By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Bersabar Kala Penebar Fitnah Terus Menabur Hasutan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Khazanah

Bersabar Kala Penebar Fitnah Terus Menabur Hasutan

Deny Kurniawati
Last updated: 16 Januari 2022 10:58 10:58
By Deny Kurniawati
8 Min Read
Share
Prof Ahmad Rofiq
Prof Ahmad Rofiq
SHARE

OPINIJATENG.COM – “Assalamualaikum,” kata Kang Sakiman kala memasuki gazebo di halaman samping rumah.

“Alaikumussalam,” sapa saya menjawab salam Kang Sakiman.

“Apa kabar Kang Sakiman,” lanjut saya.

“Lama sekali Pak, kita tidak ngobrol bareng. Gegara pandemic Covid-19, meskipun kita bisa berkomunikasi melalui medsos, akan tetapi beda rasa dan gayengnya, jika kita ngobrol seperti ini, apalagi sudah tersaji kacang, ubi dan pisang rebus dengan kopi panasnya,” Kang Sakiman nerocos.

BACA JUGA : Istri Mandiri Suami Tak Perlu Minder

“Silahkan diseruput kopi panasnya Kang Sakiman, mana Kang Konder dan Bang Ardi?” saya mempersilakan.

“Maaf Pak, pagi-pagi, ingin ngudoroso, belakangan ini kok saya terus menerus difitnah, dijelek-jelekin, dan segala macam, sampai-sampai soal jabatan RT yang merangkap wakil ketua takmir saja, juga dipersoalkan.Dan penebar fitnah ini terus menabur hasutan? Rasanya sakit luar biasa. Dan anehnya mereka yang menerima isu-isu murahan dan fitnah keji itu, tidak melakukan tabayun, padahal mereka itu adalah orang-orang hebat dan biasa menasehati orang,” keluhan panjang Kang Sakiman sambil gemetaran.     

“Kang Sakiman, eh silakan Kang Konder, dan Bang Ardi, sekalian dituang kopi panasnya, monggo disambi kacang rebusnya,” saya mengawali.

Kang saya ini bukan orang baik, banyak salah, dan banyak dosa, semoga Allah mengampuni segala dosa saya, tetapi terus berikhtiar untuk menjadi orang baik.

BACA JUGA : Peran Ayah terhadap Karakter Anak, Kebahagiaannya Tergantung pada Keteladananmu

Marilah kita perhatikan bersama kata-kata bijak dari orang-orang yang layak kita tiru dan laksanakan.

“Apabila engkau tidak bisa menghormati seseorang, cukuplah jangan engkau membencinya, apalagi menebar fitnah dirinya, karena fitnah itu lebih keji dari pembunuhan.”

Ungkapan tersebut, boleh menjadi hal biasa yang sering kali Kang Sakiman dan kita dengar.

Sepertinya nasihat sangat bijak yang dengan mudah diterima dan dilaksanakan.

Berbeda halnya, dengan apabila fitnah tersebut terus-menerus “meneror” diri kita, karena dapat dipastikan para penebar fitnah itu, akan terus menebar dan menabur “ranjau-ranjau” fitnah tersebut, kepada siapa pun.

BACA JUGA : 6 Cara Mudah Berlapang Dada Atas Permasalahan yang Terjadi, Begini Penjelasannya

Apalagi jika Kang Sakiman dan kita sebagai korban atau sasaran fitnah, sedang menduduki jabatan tertentu, apakah itu di birokrasi atau bahkan jabatan sosial apa pun, ia akan menebar “bisikan maut”-nya, kepada orang-orang tertentu, yang memiliki otoritas atau wewenang untuk bisa menurunkan atau melengserkan Anda,” Kang Sakiman menarik nafas panjang.

“Saya yakin Kang Sakiman pernah mengalami bagaimana sakitnya menjadi kurban fitnah keji.Jauh lebih sakit daripada dibunuh.”

“Mengapa, karena seseorang yang dibunuh, berarti sudah selesai, atau setidaknya secara fisik-jasmani, tidak lagi mendengarnya. Namun, jika Kang Sakiman diamanati banyak jabatan sosial, maka perasaan sakit itu, akan terus datang setiap saat. Karena itu, jika Kang Sakiman tidak memiliki kekuatan mental dan jiwa yang stabil, maka tidak jarang akan berakhir tragis, karena tidak mampu menghadapinya dengan perasaan dan hati yang ikhlas.”

Saya lanjutkan ya Kang Sakiman: “Tidak heran, apabila Allah ‘Azza wa Jalla memberikan warning/tanbih melalui firman-Nya: “Dan fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan (…wa l-fitnatu asyaddu min al-qatl..)” (QS.Al-Baqarah(2(:191).

