17 April 2026 16:38

Nuzulul Qur’an Pesan Penting Ilmu dan Agama, Prof Ahmad Rofiq: Modal Kita di Akhirat

0
Prof Ahmad Rofiq diwawancarai wartawan televisi

Prof Ahmad Rofiq

Oleh: Ahmad Rofiq*)

OPINI JATENG – Benang merah peringatan Nuzulul Quran adalah agar kita mampu mengambil pelajaran dan pemahaman yang bermanfaat bagi perjalanan panjang kita di dunia ini, guna mempersiapkan bekal memasuki kehidupan abadi di akhirat yang dijanjikan Allah, lebih baik dan abadi. Mari kita urai bersama.

Wahyu pertama yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad saw, sekaligus sebagai pengukuhan sebagai Rasul atau utusan Allah, adalah ayat 1-5 QS. Al-‘Alaq.

“Bacalah (wahai Muhammad) dengan (menyebut) Asma Tuhanmu, Yang Menciptakan. Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.

BACA JUGA: Ternyata Masuk Surga Itu Mudah, Simak Penjelasan Prof Imam Taufiq

Ayat-ayat di atas menegaskan bahwa makna membaca yang akan menjadi pembuka jendela dunia, berupa ilmu dan pengetahuan, haruslah ilmu yang didasari dengan basis teologis dan kesadaran akan hadirnya Tuhan di dalamnya.

Ini sekaligus menafikan, sifat dan sikap anti Tuhan atau ateisme. Meminjam bahasa Albert Einstein, ia mengatakan: “Religion without science is blind. Science without religion is paralyzed” artinya “Ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh”.

Pernyataan ini dapat dimaknai bahwa ada dualitas beroposisi biner yang mesti didalami secara simultan. Pertama tentang pentingnya agama untuk melambari ilmu pengetahuan, dan yang kedua perlunya ilmu dalam pengamalan agama.

Dengan tidak terasa puasa Ramadhan 1444 H, sudah memasuki hari ke-17. Biasanya disebut dengan hari awal diturunkannya Alquran (nuzul al-Quran).

BACA JUGA: BI Peduli Mudik, Buka Layanan Penukaran Uang Baru

Puasa diwajibkan pada bulan Sya’ban tahun ke-2 H, sebagaimana diwajibkan kepada umat sebelum umat Nabi Muhammad saw, bertujuan untuk mewujudkan kesalehan ritual dan kesalehan sosial.

Karena jati diri, entitas, serta marwah manusia itu, dapat dirasakan keberadaannya, ketika berhubungan dan memberi manfaat kepada manusia lainnya. Karena itu, Rasulullah saw menegaskan, bahwa “sebaik-baik manusia adalah mana yang paling banyak memberi manfaat kepada manusia lainnya”.

Perkembangan sains (ilmu pengetahuan) dan komunikasi tidak jarang terasa lebih cepat dari adaptasi manusia terhadap berbagai implikasi terhadap berbagai perubahan tersebut.

Era 4.0 yang diidentikkan hadirnya disrupsi peradaban manusia, akibat laju dan cepatnya perkembangan sains dan teknologi, karena banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan oleh robot atau artificial inteleigent atau “kecerdasan buatan) atau apapun namanya, perlu transformasi percepatan sistem teknologinya. Sehingga kekagetan tersebut tidak berlansung lama.

BACA JUGA:LPPOM-MUI Jateng dan Apresiasi Pelaku Usaha

Islam sendiri sangat mengutamakan percepatan dan perkembangan sains dan teknologi, agar hidup manusia bisa  menjadi lebih nyaman, karena hal itulah Rasulullah saw menegaskan: “man arada d-dunya fa’alaihi bi l-‘ilmu wa man arada l-akhirata fa’alaihi bi l-‘ilmu wa man aradahuma fa’alaihi bi l-‘ilmi” artinya “Barangsiapa ingin kehidupan dunianya (nyaman dan sukses) maka baginya wajib berilmu pengetahuan. Barangsiapa menghendaki kehidupan akhirat, maka baginya wjaib berilmu, dan barangsiapa menghendaki kehidupan yang nyaman bagi dunia akhirat, maka wajib baginya berilmu pengetahuan” (Riwayat Ath-Thabrani).

Perintah membaca bisa dimaknai:

Pertama, membaca ayat-ayat Qur’aniyah atau ayat-ayat Al-Qur’an, dan kedua, ayat-ayat kauniyah (kealaman). Ayat-ayat Al-Quran diturunkan oleh Allah kepada Rasulullah saw untuk manusia, sebagai petunjuk (hudan li n-nas) dan orang-orang yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah (2): 2).

Kedua, dengan Alquran manusia dapat membedakan antara yang haq dan yang batil, antara yang benar dan yang salah (QS. Al-Baqarah (2): 185).

BACA JUGA:FAI Unissula Semarang Launching Studio Podcast, Programnya Membahas Beragam Isu, Termasuk Dunia Islam Kontemporer…

Ketiga, dengan Alquran menyadarkan bahwa manusia tidak mampu mendatangkan semisal Al-Qur’an (QS. An-Nisa’ (4): 82).

Keempat, Alquran sebagai wahyu yang mengandung kisah-kisah terbaik sebagai pelajaran berharga (QS. Yusuf (12) 3).

Kelima, Alquran membawa kegembiraan bagi orang-orang yang senantiasa berbuat kebajikan (QS. Al-Isra’ (17): 9).

Keenam, Alquran menjadi panduan untuk muhasabah (QS. Al-Isra’ (17): 14).

Ketujuh, Alquran sebagai pembatas antara orang-orang yang beriman kepada kehidupan akhirat (QS. Al-Isra’ (17): 45).

Kedelapan, Alquran sebagai obat dan kasih sayang bagi orang-orang yang beriman (QS. Al-Isra’ (17): 82).

Kesembilan, Alquran diturunkan untuk memantapkan hati manusia yang mengikutinya (QS. Al-Furqan (25): 32).

Kesepuluh, Alquran sebagai panduan dan petunjuk, agar tidak menjadi orang yang dzalim atau aniaya pada dirinya sendiri dan orang lain (QS. Al-Naml (27): 92).

BACA JUGA:MAKI Apresiasi KPK setelah Jebloskan Rafael Alun Trisambodo alias RAT yang DIDUGA KUAT MALING UANG RAKYAT

Dan masih banyak lagi yang bisa difahami dari informasi tentang penting dan manfaatnya memahami diturunkannya Alquran.

Alquran yang diturunkan selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari, yang merupakan wahyu terakhir, merupakan panduan lengkap bagi kehidupan manusia.

Tentu memerlukan upaya pemahaman dan penafsiran Alquran, oleh para ahlinya, ulama mufassir yang diakui kredibilitas dan sanad keilmuannya, agar tidak terjadi tafsir yang liar dan subyektivitas karena keterbatasan ilmu yang dimilikinya.

Selamat memperingati Nuzulul Quran, semoga kita mampu mengambil pelajaran dan pemahaman yang bermanfaat bagi perjalanan panjang kita di dunia ini, guna mempersiapkan bekal memasuki kehidupan abadi di akhirat yang dijanjikan Allah, lebih baik dan abadi.

BACA JUGA:Djoko Setijowarno: Mudik Naik Motoran Berbahaya, Manfaatkan Moda Transportasi Umum

Allah a’lam bi sh-shawab.
 
*)Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA., Direktur LPH-LPPOM-MUI Jawa Tengah, Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW-DMI) Jawa Tengah (Terpilih, 2022-2027), Guru Besar UIN Walisongo Semarang, Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Rumah Sakit Islam-Sultan Agung Semarang, Koordinator Wilayah Indonesia Tengah PP MES, dan Ketua DPS BPRS Kedung Arto Semarang.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *