By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Bukan Sekadar Ekstrakurikuler, PMR SMA Negeri 1 Purwanegara Ajarkan Kepedulian dan Kemanusiaan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
BanjarnegaraNewsPendidikan

Bukan Sekadar Ekstrakurikuler, PMR SMA Negeri 1 Purwanegara Ajarkan Kepedulian dan Kemanusiaan

Fadli Kurniawan
Last updated: 11 Oktober 2026 18:23 18:23
By Fadli Kurniawan
5 Min Read
Share
Kebersamaan siswa SMA Negeri 1 Purwanegara dalam kegiatan sekolah. Melalui ekstrakurikuler PMR, siswa diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan, jiwa kepemimpinan, serta kepedulian terhadap sesama.
SHARE

Opinijateng.com – Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di SMA Negeri 1 Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, menjadi wadah bagi siswa untuk mempelajari kesehatan, pertolongan pertama, kepemimpinan, hingga kepedulian sosial. Kegiatan ini diarahkan untuk membentuk generasi muda yang memiliki jiwa kemanusiaan dan siap berkontribusi bagi lingkungan sekitar.

Contents
Membentuk Karakter dan Jiwa KemanusiaanPembelajaran Menggabungkan Teori dan Pengalaman LangsungSiswa Merasakan Manfaat Kegiatan PMRHarapan agar Ilmu PMR Berdampak Nyata

Kegiatan PMR tersebut dilaksanakan setiap Selasa, pukul 15.30–17.00 WIB, dengan bimbingan Ibu Nurul Badriyah, S.Pd. Sekitar 30 siswa dari kelas X dan XI mengikuti kegiatan yang menghadirkan beragam materi kepalangmerahan.

Baca Juga : Festival Budaya Jangan Cuma Ramai Pengunjung, Seniman dan UMKM Juga Harus Diuntungkan

Materi yang dipelajari meliputi Gerakan Kepalangmerahan, Kepemimpinan, Pertolongan Pertama (PP), Sanitasi dan Kesehatan, Remaja Sehat Peduli Sesama (RSPS) dan Kesehatan Remaja, Ayo Siaga Bencana, serta Donor Darah Sukarela (DDS).

Melalui materi tersebut, siswa memperoleh pengetahuan mengenai kesehatan, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, serta pentingnya membangun kepedulian terhadap sesama.

Membentuk Karakter dan Jiwa Kemanusiaan

Pembina PMR SMA Negeri 1 Purwanegara, Nurul Badriyah, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan PMR tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter peserta didik.

Tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk peserta didik yang memiliki jiwa kemanusiaan, kepedulian sosial, serta kesiapan menjadi relawan dan kader penerus Palang Merah Indonesia (PMI).

Siswa SMA Negeri 1 Purwanegara mengikuti kegiatan bersama di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan karakter melalui aktivitas bersama.

Baca Juga : Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival Lampion, Ada Jejak Akulturasi Budaya yang Hidup di Indonesia

Pembentukan karakter tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan PMR. Siswa diharapkan tidak hanya memahami pengetahuan kepalangmerahan, tetapi juga mampu mengembangkan sikap peduli, bertanggung jawab, dan bersedia membantu orang lain sesuai kemampuan serta keterampilan yang dimiliki.

Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler ini menjadi salah satu sarana pendidikan karakter di lingkungan sekolah melalui pengenalan nilai-nilai kemanusiaan dan kerelawanan.

Pembelajaran Menggabungkan Teori dan Pengalaman Langsung

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran PMR dilakukan secara sistematis melalui kombinasi teori dan pengalaman langsung. Metode tersebut bertujuan membantu siswa memahami materi sekaligus menguasai keterampilan yang dipelajari.

Pendekatan ini penting terutama untuk materi yang berkaitan dengan Pertolongan Pertama, kesehatan, dan kesiapsiagaan bencana. Pengetahuan dasar perlu disertai pemahaman prosedur yang benar agar siswa mengetahui cara memberikan bantuan secara aman dan bertanggung jawab.

Selain itu, materi kepemimpinan dan Gerakan Kepalangmerahan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal tanggung jawab, kerja sama, serta nilai-nilai kemanusiaan.

Kombinasi pembelajaran tersebut diharapkan membuat kegiatan PMR tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga membantu siswa mengembangkan keterampilan dan sikap yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Siswa Merasakan Manfaat Kegiatan PMR

Salah satu peserta PMR, Faiza Aghnia Ramadhani, siswi kelas 10.6 SMA Negeri 1 Purwanegara, mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

Menurut Faiza, kegiatan PMR memberikan tambahan wawasan sekaligus menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan di luar pembelajaran kelas.

