MTQ XXIX JATENG: Semarang Siap Cetak Generasi Qurani?
Prof Dr Ahmad Rofiq, MA. Ketua PW Dewan Masjid Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Guru Besar Pascasarjana dan FSH UIN Walisongo Semarang, Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah, Ketua DPS Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, Anggota DPS BPRS Bina FInansia, Koordinator Wilayah Indonesia Tengah MES Pusat, dan Anggota Dewan Penasehat IAEI Pusat.
Oleh Ahmad Rofiq
OPINIJATENG.COM – Tanggal 22-25 Juli 2022 merupakan momentum strategis bagi Kota Semarang – sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah – dalam menyiapkan dan mencetak Generasi Qurani. Karena Kota Semarang di bawah pimpinan Dr. H. Hendrar Prihadi, SE, MM. – yang akrav disapa Mas HEndi — sebagai Walikota-dan Wakil Walikota Bu Ita, menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ ke-XXIX tingkat provinsi. Penulis sendiri, sebenarnya mendapat kehormatan untuk menjadi salah satu ketua Majelis Dewan Juri pada event bergengsi tersebut, namun karena mendapat panggilan Allah ke tanah suci, maka hanya bisa ikut memeriahkannya melalui kontribusi tulisan ini.
Kebetulan, penulis, mendapat amanat dan kehormatan menjadi Dewan Juri pada MTQ Nasional sejak 2012, MTQ Mahasiswa tingkat Nasional, dan MTQ Nasional Korpri yang tahun 2022 ini akan digelar di Provinsi Sumatera Barat sebagai tuan rumahnya awal November 2022, dan insyaa Allah diamanati menjadi Ketua Majelis dalam satu cabang yang dilombakan.
MTQ tingkat Provinsi, dan apalagi Nasional, merupakan momentum strategis dalam menyiapkan dan mencetak generasi qurani. Karena Generasi Qurani di era digital yang membawa disrupsi peradaban dan bergesernya sebagian otoritas keagamaan tradisional, menjadi sangat urgen. Karena itu adalah merupakan conditio sine quanon, moment MTQ tingkat provinsi ini, oleh Pemerintah Kota Semarang, sangat strategis dijadikan momentum untuk menyiapkan dan mencetak generasi qur’ani.
Sejauh ini, tampaknya fasilitasi lebih berfokus pada penyelenggaraan event, dan pemberian hadiah bagi peserta yang berprestasi, misalnya hadiah ibadah umrah bagi mereka yang menyabet kejuaraan. Saya berkeyakinan, ke depan, Pak Wali dan Bu Wawali, dan insyaa Allah akan didukung oleh para Pimpinan Legislatif yang terhormat, akan memfasilitasi anak-anak yang secara ekonomi kurang mampu, namun memiliki kompetensi dan memori untuk menghafal yang kuat, akan difasilitasi biaya mondok di pesantren tahfidh di Semarang.
Jika di Kota Semarang terdapat 16 Kecamatan, dan untuk tahun 2023 misalnya, Pak Wali memfasilitasi biaya mondok untuk paket 3 (tiga) tahun hafalm apakah itu misalnya di Pondok Tahfidh Masjid Agung Jawa Tengah yang tahun ini memulai membukanya, di Pesantren Gus Khammad Ma’shum, atau di Pesantren tahfidh lainnya, jika per-kecamatan 2 calon santri, maka akan bisa menghasilkan 32 hafidh-hafidhah dalam waktu 3 tahun. Jika fasilitasi itu disiapkan untuk paket 5 (lima) tahun, maka akan dihasilkan 32×5= 160 hafidh/hafidhah.
Dalam versi lain, Pemkot Semarang dapat menginisiasi adanya kurikulum tambahan, baik dalam model intra atau ekstra kurikuler, di setiap sekolah, disesuaikan secara berjenjang, maka insyaa Allah, akan lahir generasi yang berbudi pekerti luhur, berkarakter akhlakul karimah, juga akan dapat menjadi generasi masa depan millennial yang berhati qurani. Beberapa sekolah swasta sudah menginisiasi hafalan Al-Qur’an. Misalnya SD Isriati Baiturrahman 1 dan 2, sudah menetapkan bahwa peserta didik yang lulus SD, dipersyaratkan hafal Juz ‘Amma (juz 30) dan didemonstrasikan pada saat wisuda akhirussanah (akhir tahun).

Generasi yang Dicintai
Rasulullah saw: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya (kepada) orang lain” (Riwayat Al-Bukhari). Ini karena Al-Quran adalah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, yang menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah (2): 2). Al-Quran juga diturunkan sebagai obat dan kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, dan kerugian besar bagi orang-orang yang berbuat aniaya (QS. Al-Isra’ (17): 82).
BACA JUGA:Rotasi Jabatan, Kapolda Jateng Pimpin Sertijab Kapolres Kendal, Blora, dan Purworejo
Adalah sangat tepat jika di tengah-tengah era industri 4.0 yang membawa implikasi disrupsi perdaban, di mana hedonisme, materialisme, liberalisme, dan sekularisme merangsek dan bahkan memasuki ruang-ruang yang tak lagi bisa dibatasi (borderless) apabila nilai-nilai Al-Quran yang sarat dengan dasar-dasar pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul, berkarakter, dan berjiwa patriotisme, nasionalisme, dan keberagamaan yang moderat (tawasuth), berimbang (tawazun), keadilan (ta’adul/justice), persaudaraan (ukhuwwah), dan toleransi (tasamuh) yang penuh kasih sayang bagi seluruh penghuni alam raya (QS. Al-Anbiya’ (21): 107) bisa mengisi ruang-ruang hati, fikiran, dan orientasi ibadah di dalam para generasi muda millennial tumbuh dan berkembang menjadi generasi andal masa depan yang akan siap memimpin bangsa ini, yang memiliki integritas pribadi dan tidak silau terhadap godaan materi apalagi korupsi.
Hafidh-hafidhah atau hammalat Al-Qur’an dan rumah tahfidh pertumbuhannya cukup menggembirakan. Penghafal Al-Qur’an di Indonesia, laman republika.co.id (25/11/2010) menyebutkan, adalah yang tertinggi di dunia. Tahun 2010 diperkirakan ada 30.000 orang, tentu dalam waktu 10 tahun, boleh jadi bertambah menjadi dua kali lipat. Sementara Arab Saudi waktu itu, memiliki 6.000 penghafal Al-Qur’an. Meskipun dibanding dengan rasio penduduk Muslim, angka tersebut relatif masih kecil. Rumah Tahdfidh Al-Qur’an yang terverifikasi ada 1.200 orang.
Banyaknya hafidh-hafidhah Al-Qur’an ini tentu merupakan fenomena yang wajib disyukuri, akan tetapi jika perkembangan kajian Al-Qur’an makin intens, apalagi di era digital dan virtual, mereka harus terus menerus aktif dan itens pula dalam mengisi konten-konten moderasi Islam atau Islam wasathiyah, agar mampu menghadapi kompoetisi global, untuk menekan dan mendiseminasi ajaran-ajaran Al-Qur’an dengan pendekatan inter, multi, dan trans-disipliner, dengan corak ilmiah popular, reflektif referensial, agar menarik minat dan menjadi “santapan rohani” generasi millennial tersebut.
Selamat Bermusabaqah dan menikmati Kuliner Aloon-aloon Masjid Agung Semarang, semoga para peserta, dewan juri, panitia, dan tuan rumah Pemerintah Kota dan seluruh warga kota Semarang, mendapat siraman keberkahan dari berkah MTQ XXIX tingkat Provinsi dan Al-Qur’an. Allahumma irhamna bi l-Qur’an wa ij’alhu lana imaman w anuran wa hudan wa rahmah. Allah a’lam bi sh-shawab. ***
Kiswah Hotel Tower 3 Mekah, 21/7/2022.
Prof. Dr. Ahmad Rofiq, MA. Ketua PW Dewan Masjid Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Guru Besar Pascasarjana dan FSH UIN Walisongo Semarang, Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah, Ketua DPS Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, Anggota DPS BPRS Bina FInansia, Koordinator Wilayah Indonesia Tengah MES Pusat, dan Anggota Dewan Penasehat IAEI Pusat.
