By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Indonesia Raih Lima Emas Asian Games 2026, tetapi Pekerjaan Rumah Olahraga Belum Selesai
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
JatengOlahraga

Indonesia Raih Lima Emas Asian Games 2026, tetapi Pekerjaan Rumah Olahraga Belum Selesai

Paskah Hariyani
Last updated: 11 Oktober 2026 14:12 14:12
By Paskah Hariyani
6 Min Read
Share
Pemain basket Indonesia berseragam putih menggiring bola saat dijaga pemain Thailand berseragam biru dalam pertandingan di lapangan indoor.
Ilustrasi aksi pemain bola basket Indonesia saat menggiring bola dan menghadapi penjagaan pemain Thailand.
SHARE

OPINIJATENG.COM – Prestasi olahraga nasional kerap dirayakan melalui medali, lagu kebangsaan, dan kebanggaan ketika atlet Indonesia berdiri di podium. Namun, di balik keberhasilan tersebut, ada pertanyaan yang tak kalah penting: apa yang akan terjadi setelah sorotan kamera berakhir?

Contents
Medali Emas Penting, tetapi Pembinaan Jangka Panjang Lebih MenentukanJangan Menunggu Atlet Berprestasi untuk Mulai BerinvestasiDaerah Harus Menjadi Bagian dari Strategi Prestasi NasionalUkuran Keberhasilan Jangan Berhenti pada KlasemenLima Emas Harus Menjadi Awal, Bukan Akhir

Indonesia mengamankan lima medali emas dalam Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Meski demikian, kontingen Merah Putih menempati peringkat ke-16 klasemen akhir. Capaian ini layak diapresiasi, tetapi juga perlu menjadi bahan evaluasi untuk membangun olahraga nasional yang lebih kuat.

Prestasi tersebut bukan alasan untuk pesimistis. Sebaliknya, hasil kompetisi internasional seharusnya menjadi bahan pembelajaran agar Indonesia tidak hanya mampu menghasilkan atlet juara, tetapi juga membangun sistem yang bisa melahirkan juara secara berkelanjutan.

Medali Emas Penting, tetapi Pembinaan Jangka Panjang Lebih Menentukan

Dalam kompetisi olahraga, medali menjadi ukuran keberhasilan yang paling mudah dilihat. Akan tetapi, perjalanan seorang atlet menuju podium tidak pernah berlangsung dalam semalam.

Ada proses panjang yang melibatkan pelatih, fasilitas latihan, kompetisi berjenjang, dukungan keluarga, hingga pembiayaan yang memadai. Jika salah satu unsur tersebut tidak berjalan dengan baik, potensi atlet bisa berhenti sebelum mencapai level tertinggi.

Karena itu, keberhasilan Indonesia meraih lima emas seharusnya tidak hanya dirayakan sebagai pencapaian sesaat. Hasil tersebut perlu ditelaah untuk mengetahui cabang olahraga mana yang menunjukkan perkembangan, pola latihan apa yang efektif, serta dukungan seperti apa yang perlu diperkuat.

Evaluasi juga harus mencakup atlet yang belum berhasil membawa pulang medali. Kekalahan tidak selalu menandakan kegagalan pembinaan. Dalam banyak situasi, pengalaman bertanding di level internasional justru menjadi modal penting untuk memperbaiki performa pada kompetisi berikutnya.

Yang perlu dihindari adalah pola pembinaan yang hanya memberikan perhatian besar menjelang pertandingan, lalu mengendur setelah kompetisi selesai.

Jangan Menunggu Atlet Berprestasi untuk Mulai Berinvestasi

Salah satu tantangan olahraga Indonesia adalah memastikan pembinaan tidak hanya berpusat pada atlet yang sudah dikenal publik.

Potensi atlet muda dapat muncul dari sekolah, klub lokal, komunitas, hingga daerah yang jauh dari pusat pelatihan nasional. Namun, bakat saja tidak cukup apabila mereka tidak memperoleh akses terhadap pelatih berkualitas, fasilitas yang layak, dan kesempatan mengikuti kompetisi.

Di sinilah peran pemerintah daerah, sekolah, organisasi olahraga, serta pihak swasta menjadi penting.

Pembinaan seharusnya dimulai dari tahap paling dasar. Sekolah dapat memperkuat kegiatan olahraga dan identifikasi bakat, sementara klub serta pengurus cabang olahraga menyediakan jalur latihan yang terarah. Pemerintah daerah juga perlu memastikan fasilitas olahraga dapat digunakan secara optimal, bukan sekadar menjadi bangunan yang jarang dimanfaatkan.

Dengan sistem seperti itu, pencarian atlet berbakat tidak hanya bergantung pada kebetulan atau kemampuan keluarga membiayai latihan.

Daerah Harus Menjadi Bagian dari Strategi Prestasi Nasional

Olahraga nasional tidak akan berkembang maksimal jika kesempatan bertanding dan fasilitas berkualitas hanya terkonsentrasi di kota-kota tertentu.

Daerah memiliki potensi besar untuk menyumbangkan atlet dari berbagai cabang olahraga. Namun, potensi tersebut membutuhkan sistem pendukung yang konsisten, mulai dari kompetisi usia dini hingga kejuaraan tingkat provinsi dan nasional.

Jawa Tengah, misalnya, memiliki peluang untuk memperkuat ekosistem olahraga melalui sekolah, klub, dan kompetisi antardaerah. Langkah tersebut bukan hanya bertujuan melahirkan atlet elite, tetapi juga membangun kebiasaan berolahraga di kalangan masyarakat.

Kompetisi lokal yang rutin dapat menjadi ruang bagi atlet muda untuk mengukur kemampuan. Pada saat yang sama, kegiatan itu membantu pelatih menemukan talenta yang mungkin belum terpantau oleh sistem pembinaan yang lebih besar.

Jika jalur pembinaan daerah terhubung dengan program nasional, regenerasi atlet dapat berlangsung lebih terencana.

Ukuran Keberhasilan Jangan Berhenti pada Klasemen

Peringkat ke-16 Asian Games 2026 dapat menjadi salah satu tolok ukur untuk membaca posisi Indonesia di tingkat Asia. Namun, angka tersebut bukan satu-satunya indikator keberhasilan olahraga nasional.

Pemerintah dan organisasi olahraga juga perlu melihat jumlah atlet muda yang berkembang, kualitas pelatih, ketersediaan fasilitas, kesinambungan kompetisi, serta jaminan dukungan bagi atlet selama dan setelah karier mereka.

Transparansi penggunaan anggaran dan evaluasi program juga penting agar setiap investasi olahraga memberikan hasil yang terukur.

Masyarakat pun perlu mengubah cara memandang atlet. Dukungan tidak semestinya hanya muncul ketika mereka menang. Atlet yang sedang menjalani pemulihan, berjuang meningkatkan peringkat, atau mengalami kekalahan juga membutuhkan lingkungan yang mendukung perkembangan mereka.

Dengan begitu, olahraga tidak menjadi proyek mengejar medali semata, melainkan bagian dari pembangunan manusia.

Lima Emas Harus Menjadi Awal, Bukan Akhir

Lima medali emas Asian Games 2026 merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Namun, nilai terbesar dari sebuah prestasi terletak pada kemampuan menjadikannya pijakan untuk melangkah lebih jauh.

Indonesia membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan, kompetisi yang teratur, kesempatan yang lebih merata, dan kebijakan yang tidak berubah hanya karena pergantian momentum.

Pada akhirnya, keberhasilan olahraga nasional tidak cukup diukur dari berapa kali bendera Merah Putih berkibar di podium. Ukuran yang lebih mendasar adalah seberapa konsisten Indonesia mampu menemukan, membina, dan melindungi potensi atletnya.

Medali emas memang membanggakan. Namun, sistem pembinaan yang kuat akan menentukan apakah kebanggaan itu bisa terus berulang pada masa depan.

You Might Also Like

BP4 Jateng Gelar Raker Bernuansa Kekeluargaan
Ayah Bilang Tidak, Ibu Bilang Boleh! Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Bikin Anak Bingung
Kompetisi Film Pendek Islami Berhadiah Rp 1 Miliar
Agen Perisai Carang Seket Grebeg Pasar Kota Banjarnegara, Sosialisasikan Program BPJAMSOSTEK
Banjarnegara Bawa Pulang 7 Piala pada Lomba MAPSI Tingkat Provinsi Jawa Tengah
TAGGED:Asian Games 2026atlet mudaolahraga IndonesiaOpinijatengpembinaan atletprestasi olahraga
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Ilustrasi atlet Indonesia mengenakan jaket putih sambil menunjukkan medali emas dan memegang maskot di panggung penghargaan. Olahraga Disebut Investasi Generasi Muda, tetapi Apakah Semua Anak Indonesia Punya Kesempatan yang Sama?
Next Article Ilustrasi penampil Festival Rontek Pacitan memainkan alat musik perkusi dengan kostum artistik dan riasan wajah berwarna biru. Bukan Sekadar Bunyi Kentongan, Ronthek Pacitan Jadi Bukti Tradisi Lokal Bisa Naik Kelas
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi pemuda dan tokoh acara memegang bola sepak di atas panggung dengan pertunjukan seni tradisional dan lampu warna-warni.
Bukan Sekadar Panggung Hiburan, Anak Muda Butuh Ruang untuk Mengubah Ide Menjadi Peluang
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari jaran kepang mengenakan kostum tradisional merah dan emas sambil menari dengan properti kuda kepang di panggung festival.
Festival Budaya Jangan Cuma Ramai Pengunjung, Seniman dan UMKM Juga Harus Diuntungkan
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari tradisional mengenakan hiasan kepala berwarna emas dan membawa selendang kuning dalam pertunjukan budaya.
Budaya Lokal Bukan Sekadar Tradisi, Ini Peluang Besar bagi Ekonomi Kreatif dan Generasi Muda
Culture Jateng
Ilustrasi parade Cap Go Meh dengan peserta berbaju merah mengarak hiasan ritual di bawah deretan lampion merah.
Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival Lampion, Ada Jejak Akulturasi Budaya yang Hidup di Indonesia
Culture Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?