By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: DMI dan Pemberdayaan Ekonomi Umat
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
News

DMI dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

Arifin
Last updated: 26 Maret 2022 11:34 11:34
By Arifin
4 Min Read
Share
Prof Ahmad Rofiq
Prof Ahmad Rofiq
SHARE

OPINIJATENG.COM – Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Tengah menggelar gawe besar, Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-5, di Masjid Agung Jawa Tengah, 26/3/2022.

Tema yang diusung cukup strategis “Revitalisasi Fungsi Masjid menuju Pemberdayaan Umat”.

Hadir Sekjen Pengurus Pusat DMI Dr. H. Imam Addaruqutni, MA., Ketua PW. DMI Jawa Tengah, Drs. KH. Achmad dan Ketua Umum MUI Jawa Tengah.

Muswil diikuti seluruh peserta Pengurus Daerah DMI Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

BACA JUGA: Ramadhan Bulan Kendali Nafsu dan Bahagia

Muswil merupakan forum tertinggi di tingkat provinsi, untuk mengevaluasi pelaksanaan program DMI Provinsi Jawa Tengah oleh pengurus selama lima tahun, membahas rancangan menjadi program selama lima tahun ke depan, dan memilih pengurus baru, untuk diamanati melaksanakan program hasil Muswil ke-5, lima tahun ke depan.

Masjid yang pada awalnya dibangun di atas fondasi taqwa, maka sesuai dengan arti bahasa “masjid” adalah “tempat sujud”, karena itu dapat dipastikan, bahwa yang utama masjid adalah tempat melaksanakan sujud dan ibadah lainnya.

Fungsi penting dan strategis lainnya adalah masjid menjadi sentra pembinaan pemahaman dan pengamalan agama secara moderat (wasathiyah), dan pemberdayaan umat.

BACA JUGA: Menantikan Wisata dan Kuliner Halal di Kota Semarang

Islam mengajarkan bagaimana masjid mampu memakmurkan jamaahnya, melalui pembekalan keterampilan usaha (bussiness skill), agar mampu meniru Nabi Muhammad saw di masa mudanya menjadi pedagang yang sukses.

Rasulullah saw bersabda: “‘Alaikum bi t-tijârah fa inna fîhâ tis’atu a’syâri r-rizqi” artinya “Berdaganglah kalian karena di dalamnya 9/10 jalan rizqi”.
      
Lebih dari itu, Rasulullah saw juga menjanjikan, para pedagang yang jujur kelak akan dikumpulkan bersama para syuhada’, orang-orang yang jujur (ash-shâdiqîn).

Karena itu menjadi program dan prioritas yang sangat strategis, apabila para jamaah melalui DMI Provinsi Jateng akan mampu melaksanakan program pemberdayaan ekonomi umat.

BACA JUGA: Kejaksaan Negeri Banjarnegara Berikan Penyuluhan Hukum Melalui Program Jaksa Menyapa, Begini Selengkapnya

Islam melalui Rasulullah saw mendefinisikan “kaya (al-ghinâ) bukanlah karena kaya harta, akan tetapi kaya adalah kaya jiwa/hati”.

Karena itu apabila jamaah masjid itu kaya namun hatinya bergantung di masjid (qulûbuhum mu’laqûna bi l-masâjid), adalah menjadi idaman generasi khaira ummah.

Sudah barang tentu kaya yang kekayaan dan cara memperolehnya didapatkan dengan dan dari usaha yang halal.

Apabila umat yang berbasis masjid itu kaya, maka secara perlahan, akan menjadi kekuatan umat baru yang mengesankan dan mempunyai posisi tawar (bargaining position) yang kuat.

Implikasi ikutannya adalah, pajak dan zakatnya untuk negara dan masyarakat juga meningkat, maka akan menjadi pendorong dan sekaligus motivasi kepada jamaah dan umat yang lain, untuk lebih giat berikhtiyar melalui usaha dagang sesuai dengan keterampilan yang dimiliki masing-masing umat.

Muswil ke-5 ini diharapkan bisa mampu merumuskan program dan memilih pengurus yang memiliki kompetensi, waktu, jaringan kemitraan yang kuat, agar keberadaan DMI yang sesungguhnya lebih dahulu lahir daripada Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena ikut membidani kelahirannya, makin dikenal, dicintai, dan diharapkan keberadaannya, dan dirasakan manfaat dan keberkahannya.

Allah a’lam bi sh-shawâb.

Muswil DMI di Masjid Agung Jawa Tengah, 26/3/2022.

*) Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA. Guru Besar UIN Walisongo Semarang, Ketua II YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Semarang, Direktur LPH LPPOM-MUI Jawa Tengah, Ketua DPS RSI Sultan Agung Semarang.***

You Might Also Like

Pantura hingga Wilayah Pegunungan Jateng Waspada Bencana
Tebing Longsor di Banjarnegara, Memakan Korban Jiwa 3 Meninggal 1 Luka
Ridwan Kamil Siap Maju Dikancah Politik 2024, Pantang Tolak Momentum yang Datang
Senator RI Asal Jateng Abdu Kholik Sayangkan Kinerja DPD Luput dalam Sidang Nota RAPBN
Peringatan Hari Persaudaraan Internasional
TAGGED:DM JatengImuswil DM JatengProf Ahmad Rofiq
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Ramadhan Bulan Kendali Nafsu dan Bahagia
Next Article Prof Ahmad Rofiq terpilih sebagai ketua DMI Jateng yang Baru
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi pemuda dan tokoh acara memegang bola sepak di atas panggung dengan pertunjukan seni tradisional dan lampu warna-warni.
Bukan Sekadar Panggung Hiburan, Anak Muda Butuh Ruang untuk Mengubah Ide Menjadi Peluang
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari jaran kepang mengenakan kostum tradisional merah dan emas sambil menari dengan properti kuda kepang di panggung festival.
Festival Budaya Jangan Cuma Ramai Pengunjung, Seniman dan UMKM Juga Harus Diuntungkan
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari tradisional mengenakan hiasan kepala berwarna emas dan membawa selendang kuning dalam pertunjukan budaya.
Budaya Lokal Bukan Sekadar Tradisi, Ini Peluang Besar bagi Ekonomi Kreatif dan Generasi Muda
Culture Jateng
Ilustrasi parade Cap Go Meh dengan peserta berbaju merah mengarak hiasan ritual di bawah deretan lampion merah.
Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival Lampion, Ada Jejak Akulturasi Budaya yang Hidup di Indonesia
Culture Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?