Kenaikan Harga Bahan Bakar di Sydney, Australia
Harga bensin pada tanggal 24 May 2022 untuk Coles express di Sydney, Australia. Sumber: Foto pribadi
OPINIJATENG.COM – Ketika harga bahan bakar melonjak pada bulan Maret 2022, pemerintah federal menggunakan anggaran pra-pemilihan umum untuk memangkas cukai bahan bakar sebesar 22 Sen per liter untuk mengurangi tekanan pada anggaran rumah tangga, seperti dilansir dari jurnal pada laman budget.gov.au.
Penyesuaian ini berlaku dimulai dari 30 March 2022 (12.01am) hingga 28 September 2022 (11.59pm), terkecuali untuk bahan bakar pesawat terbang. Diharapkan dengan kebijakan ini setiap rumah tangga di Australia yang memiliki setidaknya satu kendaraan akan menerima manfaat rata-rata sekitar A$300 selama periode enam bulan tersebut.
Dari sumber lain, Grattan Institute, banyak ahli ekonomi menentang kebijakan pemotongan cukai bahan bakar tersebut. Menurut mereka, keringanan cukai bahan bakar selama enam bulan ini diperkirakan akan membebani anggaran federal sebesar A$3 miliar dalam bentuk pendapatan yang hilang.
BACA JUGA:Musim Hujan Tiba, Warga Puri Bintaro Tangerang Selatan Waspada Banjir
Dilansir dari news.com.au, Walaupun pemerintah federal telah mengambil kebijakan ini, tetapi harga bensin tetap mengalami peningkatan yang tidak sedikit. Konflik di Eropa timur, permasalahan di rantai pasokan, dan perilaku predator pemasok minyak internasional dianggap sebagai penyebab utama kenaikan tertinggi harga bahan bakar pada bulan Maret 2022.
Berdasarkan laporan Australian Institute of Petroleum, harga bahan bakar kembali naik di Australia, dengan harga rata-rata di atas A$199 sen per liter (atau setara dengan Rp 20.624,36 – nilai tukar tanggal 22 Mei 2022) untuk bensin tanpa timbal (unleaded petrol) hampir di semua negara bagian.

(untuk periode 16-22 Mei 2022) /Australian Institute of Petroleum
BACA JUGA:Hati-Hati Jangan Sembarangan Cover Lagu, Denda Besar Menanti!
Berdasarkan penemuan finder AU, biaya perumahan adalah beban pengeluaran terbesar bagi rumah tangga, dengan 35% penduduk Australia menempatkan biaya sewa rumah atau pinjaman pembelian rumah di urutan pertama. Bahan makanan (31%) dan bahan bakar (26%) berada di urutan kedua dan ketiga, diikuti oleh tagihan energi – listrik dan gas (21%).
Walaupun secara proporsi, bahan bakar menempati urutan ketiga pengeluaran terbesar dalam anggaran rumah tangga di Australia, jika dibandingkan dengan biaya sewa rumah, pinjaman pembelian rumah atau bahan makanan, posisi bahan bakar ini termasuk penting/vital karena termasuk produk yang sulit didapatkan bahan penggantinya.
Penulis mewawancarai tiga warga negara Indonesia yang saat ini sedang menetap di Sydney, Australia. Dalam kesempatan tersebut, penulis menanyakan pendapat mereka mengenai kenaikan bensin saat ini sedang terjadi di Sydney.
“Haduh mbak, mana aku ngerti kayaknya suami yang lebih paham, karena aku kan banyak pake publik transportasi. Kalo suami aku dilihat harganya pakai handphone, dibandingkan dan dicari bensin yang harganya lebih murah.” tutur Meidya Ariandiny, pemilik Beibikyu sambil tersenyum.
“Mengenaskan.” tutur Natasia Soesanto, wanita karir dengan satu anak yang sudah lama menetap di Sydney.
BACA JUGA:Manfaat Senam Pagi bagi Warga yang Minim Risiko
“Sangat kaget. Ternyata dampak perang sungguh terasa. Alhamdulillah sudah beberapa pekan ini WFH jadi tidak terlalu berdampak.” tutur Guntur Dharma Putra, mahasiswa pascasarjana dengan satu anak.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, masyarakat memilih untuk hybrid working model (kombinasi work from office dan work from home) dan transportasi umum sebagai salah satu solusi untuk mengurangi biaya yang perlu dikeluarkan untuk bahan bakar.
Sekedar gambaran jika melakukan perjalanan dengan transportasi umum di negara bagian New South Wales, Australia, biaya yang dikeluarkan oleh masing-masing individu adalah maksimal sebesar A$16.30 per hari atau A$50.00 per minggu jika menggunakan kartu prabayar Opal.
Referensi ilmiah diperoleh dari The Commonwealth of Australia (2022). Fuel excise. [online] pada laman https://budget.gov.au/2022-23/content/factsheets/download/factsheet_excise.pdf [dilansir 26 Mei 2022].
*) Ditulis oleh Arni Ariani, ibu rumah tangga berdomisili di Sydney, Australia, penulis, dan peserta Kelas Artikel Reportase Bestie_belajar nulis cerita fiksi. Jika ingin belajar menulis fiksi dan bergabung kelas Bestie bisa menghubungi bit.ly/Sariagustia.***
