By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Ekonomi Islam dan Solusi Resesi, harus Dikembangkan secara Halal (2)
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Ekonomi

Ekonomi Islam dan Solusi Resesi, harus Dikembangkan secara Halal (2)

Dwi Widiyastuti
Last updated: 12 Mei 2023 10:34 10:34
By Dwi Widiyastuti
8 Min Read
Share
pengembangan produk halal, dorongan inovasi dan transformasi ekonomi digital juga tidak kalah penting, termasuk bagi UMKM
SHARE

Oleh Ahmad Rofiq[1]

OPINIJATENG – Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksikan dunia memasuki resesi pada tahun 2023. Hal ini disebabkan karena sebagian besar negara meningkatkan suku bunga secara bersamaan sehingga berimplikasi pada krisis pasar keuangan dan pelemahan ekonomi. Karena sistem ekonomi Islam juga masih belum menjadi sistem ekonomi yang berdiri sendiri, maka resesi dunia akibat sebagian besar negara menaikkan suku bunga, maka berimplikasi pada ekonomi Indonesia.

Bagaimana ekonomi Islam menawarkan konsep dan solusi strategis atas resesi global yang berdampak pada resesi ekonomi Indonesia? Resesi adalah kondisi perekonomian suatu negara menurun dalam jangka waktu lama dan stagnan mulai dari berbulan-bulan hingga tahunan. Hal ini dapat memicu menurunnya seluruh aktivitas ekonomi, mulai dari keuntungan perusahaan menurun, angka pengangguran meningkat, dan investasi melambat. Di antara pemicunya: pandemi Covid-19, tingginya inflasi, dampak perang Rusia-Ukraina, kenaikan suu bunga, dan permintaan menurun sementara suplay melimpah.

BACA JUGA: Boyamin: MAKI Akan Intervensi Judicial Review Pembatalan Kewenangan Jaksa Jadi Penyidik Kasus Tipikor di MK

Islam mempunyai konsep dan menawarkan strategi untuk memberi solusi permasalahan di segala bidang, termasuk mengatasi resesi ekonomi. 1). Ekonomi Islam dibangun atas dasar sektor rill yang berperan penting dalam proses pertumbuhan ekonomi. 2). Penyebaran kekayaan di tengah-tengah manusia dan pengaturan kepemilikan adalah contoh aturan yang digunakan Islam untuk mengatasi masalah ekonomi, agar kekayaan tidak hanya beredar di kalangan orang kaya saja (QS. Al-Hasyr (59):7). 3). Solusi konsep dan akad bagi hasil. Untuk menghindari praktek riba yang cenderung pada sistem flat money. Ini bersifat fluktuatif dan tidak stabil mengakibatkan inflasi dan rentan adanya krisis. Maka dari itu, Lembaga keuangan yang menggunakan sistem pinjaman berbasis bunga akan menghadapi masalah di tengah krisis dibandingkan yang menggunakan sistem Profit and Loss Sharing.

4). Islam juga mewajibkan zakat bagi yang sudah memiliki penghasilan melebihi nishab untuk membayar Zakat, dan menganjurkan Infak, sedekah dan Wakaf (ZISWAF). Ini bisa menjadi solusi ketika terjadi krisis ekonomi. 5). Instrumen Wakaf sudah terbukti dapat digunakan untuk melaksanakan umat kepentinganekonomi umat yang dalam pelaksanaannya biasanya tidak menghasilkan manfaat atau keuntungan. 6). Menabung bisa menjadi solusi dalam menghadapi resesi karena dalam Islam sendiri menabung merupakan hal yang baik dan dalam sumber syariat Islam pun terdapat dalil yang menganjurkan kita untuk menyisihkan sebagian rezeki. Dan tidak berlebih-lebihan dalam melakukan konsumsi dan membeli barang sesuai dengan kebutuhannya, yang berdampak menaikkan inflasi. 7). Menabung juga bisa diformat dalam kafalah atau asuransi. Tentu harus jelas konsep dan implementasinya dan sistem tata kelolanya sesuai syariah.

40% Orang RI Jadi Miskin?

Laman www.cnbindonesia.com merilis headline menarik “Bank Dunia Ganti Data: 40% orang RI Jadi Miskin?” Ini perlu dicermati secara seksama. Jika penduduk Indonesia per 31 Januari 2023: Indonesia: 273,52 juta jiwa, maka 40%x273.520.000 jiwa = 109.408.000 jiwa miskin. Ada perbedaan standar yang berbeda.

BACA JUGA: Koruptor Siap-Siap Dimiskinkan! Surpres RUU Perampasan Aset Diteken Jokowi

Bank Dunia menggunakan paritas daya beli (purchasing power parity) sebesar US$3,20/per-hari, bukan ukuran pemerintah yang digunakan sejak 2011 sebesar US$ 1,9/per-hari. Ternyata standar kemiskinan kita ini separoh di bawah standar Bank Dunia.

Seandainya kita menggunakan standar batasan minimal penghasilan sesuai dengan kepemilikan nishab setara 85 gram emas, maka jika harga emas antam per hari ini (11/5/2023) sebesar Rp. 1,072,000,-, maka nishab 85xRp 1.072.000,- = Rp 91.120.000,-/tahun. Jika angka Rp 91.120.000,-:365 hari = Rp 249.643,00/hari. Atau jika dirata-rata standar kemiskinan adalah yang penghasilannya di bawah Rp 7.489.315,-/bulan. Sementara UMR 2023 Pemprov DKI Jakarta menetapkan gaji UMR Jakarta 2023 adalah sebesar Rp 4.901.798. Sementara pada tahun 2022, UMR Jakarta tercatat sebesar Rp 4.641.854?  Bagaimana di provinsi lainnya? Tentu akan lebih berat lagi?

Salah satu upaya untuk mengatasi resesi adalah perlunya Pengembangan Eko Sistem Halal dan

Ekosistem ekonomi Islam. Merefer pernyataan Wapres RI mengatakan: “Dengan penduduk muslim lebih dari 85%, potensi berkembangnya ekonomi syariah di Indonesia sangat besar. SGIE Report 2022 mencatat, Indonesia meraih peringkat ke-4 dalam Global Islamic Economy Indicator. Oleh karena itu, untuk memperkuat ekosistem ekonomi Islam, pengusaha-pengusaha muslim Indonesia, perlu menyiapkan langkah-langkah strategis. Langkah pertama adalah mendorong pengembangan produk halal, utamanya bagi produk pangan yang dihasilkan UMKM. Kita menargetkan akses UMKM terhadap pasar akan terbuka luas, seiring dengan hadirnya produk yang lebih berkualitas dan kompetitif, Rabu (23/11/2022).

Kedua, pengembangan produk halal, dorongan inovasi dan transformasi ekonomi digital juga tidak kalah penting, termasuk bagi UMKM. Kapasitas UMKM harus terus ditingkatkan melalui pendampingan. Pendampingan dapat mencakup pembiayaan, pertumbuhan usaha, penciptaan lapangan kerja, juga kepemimpinan dan pelibatan perempuan dan kaum muda, dan ketiga, penguatan kerja sama kemitraan. Sinergi dan Kolaborasi. Kemitraan akan mendorong kolaborasi untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan yang kuat, sekaligus menyejahterakan umat.

BACA JUGA: Ekonomi Islam dan Solusi Resesi,harus Dikembangkan secara Halal

Ilustrasi di atas, dapat ditegaskan, bahwa pekerjaan rumah para pengurus DPW IAEI Jawa Tengah masa bakti 2023-2027 sungguh tidak ringan. Bagaimana IAEI terus berupaya menjadikan Ekonomi Islam yang memiliki konsep, karakteristik, dan prinsip-prinsip keterbukaan, kesetaraan, dan keadilan di dalam berekonomi mendapat support dan political-will dari pemerintah.  Tidak ada monopoli, dan boleh melibatkan keterlibatan dan kehadiran negara jika memang dibutuhkan.

Untuk mengatasi dan memberi solusi menghadapi resesi, maka Ekonomi Islam perlu memfokuskan pada pemberdayaan dan pengembangan sektor riil, agar terjadi pemerataan ekonomi umat, pengebangan produk bagi hasil mudharabah, musyarakah, dll, intensifikasi penghimpunan dan pendistribusian zakat, infaq, sedekah dan wakaf serta pemberdayaan kebiasaan menabung (kafalah). Selain itu, pengembangan sistem Ekosistem Halal dan Ekosistem Ekonomi Islam dengan melibatkan kemitraan strategis pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Karena itu diharapkan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Bank Indonesia, Otoritas jasa Keuangan, perlu terus menerus bermitra dengan IAEI, para organisasi profesi lainnya, untuk dapat terus mengembangkan para pelaku UMKM generasi muda, agar mampu melahirkan wirausahawan/wati muda, sehingga fundamental ekonomi syariah semakin kokoh, dan dengan demikian resesi bisa terlewati dengan baik. Allah a’lam bi sh-shawab.

 

[1] Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA., Direktur LPH-LPPOM-MUI Jawa Tengah, Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW-DMI) Jawa Tengah (2022-2027), Guru Besar UIN Walisongo Semarang, Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Rumah Sakit Islam-Sultan Agung Semarang, Koordinator Wilayah Indonesia Tengah PP Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Anggota DPS BPRS Bina Finansia Semarang, Ketua DPS BPRS Kedung Arto Semarang, dan Pengurus Harian Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Pusat.

 

You Might Also Like

Survei Industri Mikro Kecil, Penentu Bangkitnya Keterpurukan Ekonomi di Jawa Tengah
Bazar Sembako Murah SMP N 2 Madukara: Ringankan Beban Masyarakat Menjelang Lebaran
HUT Ke-31, BPR Kedung Arto Resmi Jadi BPR Syariah
Prof Ahmad Rofiq: Plus Minus Basyarnas MUI?
Pakar Transportasi Indonesia Menanggapi Operasi Truk ODOL di Jalan Tol Semarang-Solo
TAGGED:Ekonomiekonomi Islamresesisolusi
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Ekonomi Islam dan Solusi Resesi, harus Dikembangkan secara Halal (1)
Next Article Menanti Nyali untuk Benahi Regulasi Penyeberangan, Djoko Setijowarno: Agar Musibah Tak Lagi Terulang
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ayah dan anak bermain mainan warna-warni bersama di ruang keluarga dengan suasana ceria.
Anak Selalu Ditolong Orang Tua? Kebiasaan Ini Bisa Membuat Kemandirian Anak Sulit Berkembang
Jateng News
Ayah dan ibu mendampingi anak balita bermain warna dan menggambar bersama di meja rumah.
Bukan Cuma Nilai Raport, 5 Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Jadi Bekal Anak Menuju Masa Depan
Jateng News
Kentang goreng berwarna keemasan dengan taburan garam dan rempah, disajikan bersama saus tomat.
Resep Kentang Goreng Krispi Tanpa Tepung, Rahasia Camilan Renyah untuk Temani Waktu Santai
Jateng News
Tumis buncis dengan wortel, irisan sosis, dan cabai merah yang disajikan dalam mangkuk cokelat.
Bingung Menyiapkan Menu Harian? Ini 7 Ide Tumisan Praktis yang Hemat Minyak dan Cocok untuk Keluarga
Jateng News
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?