By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Ibu Nyai Se-Indonesia Prihatin, Berkumpul untuk Bahas Dinamika Permasalahan di Pondok Pesantren
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Jateng

Ibu Nyai Se-Indonesia Prihatin, Berkumpul untuk Bahas Dinamika Permasalahan di Pondok Pesantren

Dwi Widiyastuti
Last updated: 6 November 2022 19:27 19:27
By Dwi Widiyastuti
5 Min Read
Share
Selamat datang Bu Nyai dari berbagai daerah se-Nusantara di Semarang
SHARE

OPINIJATENG.COM – Ibu Nyai se-Indonesia prihatin atas persoalan yang menimpa Pondok Pesantren akhir-akhir ini.

Melihat barbagai permasalahan yang mendera seperti bullying dan perilaku asusila membuat miris masyarakat.

Model pola asuh yang positif bagi santri harus lebih manusiawi perlu disuarakan Bu Nyai sebagai Ibu santri di Pondok Pesantren.

BACA JUGA: Calon Pengantin dan Pasangan yang Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Sebaiknya Klik Website BP4 Jateng

Kekerasan sebagai persoalan laten seringkali muncul karena pilihan model pengasuhan yang kurang tepat. Padahal pengasuhan menjadi ciri Pondok Pesantren, bahkan hanya Pondok Pesantren yang menyebut pemimpinnya sebagai Pengasuh.

Selain itu, persoalan perilaku asusila pada santri putri. Bu Nyai melihat perhatian publik cenderung kepada pelaku. Pelaku dihujat, pemerintah turun tangan, norma hukum ditegakkan. Ketika pelaku dijatuhi hukuman berat, masyarakat merasa sudah puas.

Padahal yang harus lebih diperhatikan adalah korbannya. Si korban sudah pasti menjadi terganggu kegiatan belajarnya, kacau jadwal ngajinya. Juga menderita tekanan batin alias trauma kejiwaan yang sangat berat.

Pemerintah maupun LSM, sangat terbatas aksesnya memberi advokasi. Satu-satunya pihak yang paling dekat pada masalah tersebut dalam lingkungan tinggal korban yakni pondok pesantren adalah Ibu Nyai.  Pengasuh pesantren putri inilah yang kemudian hadir untuk berusaha mengatasi masalah tersebut sebagai seorang ibu yang berjuang selama dua puluh empat jam sehari, tujuh hari seminggu untuk anak-anaknya dalam hal ini santri-santri putrinya.

Para pengasuh pesantren putri (disebut Bu Nyai) dalam naungan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), yaitu lembaga NU yang mengurusi Asosisasi Pondok Pesantren, akan membahas segala persoalan pesantren putri dan peran Bu Nyai sebagai ulama perempuan dalam acara Silaturahim Nasional Ketiga (Silatnas 3) Bu Nyai Nusantara, di Hotel Patra Semarang, besok Senin hingga Selasa (7-8/11/2022).

  1. Nor Machin Chudlori selaku Ketua RMI PWNU Jateng merasa senang dan terhormat bisa menjadi bagian penyelenggara kegiatan ini.

“Kami mengucapkan selamat datang Bu Nyai dari berbagai daerah se-Nusantara di Semarang,” papar Gus Machin sapaan akrab.

BACA JUGA: Prof Sudarmin Penulis Artikel Etnosains Bereputasi Internasional Terbanyak Dunia, Ini Biografi Karirnya

Ahlan wasahlan atas kerawuhan Bu Nyai yang telah mau meluangkan waktu untuk bersilaturahim. Tentu tidak hanya sekadar bertemu. Selanjutnya harus ada rumusan pemikiran yang memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan pondok pesantren khususnya dibawah naungan Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Silatnas Bu Nyai Nusantara Pertama (2019) di Surabaya yang dilaksanakan oleh RMI PWNU Jawa Timur dan Silatnas Bu Nyai Nusantara Kedua (2021) di Lampung.

Wakil Ketua Panitia Silatnas 3 Bu Nyai Nusantara, Nyai Hajjah Royannach Ahal mengatakan, tanggungjawab mengasuh santri putri jauh lebih berat dari santri putra. Santri putri, ujar Pengasuh Ponpes Putri Permata, Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah ini, punya masalah lebih banyak, dan penanganannya lebih sulit daripada santri putra.

