By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Kesadaran Memanfaatkan Transportasi Umum Harus Dibangkitkan, Pergerakan Mobilitas Penduduk dan Kendaraan Pasti Timbulkan Problema
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Gagasan

Kesadaran Memanfaatkan Transportasi Umum Harus Dibangkitkan, Pergerakan Mobilitas Penduduk dan Kendaraan Pasti Timbulkan Problema

Dwi Widiyastuti
Last updated: 4 Juli 2022 16:26 16:26
By Dwi Widiyastuti
3 Min Read
Share
Penggunaan transportasi umum
SHARE

OPINIJATENG.COM – Penggunaan transportasi umum identik dengan kaum tak melarat alias kategori captive. Tentu tidak ada pilihan lain.

Kesadaran akan manfaat transportasi umum perlu dibangkitkan. Dimulai dengan adanya putusan politik eksekutif dan legistatif untuk berpihak pada penyelenggaraan transportasi umum.

Dikatakan oleh Sony Sulaksono Wibowo, Juli 2022 bahwa kota adalah tentang perpindahan orang bukan mobil. Urban mobility adalah bagaimana orang dapat berpindah dengan semua pilihan yang ada.

BACA JUGA: Wuquf, Pengampunan Dosa, dan Kemabruran Haji

Mobil bukannya dilarang di perkotaan, tapi prioritas pergerakan kota diberkan pada moda yang paling efisien menggunakan ruang jalan

Terbukti dominasi penduduk perkotaan (urban population) terhadap jumlah penduduk di Indonesia meningkat setiap tahunnya.

Worldometers mencatat pada 2019 jumlah penduduk perkotaan di Indonesia sebanyak 150,9 juta jiwa atau 55,8 persen dari total penduduk Indonesia yang sebesar 270,6 juta jiwa.

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, sebanyak 56,7% penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan tahun 2020.

Persentase tersebut diprediksi terus meningkat menjadi 66,6 persen pada 2035. Bank Dunia juga memperkirakan sebanyak 220 juta penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan pada 2045. Jumlah itu setara dengan 70 persen dari total populasi di tanah air.

Sudah barang tentu untuk menggerakkan mobilitas secara bersamaan dalam waktu bersamaan pasti akan memerlukan fasilitas transportasi umum massal. Jika masing-masing individu mengunakan kendaraan pribadi, tentunya akan menimbulkan kemacetan, peningkatan populasi udara, penggunaan BBM bertambah, tingkat strees warga meningkat. Juga angka kecelakaan juga tinggi.

Kajian Bappenas bersama Bank Dunia (2019), antara lain menyebutkan pangsa angkutan umum Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota-kota lainnya rata-rata kurang dari 20 persen. Kota Jakarta, Surabaya dan Bandung masuk dalam kota termacet di Asia. Kota Jakarta menduduki peringkat 10 dengan 53 persen tingkat kemacetan dibandingkan kondisi normal atau tidak macet di kota tersebut.

Keterbatasan sistem angkutan umum massal menyebabkan kemacetan yang akhirnya berdampak pada kerugian ekonomi. Akibat kemacetan, peningkatan 1 persen urbanisasi di Indonesia hanya berdampak pada peningkatan 1,4 persen PDB per kapita.

BACA JUGA: Wuquf di Arafah untuk Mengenali Diri Sendiri

Kerugian ekonomi akibat kemacetan lalu lintas di Jakarta mencapai Rp 65 triliun per tahun. Pada 5 wilayah metropolitan (Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, Makassar) kerugian mencapai Rp 12 triliun per tahun.

Beberapa sumber menyebutkan belanja transportasi warga dibanding penghasilan bulanan untuk Kota Beijing 7 persen, Paris 3 persen, Singapura ditekan menjadi kurang 3 persen. Sementara di banyak kota metropolitan dan besar di Indonesia rata-rata masih di atas 25 persen.***

You Might Also Like

PT NU Harus Kembangkan Kapasitas Rohani Mahasiswa
Sukses Ibu Rumah Tangga, Mulai dari Pengusaha Brownies hingga Penulis
MTQN dan Resonansi Positifnya?
Ramadhan Membakar Karat dan Dosa
Kamu Perlu Tahu Kenapa Bocah di Dieng Berambut Gimbal
TAGGED:dibangkitkankendaraanKesadaranmemanfaatkan transportasi umummobilitas penduduk
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Wuquf, Pengampunan Dosa, dan Kemabruran Haji
Next Article DPC Permadani Tengaran, Selenggarakan Purwa Pawiyatan Panatacara Tuwin Pamedhar Sabdha Angkatan/Bregada ke-52
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Nasi goreng berbumbu dengan telur mata sapi, irisan cabai merah, daun bawang, dan sambal.
Tak Perlu Timbangan Dapur! Resep Nasi Goreng Takaran Sendok untuk Bekal Sekolah Anak
Banjarnegara News
Sup ayam dengan wortel, kentang, dan sayuran dalam kuah bening hangat
Bingung Masak Apa Hari Ini? 3 Resep Sop Rumahan yang Hemat, Gurih, dan Mudah Dibuat
Jateng News
SD Muhammadiyah Danaraja Sukses Gelar Perjusa di Pinggir Kali, Dusun Balaran Merden, Pembina HW Berharap Anak Pulang Membawa Nilai Kebaikan
Banjarnegara Pendidikan
Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?