BACA JUGA : Ingin Sukses? 5 Orang yang Wajib Ada di Sekitarmu

Pada QS. Al-Baqarah (2): 217, Allah ‘Azza wa Jalla menegaskan: “…Dan berbuat fitnah itu lebih besar (dosanya) daripada membunuh”.

Itulah kutipan penegasan al-Qur’an tentang fitnah. Semoga Kang Sakiman kuat dan sabar menghadapi berbagai sasaran fitnah. 

Seandainya Kang Sakiman terpancing emosi kemarahan yang meluap-luap, maka Kang Sakiman dan mungkin kita sendiri tidak mampu mengendalikan tensi, emosi, dan kemarahan yang meluap-luap, bisa jadi akan bertambah sakit yang menjadi-jadi. Karena emosi dan kemarahan, tidak akan menyelesaikan masalah”.

Maaf Kang Sakiman, ini agak panjang, monggo dinikmati kacang rebusnya.

BACA JUGA : Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 1 Halaman 90, 94, 98, 101, 102 Pembelajaran 6 Sub Tema 2 Pengalaman Bersama Teman

Fitnah itu bisa menimpa siapa saja. Orang yang bersih, dekat, dan bahkan Istri Rasulullah saw saja, Aisyah ra, dapat serangan fitnah yang keji, yang sejarah mencatatnya sebagai hadits al-ifk (berita bohong).

Dalam beberapa Riwayat, dampaknya komunikasi Beliau dengan istri tercinta sempat tersendat. Ada yang menyebut, Beliau meminta pertimbangan dari beberapa Sahabat senior dan tentu tanggapannya berbeda-beda.

Setelah satu bulan lebih, Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan wahyu, QS. An-Nur (24): 11: “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya adzab yang besar”.

“Al-Qur’an memberi tuntunan, dalam menghadapi fitnah atau berita bohong demikian, seharusnya kita menyadari jika itu berita bohong, dianjurkan untuk berhusnudhan pada diri sendiri.”

Allah Ta’ala mengingatkan: “Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata.” (QS.An-Nur(24):12).

Menebar berita bohong, hukumannya sama dengan pelaku qadzaf.

Seperti dijelaskan: “Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Olah karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi, maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta.” (QS.An-Nur(24):13).

“Oleh karena itu, sikap dan Langkah yang penting dipersiapkan:

1). Menghadapi dengan sabar. Kesabaran itu adalah kunci kemuliaan. Hanya diri kita sendiri yang mampu mengendalikan diri kita sendiri.

2). Mendoakan orang yang berperilaku buruk tersebut. Pasti ini sangat berat dan tidak mudah melakukannya.

3). Berbuat baik kepada orang yang menfitnah kita;

4). Berusaha terus  mendekatkan diri kepada Allah SWT;

5). Ridho dan ikhlas menerima kedzaliman;

6). Serahkan semuanya kepada Allah SWT:

7). Muhasabah dan introspeksi diri sendiri;

8). Yakinkan diri Anda bahwa Allah Maha Penolong. Allah tidak sare dan pasti akan memberikan keadilan kepada mereka yang menebar fitnah.

9). Terus bertawakkal kepada Allah ‘Azza wa Jalla”.

BACA JUGA : Hati-hati jika Mata Kena Abu Rokok jangan Langsung Diusap

Kang Sakiman, Kang Konder, dan Bang Ardi, tampak lega, semoga mereka semua sabar, tabah dan kuat menghadapi berbagai macam fitnahan.

Kita tidak perlu berusaha menjadi baik di hadapan orang yang dengki dan hasut kepada kita.

Karena tidak akan mengubah pendirian mereka. Biarkan mereka terus menebar fitnah dan menabur hasutan. Serahkan kepada Allah Yang Mengadilinya. Allah a’lam bi sh-shawab.
 
 
[1] Prof. Dr. Ahmad Rofiq, MA. Wakil Ketua Umum MUI Jawa Tengah, Guru Besar Pascasarjana dan FSH UIN Walisongo Semarang, Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah, Ketua DPS Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, Koordinator Wilayah Indonesia Tengah MES Pusat, dan Anggota Dewan Penasehat IAEI Pusat.***

You Might Also Like

4 Keutamaan Memiliki Anak Perempuan, Perlu Diketahui Orang Tua
Dawet Ayu, Minuman Melegenda Bagus Penjualnya
Lakukan Otopsi, Polisi Tegaskan Kerangka yang Ditemukan di Kendal Laki-laki
Idul Kurban Boleh Menyembelih Ayam, Ini Kata Gus Baha
5 Alasan Pepaya Dijuluki Malaikatnya Buah
TAGGED:berita bohongBersabarfitnahPenebar Fitnah
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 83
Next Article Puisi Rindu Puisi Rindu
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?