17 April 2026 19:30

‘Menak Jinggo Mbalelo’ dalam Perayaan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI di Kecamatan Susukan

0
WhatsApp Image 2024-11-30 at 21.15.55

Pertunjukan seni drama tradisional Ketoprak dengan judul "Menak jinggo Mbalelo", yang digelar di lapangan Desa Kedawung, Susukan, Banjarnegara/S_Marzy

OPINIJATENG.COM-Dalam Rangka Memperingati, Hari Guru Nasional (HGN) 2024 segenap jajaran Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, menyuguhkan berbagai kegiatan seperti senam aerobik, dan berbagai kesenian lokal.

Selain kesenian Ujungan, PGRI Cabang Susukan juga menggelar seni drama tradisional ketoprak dengan judul “Menak Jinggo Mbalelo” (Menak Jinggo Memberontak). Acara berlangsung di lapangan Desa Kedawung, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara pada Sabtu, 30 November 2024.

Undangan Tamu yang hadir di perayaan HGN ke 30 dan HUT PGRI ke 79 diantaranya adalah Heling Suhono, M.M, M.Pd Wakil I PGRI Banjarnegara, Korwilcam Susukan, dan PGRI Ranting setempat,serta sejumlah perwakilan dari Sekolah Tingkat PAUD/TK, SMP Negeri, SMU/SMK se Kecamatan Susukan.

Ketua Ranting PGRI Kecamatan Susukan yang merupakan perwakilan juru bicara dari kepanitiaan  Suparmono,S.Pd,  menyampaikan terkait kegiatannya hari ini.

“Kegiatan ini merupakan tahapan terakhir dari PGRI Susukan dalam Perayaan Hari Ulang tahun PGRI yang ke-79. Oleh karenanya, kami mempunyai harapan besar bagi siapapun yang akan menjadi pemimpin di Susukan khususnya bisa tetap, dan melestarikan aset-aset budaya tradisional lokal yang dimiliki, ” ujarnya.

Lebih lanjutnya, Parmono menambahkan, PGRI Kecamatan Susukan memiliki harapan ke depan juga mempunyai tujuan meregenerasi budaya lokal.

“Harapan ke depan PGRI Susukan tetap menggali kandungan kandungan sejarah biar bisa muncul kembali dan bisa di tularkan untuk generasi generasi berikutnya,”kata Pramono.

Ketua I PGRI Banjarnegara, Heling Suhono, M.M., M.Pd., memberikan sambutan dalam pertunjukan seni drama tradisional ketoprak di Susukan/S_Marzy

Hal senada disampaikan oleh Heling Suhono, MM.M.Pd, selaku wakil Ketua I PGRI Banjarnegara, ia sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan PGRI Susukan.

“Hari ini saya memenuhi undangan  dari teman-teman PGRI Cabang Susukan, khususnya ketua Cabangnya. Hari ini kebetulan kita sedang merayakan Hari Ulang Tahun PGRI ke-79 dan Hari Guru Nasional yang Ke-30, maka kedatangan saya juga sebagai bentuk apresiasi  kepada mereka-mereka,”kata Heling.

Lebih lanjut Heling Suhono.MM M.Pd mengatakan dari pengamatannya terhadap PGRI Kecamatan Susukan selalu menampilkan kebudayaan lokal di setiap peringatan HUT PGRI dan HGN.

“Dan ini salah satunya jelas ada guru yang mampu dalam Seni tersebut, artinya banyak yang membidangi dan ini tidak sederhana. Sesungguhnya ini membutuhkan komunikasi, koordinasi,kerjasama antar anggota PGRI, kalau tidak ada pelopornya, tidak ada tokohnya, pertunjukan seperti ini tidak akan bisa berjalan,” tambah Heling.

“Saya yakin, tentunya ini akan menggugah atau memberikan motivasi pada guru guru untuk peduli, terhadap kebudayaan asli kita, yang selama ini sudah tergeser oleh kemajuan teknologi, film film barat.Tapi ternyata ada guru guru hebat yang peduli, melestarikan Ketoprak ini,”ujar Heling lagi.

Hal yang berkaitan dengan Seni Budaya lokal yang di Suguhkan oleh PGRI Susukan, Heling mengatakan bukan hanya melihat sekedar pertunjukan saja.

“Ketika saya tonton ini sangat menarik, dan menghibur minimal bisa menyeimbangkan  otak kanan dan kiri kita yang selalu banyak bekerja dengan otak kananya, “katanya.

Heling Suhono, MM.M.Pd juga menanggapi judul tema pagelaran drama ketoprak Menak Jinggo Mbalelo.

“Ini adalah pesan moral, kalau saya mengikuti alur ceritanya, yang namanya Seni Ketoprak, wayang, ini kan tergantung dalangnya, dalangnya punya visi apa. Pertunjukan ini menggambarkan curahan ketidakpuasan dan kritik pada penyelenggara organisasi seperti saya, tapi intinya ini kritikan yang membangun,” jelas Heling.

“Tentunya kita sebagai pengurus PGRI harus introspeksi, ternyata selama kita menjalankan roda organisasi. Banyak hal yang dianggap oleh organisasi di bawahnya  yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada,itu kita terima karena kita juga bukan orang yang sempurna. Oleh karenanya, kita tidak perlu tersinggung apalagi marah- marah, justru kita berterimakasih dan tentunya untuk introspeksi dan generasi berikutnya untuk bisa memperbaikinya,”lanjutnya.

Heling berpesan untuk Organisasi PGRI dalam proses transisi menuju kepemimpinan baru, yang nantinya akan berganti generasi dan tentunya harus ada Evaluasi.

Dalam kesempatan yang sama Krisno Adi, pengawas Korwilcam Dikpora Susukan kepada opinijateng.com menyampaikan bahwa pagelaran seni ketoprak ini dalam rangka nguri-nguri budaya dan peningkatan karakter melalui tembang-tembang yang dibawakan.

“Untuk pemainnya adalah guru Susukan, 4 orang sudah purna sedangkan lainnya masih aktif. Mereka Latihan sebanyak 4 kali mulai dari jam 10. Kami memberitahu ke dinas bahwa guru-guru tersebut sedang melakukan kegiatan dalam rangka pelestarian budaya,” kata Krisno Adi.

“Mengenai biaya, ini murni dari iuran dari teman-teman. Tak hanya pemain tetapi semua guru se-Kecamatan Susukan ikut nyengkuyung,” tambah Krisno.

Ia berharap dari dinas ada tindak lanjut, misalnya melaksanakan festival atau sekedar diundang saja kami siap.

“Untuk melestarikan budaya tersebut, kami juga berharap ada program dalam setiap gugus melaksanakan kegiatan seperti ini, tak perlu lama-lama hanya sejam seminggu. Kenalkan berbagai tembang macapat, juga belajar tentang karakter. Syukur-syukur itu yang diinisiasi dari dinas, misalnya untuk kegiatan tengah semester, Susukan siap,” pungkasnya.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *