18 April 2026 06:22

Kisah Ibu Masri yang Berduka, Banjir Rob Menghantam Habis Rumahnya

0
Banjir / Dokumen Pribadi

Banjir / Dokumen Pribadi

OPINI JATENG – Kisah Ibu Masri yang berduka karena banjir rob menghantam habis rumahnya. Beberapa hari lalu, tepatnya 24 Mei 2022. saya menemui seorang ibu bernama Masri di Sarang. Masri adalah warga Desa Gondanrojo, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang.

Masri terlihat masih berduka ketika rumahnya hanya tertinggal rangkanya saja. Seluruh aset yang dimilikinya hancur diterjang banjir rob yang tiba-tiba saja menerjang pada Senin, 23 Mei 2022 lalu. Kisah Ibu Masri yang berduka karena banjir rob menghantam habis rumahnya.

Saat itu dia sedang mengantar anaknya yang masih TK ke sekolah.
Sekitar pukul 10.00 WIB, tiba-tiba saja ombak setinggi kurang lebih dua meter disertai angin yang kencang menghantam rumah warga sepanjang pantai utara, salah satunya desa Gondanrojo ini.

BACA JUGA: DMI, Ibadah Kurban, dan Wabah PMK?

Ternyata kejadian yang sama juga terjadi di desa yang lain seperti, Desa Sarang, Bulu, Boncong, Tambakboyo, dan Jenu. Bahkan kota Tuban juga tidak luput dari incaran ombak yang mengganas. Walaupun dengan ketinggian yang berbeda.

Saat yang sama, saya pun bertemu dengan Juri Al Sumantri, salah satu dari guru SMP NU Bancar yang datang ke lokasi satu hari kemudian setelah kejadian. Putri Ibu Masri yang pertama, Siti Khoirun Nisak adalah salah satu siswinya.

Di saat yang sama pun, hadir beberapa wali murid dari siswa siswi TK yang sama.
“Kejadiannya begitu cepat, rumah diterjang ombak timur. Rumah yang utara roboh dan isi rumah hanyut dibawa arus gelombang menuju barat,” kata Juri Al Sumantri.

BACA JUGA: Kawah Putih Bandung Selatan Butuh Perhatian, Prof Ahmad Rofiq: Infrastruktur Diutamakan

Banjir rob ini, merupakan banjir air laut kesekian yang terjadi di daerah dekat pantai, tetapi kejadiannya tidak seganas kemarin. Para nelayan menyebutnya “Timuran”.

“Timuran, itu biasanya terjadi kalau padang mbulan (pada saat bulan keadaan terang),” jelas Tian, salah satu warga Desa Bulu dan wali murib di sana.

“Timuran itu angin dari timur yang menimbulkan gelombang pasang dan menyebabkan daratan tersapu ombak besar,” ujar Juri menambahkan.
Selain mengajar di SMPNU Bancar, Juri juga berprofesi sebagai nelayan kalau sedang tidak ada jadwal mengajar.

Untuk sementara ini, keluarga Masri masih menumpang di rumah saudaranya. Tidak hanya rumah Masri yang rusak total akibat bencana ini, tetapi juga para tetangga. Ada yang rumahnya rusak total, ada yang rusak sebagian saja.***

Ditulis oleh Fatimah, ibu rumah tangga yang sedang belajar menulis dan peserta Kelas Artikel Reportase Bestie_belajar nulis cerita fiksi. Jika ingin belajar menulis fiksi dan bergabung kelas Bestie bisa menghubungi bit.ly/Sariagustia.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *