17 April 2026 17:33

3,4 Juta Jiwa Penduduk Jawa Tengah Miskin, Berikut Penjelasan BPS Terkait Katagori Miskin

0
BPS 3

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Ir Endang Tri Wahyuningsih MM menyatakan, bahwa pada September 2024 jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah sebesar 3,4 juta jiwa.

OPINIJATENG.COM – SEMARANG – Sebanyak 3,4 juta jiwa pumlah penduduk miskin di Jawa Tengah pada September 2024. Angka itu turun 300 ribu jiwa penduduk miskin, dibanding pada Bulan Maret 2024 silam.

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Ir Endang Tri Wahyuningsih MM menyatakan, bahwa pada September 2024 jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah sebesar 3,4 juta jiwa.

Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan kondisi pada bulan Maret 2024 yaitu 3,7 juta jiwa.

Hal tersebut disampaikan pada acara rilis Indikator Strategis Jawa Tengah Kamis 15 Januari 2025.

Rilis dilaksanakan di kantor BPS Provinsi Jawa Tengah dengan dihadiri Plh. Sekretaris Daerah Prov Jawa Tengah dan Kepala OPD terkait.

Endang menyampaikan bahwa konsep miskin BPS adalah dilihat dari kemampuan penduduk dalam memenuhi kebutuhan minimum yang untuk memenuhi kebutuhan energi sebesar 2.100 kalori per kapita per hari.

Ditambah dengan kebutuhan pokok bukan makanan seperti sandang, perumahan, dan lain-lain atau lebih dikenal dengan garis kemiskinan.

Dengan angka 3,4 juta jiwa persentase penduduk miskin Jawa Tengah pada September 2024 sudah masuk pada satu digit yaitu 9,58 persen yang sebelumnya berada di atas 10 persen.

Garis kemiskinan Jawa Tengah pada September 2024 sebesar Rp521.093, ini memberikan arti bahwa di Jawa Tengah setiap orang untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya memerlukan Rp521.093.

Jadi bila pengeluaran kurang dari nilai tersebut maka dikategorikan sebagai penduduk miskin.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penurunan jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah terdorong oleh kemampuan masyarakat miskin dalam memenuhi kebutuhan dasar hidupnya baik makanan maupun non-makanan.

Disamping angka persentase kemiskinan yang turun, rata-rata pengeluaran penduduk miskin juga mengalami peningkatan mendekati garis kemiskinan.

Indikator P1 (Kedalaman Kemiskinan) mengalami penurunan dari 1,640 menjadi 1,601 poin.

Hal tersebut mengindikasikan bahwa kemampuan masyarakat miskin semakin membaik dan program pengentasan kemiskinan berjalan dengan baik.

Sementara untuk P2 (Indeks Kedalaman Kemiskinan) yang merupakan indikator untuk menggambarkan ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin, pada September 2024 mengalami penurunan 0,009 point dibandingkan Maret 2024.

Ini menjadi indikasi bahwa pengeluaran antar penduduk miskin di Jawa Tengah semakin rapat.

Dibutuhkan kekonsistenan dari pemerintah daerah dalam mengupayakan pengentasan kemiskinan sehingga diharapkan tren penurunan angka kemiskinan tetap dapat terjaga.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *