By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Budaya Desa Bukan Sekadar Warisan, tetapi Bisa Menjadi Kekuatan Masa Depan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
JatengKhazanah

Budaya Desa Bukan Sekadar Warisan, tetapi Bisa Menjadi Kekuatan Masa Depan

Paskah Hariyani
Last updated: 12 Oktober 2026 10:09 10:09
By Paskah Hariyani
7 Min Read
Share
Permukiman desa tradisional dengan rumah beratap rumbia, pepohonan tropis, sawah hijau, dan aliran air.
Ilustrasi permukiman tradisional yang dikelilingi hutan hijau, persawahan, dan aliran air.
SHARE

OPINIJATENG.COM – Ketika berbicara tentang kemajuan desa, perhatian sering kali tertuju pada pembangunan jalan, fasilitas umum, akses pendidikan, hingga pertumbuhan ekonomi. Padahal, ada kekuatan lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, yakni kebudayaan yang tumbuh dan diwariskan oleh masyarakat setempat.

Contents
Desa Memiliki Kekayaan yang Tidak Selalu TerlihatMelestarikan Budaya Tidak Cukup dengan Menggelar FestivalGenerasi Muda Bisa Membawa Budaya ke Ruang DigitalMasyarakat Harus Menjadi Pelaku UtamaKebudayaan Dapat Menjadi Bagian dari Pembangunan DesaMenjaga Budaya Dimulai dari Lingkungan Terdekat

Tradisi, kesenian, cerita rakyat, bahasa daerah, hingga pengetahuan tentang alam merupakan bagian dari kekayaan yang membentuk identitas sebuah desa. Sayangnya, potensi tersebut tidak selalu mendapat perhatian yang sebanding dengan pembangunan fisik.

Di tengah perubahan zaman, kebudayaan desa seharusnya tidak hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu. Lebih dari itu, budaya dapat menjadi sumber gagasan, ruang kreativitas, sekaligus modal sosial untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih berkelanjutan.

Desa Memiliki Kekayaan yang Tidak Selalu Terlihat

Setiap desa mempunyai karakter dan cerita yang berbeda. Ada yang dikenal melalui kesenian tradisional, ada yang mempertahankan ritual adat, sementara desa lainnya memiliki pengetahuan lokal tentang pertanian, kuliner, kerajinan, atau pengelolaan lingkungan.

Kekayaan tersebut sering kali diwariskan melalui praktik sehari-hari. Pengetahuan orang tua tentang musim tanam, keterampilan pengrajin, hingga cerita para sesepuh menjadi bagian dari proses panjang pembentukan identitas masyarakat.

Namun, karena dianggap sebagai sesuatu yang biasa, sebagian potensi budaya justru luput dari perhatian generasi penerus.

Padahal, ketika didokumentasikan, dikembangkan, dan diperkenalkan secara tepat, kekayaan tersebut dapat menjadi sumber pembelajaran yang berharga. Masyarakat tidak harus menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru untuk menunjukkan kreativitasnya. Mereka dapat memulainya dari pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki.

Melestarikan Budaya Tidak Cukup dengan Menggelar Festival

Penyelenggaraan festival, pertunjukan seni, dan perayaan tradisi memang dapat membantu memperkenalkan kebudayaan kepada masyarakat luas. Akan tetapi, pelestarian budaya tidak seharusnya berhenti setelah panggung dibongkar dan kegiatan selesai.

Hal yang lebih penting adalah memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan di balik tradisi tersebut tetap diwariskan.

Anak-anak muda, misalnya, perlu mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari seniman, perajin, pelaku adat, dan orang-orang yang menguasai pengetahuan lokal. Dengan begitu, kebudayaan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi pengalaman yang dapat dipahami dan diteruskan.

Dokumentasi juga memiliki peran penting. Cerita lisan dapat direkam, proses pembuatan kerajinan dapat difilmkan, sedangkan sejarah desa bisa ditulis berdasarkan penuturan warga dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Langkah sederhana tersebut membantu mengurangi risiko hilangnya pengetahuan ketika para pewaris tradisi tidak lagi mampu meneruskannya.

Generasi Muda Bisa Membawa Budaya ke Ruang Digital

Perkembangan teknologi menghadirkan peluang baru bagi masyarakat desa untuk memperkenalkan kebudayaannya. Media sosial, video pendek, podcast, dan situs digital dapat menjadi sarana untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Tradisi lokal, misalnya, dapat diperkenalkan melalui cerita tentang makna di balik sebuah upacara. Kerajinan tangan bisa ditampilkan melalui video proses pembuatan, sementara kuliner tradisional dapat diangkat bersama kisah asal-usul dan pengetahuan yang menyertainya.

Pendekatan semacam ini memungkinkan budaya lokal hadir dalam kehidupan generasi muda tanpa harus kehilangan konteksnya.

Meski demikian, popularitas di media sosial bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Informasi yang disampaikan perlu tetap akurat, menghormati masyarakat pemilik tradisi, dan tidak menghilangkan makna budaya hanya demi mengejar jumlah penonton.

Teknologi seharusnya membantu memperluas pemahaman, bukan sekadar menjadikan kebudayaan sebagai bahan konten sesaat.

Masyarakat Harus Menjadi Pelaku Utama

Direktorat Jenderal Kebudayaan pernah mengangkat pendekatan tersebut melalui Program Pemajuan Kebudayaan Desa pada 2021. Program ini dirancang untuk mendorong inisiatif pemajuan kebudayaan melalui pemberdayaan desa, dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam pengembangan kebudayaan.

