Curug Pletuk, Serpihan Surga di Selatan Banjarnegara
Salah satu spot foto berlatar Curug Pletuk, curug tertinggi di Kabupaten Banjarnegara/Dedy Purwono
OPINIJATENG.COM-Cuaca tidak begitu cerah pada Minggu pagi, 24 November 2024. Akan tetapi, awan putih yang menggelayut di langit tidak menyurutkan niatku untuk mengunjungi salah satu objek wisata yang ada di sisi Selatan Banjarnegara.
Kulajukan sepeda motor dari Alun-alun Kota Banjarnegara. Ada dua alternatif yang bisa digunakan untuk mencapai destinasi tujuanku hari ini, Curug Pletuk. Ke arah Barat melewati jalur Pagedongan-Kebumen, atau lewat Timur melalui Perempatan Polres Banjarnegara ke Selatan. Kali ini, aku memilih alternatif yang kedua.
Bukan tanpa alasan aku memilih jalur tersebut. Selain secara jarak lebih dekat, kondisi jalan cukup mulus, alasan utama memilih jalur Kelurahan Semarang-Wirasari-Pesangkalan adalah pemandangan sepanjang jalur yang begitu indah.
Di awal perjalanan, kita akan disugi pemandangan pinggiran Kota Banjarnegara dengan jalur yang mulai berkelok dan menanjak. Usai melewati pertigaan Wanasari, Argasoka, kita langsung disuguhi hijaunya hutan yang didominasi pohon damar dan pinus. Dengan pohon-pohon yang begitu tinggi membuat suasana terasa begitu sejuk.
Sampai di pertigaan Wirasari, yang ditandai dengan adanya beberapa warung kopi, kita mulai melihat petunjuk arah berbentuk belah ketupat berwarna hijau. Curug Pletuk, 7 km, begitu yang tertulis di penunjuk arah pertama ini.
Tak jauh dari pertigaan Wirasari, kita akan disuguhi pemandangan perbukitan yang luas membentang. Ada titik semacam gardu pandang, dengan warung kecil dan beberapa Gazebo selepas jalan Wirasari ini. Kita dapat mampir sejenak sambil menyeruput kopi serta mendoan hangat sambil menikmati indahnya pemandangan di sini.
Usai Wirasari, yang masih masuk Kecamatan Banjarnegara, sampailah kita di Desa Pesangkalan, Kecamatan Pagedongan. Ada beberapa pertigaan ketika masuk wilayah Desa Pagedongan. Tetapi tenang, petunjuk arah menuju Curug Pletuk terlihat jelas di setiap persimpangan yang dilalui. Jadi, tidak perlu khawatir tersesat.
Yang perlu diperhatikan saat masuk wilayah Desa Pesangkalan adalah kondisi jalan yang berliku, dengan tanjakan dan turunan tajam. Jadi, pastikan kendaraan dalam kondisi prima, ya! Terutama di tiga kilometer menjelang sampai, jalannya menyempit, aspal banyak mengelupas sehingga perlu konsentrasi tinggi dalam berkendara.
Seusai menempuh jarak sekitar 12 kilometer dengan waktu tempuh 25 menit, sampailah kita di lokasi Curug Pletuk. Gemericik air langsung menyambut kedatangan setiap pengunjung.
Sebelum sampai di curug, tidak jauh dari loket masuk dan tempat parkir, ada kolam renang yang tidak terlalu dangkal. Kolam ini cocok untuk bermain anak-anak.
Sedikit naik, di sisi kiri ada warung dengan menu sederhana, sedangkan di sisi kanan ada warung kopi yang di setting seperti kafe bernama “Gemericik Harmoni.” Di halaman kafe ini, sering ada pertunjukan live musik akustik, terutama saat weekend. Kita dapat memesan kopi robusta asli dari Desa Pesangkalan di sini.
Beberapa anjungan foto berlatar curug juga banyak tersebar di sepanjang tangga naik. Hal ini menjadi surga bagi penyuka fotografi.
Setelah melewati jembatan kayu, sampailah kita di curug tertinggi di Kabupaten Banjarnegara. Saya beruntung, karena debit air pada hari itu sedang bagus-bagusnya. Bahkan, saking derasnya, percikan air dapat menjangkau puluhan meter dari titik jatuhnya air.
Kita dapat memilih menikmati pemandangan air terjun atau mendekat ke titik jatuhnya air. Namun, jika memilih mendekat, risikonya baju akan menjadi basah. Tetapi, bukankah sensasi ini yang dicari tiap berkunjung ke lokasi wisata air.
Dengan air terjun yang tinggi, fasilitas yang cukup memadai, serta ragam aktivitas yang bisa dinikmati, bisa disebut bahwa Curug Pletuk adalah serpihan surga di sisi Selatan Banjarnegara.***
