kuku pancanaka ke tanah. Setelah itu, Werkudara berdoa kepada Sang Mahakuasa. Ajaib, kuku pancanaka mendadak berubah menjadi sangat besar dan lebar. Dengan bantuan tali dadung, Werkudara menjadikan kuku pancanaka sebagai bajak. Werkudara pun mulai menarik bajak raksasa dari kuku pancanaka.

Walau terkesan pelan, Werkudara terus melangkah. Setiap tengah hari, Werkudara beristirahat sejenak untuk makan secukupnya. Seusai istirahat, Werkudara melangkah kembali sampai matahari hampir terbenam. Werkudara menggunakan waktu malam untuk beristirahat.

Di lain pihak, seratus orang Kurawa dengan penuh kesombongan diri mulai membuat sungai dengan berbagai peralatan yang dipesan secara khusus. Akan tetapi, karena jumlah mereka yang banyak dan masing-masing mempunyai ego yang besar, mereka bekerja dengan tidak kompak. Sungai yang mereka buat malah berkelok-kelok tidak karuan. Mereka juga terlalu sering istirahat sehingga kemajuan pekerjaan mereka sangat lambat. Maklum, rata-rata Kurawa terbiasa hidup mewah sehingga tidak terbiasa bekerja keras.

Akhirnya, setelah dua puluh sembilan hari, pada tengah hari, Werkudara berhasil sampai Laut Selatan dan menyelesaikan lomba lebih dulu. Sedangkan Kurawa, baru selesai pada waktu menjelang matahari terbenam.

Sungai yang dibuat Werkudara kemudian dikenal sebagai Sungai Serayu. Nama Serayu, dalam bahasa Jawa, berasal dari kata ‘sira’ yang berarti kamu dan ‘ayu’ yang berarti cantik. Hal ini mengacu pada keindahan alam wilayah yang dilalui sungai tersebut. Sementara itu, sungai yang dibuat Kurawa disebut Luk Ulo, atau liukan ular, sesuai dengan jalurnya yang berkelok-kelok.

Dari kisah tersebut, dapat disimpulkan bahwa dalam menjalani kehidupan, seorang tidak boleh melakukan kecurangan. Selain itu, selain berusaha, seorang juga harus mengiringi dengan doa agar mendapatkan keridhaan dari Tuhan Yang Mahakuasa.***

You Might Also Like

Festival Budaya Jangan Cuma Ramai Pengunjung, Seniman dan UMKM Juga Harus Diuntungkan
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 100
Odi Sang Juara Kelas
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 85
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 118
TAGGED:asal mulaLok UloSerayusungai
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Banyak Naskah Kuno Jadi Pusaka Ketimbang Pustaka
Next Article Haviz Maulana Raih Emas POPDA, Siap Harumkan Banjarnegara di Tingkat Provinsi
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Perempuan duduk di sofa merah sambil menatap ponsel dengan ekspresi sedih
Remaja Tak Selalu Butuh Nasihat, Kadang Mereka Hanya Ingin Didengar
Health Jateng
Penari tradisional mengenakan busana batik merah saat menampilkan tarian di tengah hutan pinus.
Budaya Lokal Kalah Viral? Saatnya Anak Muda Jawa Tengah Menguasai Algoritma dengan Cerita Sendiri
Gagasan Jateng
Foto ilustrasi seniman muda melukis mural berwarna-warni pada festival seni di ruang terbuka.
Anak Muda Tidak Kekurangan Ide, tetapi Apakah Kota Sudah Memberi Mereka Ruang?
Gagasan Jateng
Foto ilustrasi masyarakat berkumpul dan berdiskusi di pendopo tradisional Jawa dengan ornamen budaya dan alat musik.
Budaya Lokal Tak Cukup Dipentaskan, Anak Muda Perlu Ruang untuk Menghidupkannya
Gagasan Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?