OpiniJateng.com – Bahasa daerah bukan sekadar warisan masa lalu. Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jawa Tengah 2026, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mengajak generasi muda menjaga bahasa Jawa melalui tujuh lomba kreatif. Kegiatan pada 9–11 Oktober 2026 ini melibatkan siswa SD dan SMP dari 35 kabupaten/kota.
Tujuh Lomba Jadi Ruang Ekspresi Generasi Muda
Dari Aksara Jawa hingga Komedi
Peserta mengikuti lomba membaca dan menulis aksara Jawa, mendongeng, berpidato, menulis cerkak, membaca geguritan, nembang macapat, serta komedi tunggal atau ndhagel ijen.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak dapat mengenal bahasa Jawa dengan cara yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya mereka.
Keluarga Punya Peran Penting
Pelestarian bahasa daerah tidak cukup mengandalkan pembelajaran di sekolah. Orang tua dan masyarakat juga perlu membiasakan penggunaan bahasa Jawa dalam percakapan sehari-hari agar bahasa ibu tetap hidup lintas generasi.
FTBI Jawa Tengah 2026 menjadi pengingat bahwa menjaga bahasa daerah dapat dimulai dari rumah, lingkungan sekolah, hingga ruang publik.