Gagasan dasarnya relevan untuk terus diperhatikan: desa bukan hanya tempat penyimpanan warisan budaya, melainkan ruang hidup tempat kebudayaan tumbuh dan berkembang.

Karena itu, program pelestarian sebaiknya disusun dengan mendengarkan kebutuhan masyarakat. Warga perlu dilibatkan sejak proses pemetaan potensi, penentuan kegiatan, hingga evaluasi manfaatnya.

Dukungan terhadap pelaku budaya juga tidak cukup hanya berupa kegiatan seremonial. Akses terhadap pelatihan, dokumentasi, ruang pertunjukan, jejaring, dan peluang pengembangan karya dapat membantu menjaga keberlangsungan aktivitas budaya.

Pendekatan ini sekaligus membuka peluang agar manfaat kegiatan kebudayaan dirasakan lebih luas oleh masyarakat setempat.

Kebudayaan Dapat Menjadi Bagian dari Pembangunan Desa

Kebudayaan dan pembangunan ekonomi tidak harus berjalan sendiri-sendiri. Jika dikelola dengan memperhatikan kebutuhan warga, potensi budaya dapat membuka peluang usaha dan aktivitas produktif.

Kerajinan tradisional, kuliner khas, pertunjukan seni, hingga kegiatan wisata berbasis pengetahuan lokal dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi masyarakat.

Namun, pengembangan tersebut perlu dilakukan secara bijak. Tradisi tidak semestinya diubah secara berlebihan hanya untuk memenuhi selera pasar. Hak masyarakat pemilik budaya, kelestarian lingkungan, serta pembagian manfaat ekonomi perlu menjadi pertimbangan utama.

Dengan perencanaan yang tepat, kegiatan ekonomi dapat mendukung keberlanjutan budaya. Sebaliknya, kebudayaan juga dapat memberi karakter yang membedakan sebuah desa dari wilayah lainnya.

Artinya, kemajuan desa tidak semata-mata diukur dari perubahan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mempertahankan identitas sambil menjawab kebutuhan zaman.

Menjaga Budaya Dimulai dari Lingkungan Terdekat

Upaya memajukan kebudayaan tidak harus selalu menunggu program besar. Sekolah dapat mengenalkan sejarah dan tradisi setempat, komunitas bisa mengadakan ruang belajar lintas generasi, sedangkan pemerintah desa dapat membantu mendokumentasikan pengetahuan yang dimiliki warganya.

Keluarga juga memiliki peran penting dengan memperkenalkan bahasa daerah, cerita rakyat, makanan tradisional, dan kebiasaan yang memiliki nilai positif kepada anak-anak.

Langkah-langkah tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan budaya dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, tantangan terbesar bukan sekadar bagaimana mempertahankan sesuatu dari masa lalu, melainkan bagaimana membuatnya tetap bermakna bagi kehidupan hari ini.

Desa akan memiliki bekal berharga untuk menghadapi perubahan apabila masyarakatnya mengenali potensi sendiri, memberi ruang kepada generasi muda, dan mengembangkan kebudayaan tanpa melepaskan akar sejarahnya.

Sebab, budaya bukan hanya tentang apa yang diwariskan oleh leluhur. Budaya juga tentang apa yang dipilih untuk dirawat, dikembangkan, dan diteruskan kepada generasi berikutnya

You Might Also Like

Telinga Berdenging? Kenali 5 Penyebabnya
Duduk Bersama, Solusi Relokasi Pasar MAJT Tenangkan Pedagang
Kambing Perah, Unggulan Program Rawa Cinde Farm Terbukti Buka Peluang Usaha
Peringatan HPN 2022, Amir Machmud NS: Menjadi Wartawan Tak Cukup dengan Kapasitas Teknis
Dandim Purbalingga Rayakan Natal Berbagi Kasih dengan Warga Panti Wreda
TAGGED:budaya desabudaya lokalgenerasi mudakebudayaan Indonesiapelestarian budayapembangunan desatradisi lokal
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Ilustrasi seekor kancil, kerbau, dan buaya dalam cerita anak berlatar hutan hijau dan sungai. Bukan Sekadar Dongeng, Kisah Si Kancil Bisa Jadi Pintu Masuk Anak Mengenal Budaya Nusantara
Next Article Ilustrasi seseorang menggunakan ponsel dan laptop dengan simbol gembok digital untuk menggambarkan keamanan data. Laptop dan HP Bisa Jadi Pintu Kebocoran Data, 7 Kebiasaan Digital Ini Perlu Diwaspadai
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Pemandangan hutan tropis hijau yang lebat dengan pegunungan berkabut sebagai ilustrasi lingkungan hidup.
Hutan Lestari, Warga Sejahtera: Mengapa Menanam Pohon Saja Tidak Cukup?
Environment Jateng
Ilustrasi rumah pintar dua lantai dengan router WiFi yang terhubung ke lampu, kamera keamanan, laptop, ponsel, dan perangkat elektronik.
Teknologi Digital Bukan Sekadar Tren, Ini Cara Masyarakat Bisa Mengubahnya Menjadi Peluang
Electronics Jateng
Sejumlah pekerja mengenakan seragam biru sedang merakit dan memeriksa papan sirkuit elektronik di jalur produksi pabrik.
Industri Elektronika Indonesia Tumbuh 9,20 Persen, Peluang Kerja dan Usaha Lokal Jadi Sorotan
Electronics Jateng
Ilustrasi dapur modern dengan kulkas dua pintu, mesin cuci, pengering pakaian, microwave, dan AC.
Jangan Asal Beli Barang Elektronik! Hal Ini Wajib Dicek agar Uang Tidak Terbuang
Electronics Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?