“Menurut saya, kegiatan PMR sangat bermanfaat, menambah wawasan, dan saya sangat menikmati,” ungkap Faiza.

Pengalaman Faiza menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi ruang bagi siswa untuk memperluas pengetahuan sekaligus mengembangkan minat dan potensi diri.

Melalui berbagai materi yang dipelajari, siswa juga berkesempatan mengenal persoalan kesehatan dan kemanusiaan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.

Harapan agar Ilmu PMR Berdampak Nyata

Pembelajaran PMR di sekolah diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar menambah pengetahuan peserta didik.

Nurul Badriyah berharap ilmu yang diperoleh anggota PMR tidak hanya menjadi teori, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi sekolah dan masyarakat.

Harapan tersebut menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai kepalangmerahan dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian dapat diwujudkan melalui perilaku hidup sehat, perhatian terhadap lingkungan, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, serta kesediaan membantu orang lain sesuai kemampuan.

Di lingkungan sekolah, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh anggota PMR dapat menjadi bekal untuk mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat, aman, dan peduli. Sementara di masyarakat, nilai kemanusiaan dan kerelawanan dapat menjadi dasar untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial secara bertanggung jawab.

Baca Juga : Olahraga Disebut Investasi Generasi Muda, tetapi Apakah Semua Anak Indonesia Punya Kesempatan yang Sama?

Dengan pelaksanaan kegiatan rutin setiap Selasa, PMR SMA Negeri 1 Purwanegara terus menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk mengenal kesehatan, keterampilan dasar, kepemimpinan, dan nilai kemanusiaan.

Melalui pendampingan pembina serta partisipasi para siswa, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kepedulian dan kesiapan untuk memberikan manfaat bagi sesama.

You Might Also Like

30 Guru MGMP Kimia Kota Semarang Ikuti Pelatihan AKM, Kurikulum Merdeka, dan Pembuatan Teh Herbal Nanopartikel
Luar Biasa, 66 Lansia Antusias Mengaji di TPQ Plus Al-Qodar Semarang
Ayah Bilang Tidak, Ibu Bilang Boleh! Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Bikin Anak Bingung
Sukseskan Program Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Guru SMPN 3 Banjarnegara Ciptakan Lagu Cahaya Ibadah
Wuquf, Pengampunan Dosa, dan Kemabruran Haji
TAGGED:Banjarnegarakegiatan ekstrakurikulerkepedulian sosialkesehatan remajaPalang Merah Remajapendidikan karakterpertolongan pertamaPMRSMA Negeri 1 Purwanegara
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Ilustrasi pemuda dan tokoh acara memegang bola sepak di atas panggung dengan pertunjukan seni tradisional dan lampu warna-warni. Bukan Sekadar Panggung Hiburan, Anak Muda Butuh Ruang untuk Mengubah Ide Menjadi Peluang
Next Article Ilustrasi pertunjukan tari dan musik di atas panggung dengan penampil berpakaian hijau serta penonton memadati area festival. Bukan Sekadar Joget dan Musik, Komunitas Anak Muda Indonesia Timur Punya Pesan Penting untuk Jakarta
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Tiga seniman sedang membuat mural bergambar potret wajah berwarna merah dan grafiti pada dinding beton perkotaan.
Bukan Sekadar Coretan, Doodle Art Bisa Jadi Cara Anak Muda Menjaga Budaya Lokal
Jateng Ruang Ekspresi
Dua seniman sedang melukis mural grafiti bermotif geometris berwarna hitam, putih, abu-abu, dan cokelat pada dinding bangunan.
Bukan Sekadar Tembok Bergambar, Mural Bisa Mengubah Wajah Kota dan Menghidupkan Ekonomi Kreatif
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi pertunjukan tari dan musik di atas panggung dengan penampil berpakaian hijau serta penonton memadati area festival.
Bukan Sekadar Joget dan Musik, Komunitas Anak Muda Indonesia Timur Punya Pesan Penting untuk Jakarta
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi pemuda dan tokoh acara memegang bola sepak di atas panggung dengan pertunjukan seni tradisional dan lampu warna-warni.
Bukan Sekadar Panggung Hiburan, Anak Muda Butuh Ruang untuk Mengubah Ide Menjadi Peluang
Jateng Ruang Ekspresi
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?