Bu Nyai asal pondok pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon Jawa Barat yang yang akrab dipanggil ning Yannah ini memberi contoh. Ketika terkena perundungan, butuh waktu lama menyembuhkan trauma korbannya.

“Kalo santri putra, ada yang diejek sampai berkelahi, mudah selesai rukun kembali. Sedangkan santri putri, diejek temannya, bisa ngambek tak mau mengaji berhari-hari bahkan memutuskan keluar dari pondok pesantren,” tutur istri Kiai Mujibur Rachman Ma’mun Kajen, Pati ini.

Dia lanjutkan, terkadang ditemukan santri putri melanggar aturan atau nakal misalnya, mengatasinya tidaklah mudah. Bisa tidak mempan ditakzir (diberi sanksi oleh pengurus). Harus memakai pendekatan khusus yang hanya bisa dilakukan oleh wanita kepada wanita, ibu kepada putrinya.

“Santri putri bermasalah di pondok, kerapkali setelah ditelusuri sumber masalah awalnya dari rumah,  karena bapak dan ibunya tidak rukun atau broken home begitu, disitulah kemudian bu nyai ikut serta berperan mengisi kekosongan tsb untuk santri putri yang merasa kehilangan kasih sayang orang tuanya” tutur Yannah usai rapat panitia panitia Silatnas 3 Bu Nyai Nusantara di hotel Pandanaran di Semarang.

Dia beberkan, Silatnas 3 ini juga akan dimeriahkan pameran produk usaha kecil baik berupa makanan, minuman , desain pakaian muslimah dan jilbab hasil karya para pengasih perempuan pesantren atau para Ibu Nyai.

Dari bazar dan exhibition perempuan pesantren tersebut diharapkan akan menjadi awal yang baik sehingga terjalin program berkelanjutan bagi ekonomi kreatif mandiri perempuan pesantren dibawah  naungan RMI NU, sehingga itu dianggap bagian penting untuk penguatan ekonomi kreatif yang perlu dibahas dalam salah satu Halaqoh yang ada dalam rangkaian acara Silatnas 3 Bu Nyai Nusantara.

Demikian  Ibu Nyai se-Indonesia prihatin, berkumpul untuk bahas dinamika permasalahan di Pondok Pesantren.***

You Might Also Like

Berkunjung Ke Museum Wayang, Bupati Banyumas Mainkan Wayang Suket
Polres Magelang Ungkap Kasus Pembunuhan dengan Pelaku Dibawah Umur
Sat Resnarkoba Polresta Banyumas Amankan Pemuda Pemakai Tembakau Sintesis
Berita Gembira, Ganjar Beri Bantuan 2201 Lembaga Agama Senilai Rp107 M
Hendy Larang Warga Semarang Konsumsi Daging RW
TAGGED:dinamika persoalan di Pondok PesantrenIbu Nyaise-Indonesia
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Manajemen Masjid, Nur Khoirin YD: Harus Raker
Next Article Generasi Qurani, Prof Ahmad Rofiq: Mengaji dan Memberkahi
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Seseorang membuang sisa makanan berupa kulit buah dan sayuran ke tempat sampah organik di dapur.
Sisa Makanan di Rumah Bisa Memperparah Krisis Iklim, Ini Cara Sederhana Menguranginya
Environment Jateng
Pemandangan hutan tropis hijau yang lebat dengan pegunungan berkabut sebagai ilustrasi lingkungan hidup.
Hutan Lestari, Warga Sejahtera: Mengapa Menanam Pohon Saja Tidak Cukup?
Environment Jateng
Ilustrasi rumah pintar dua lantai dengan router WiFi yang terhubung ke lampu, kamera keamanan, laptop, ponsel, dan perangkat elektronik.
Teknologi Digital Bukan Sekadar Tren, Ini Cara Masyarakat Bisa Mengubahnya Menjadi Peluang
Electronics Jateng
Sejumlah pekerja mengenakan seragam biru sedang merakit dan memeriksa papan sirkuit elektronik di jalur produksi pabrik.
Industri Elektronika Indonesia Tumbuh 9,20 Persen, Peluang Kerja dan Usaha Lokal Jadi Sorotan
Electronics Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?