By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: LAZISMA MAJT Gulirkan Zakat Produktif untuk 127 UMKM Wilayah Semarang
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Jateng

LAZISMA MAJT Gulirkan Zakat Produktif untuk 127 UMKM Wilayah Semarang

Mar She
Last updated: 16 Oktober 2021 17:00 17:00
By Mar She
3 Min Read
Share
LAZISMA MAJT Gulirkan Zakat Produktif Untuk 127 UMKM Wilayah Semarang (16/10/2021)
SHARE

OPINIJATENG.com-127 orang binaan Lembaga Amil Zakat Masjid Agung Jawa Tengah (Lazisma) menerima dana produktif sebesar Rp 225.750.00 untuk modal usaha. Dana produktif dalam bentuk pinjaman tanpa potongan administrasi dan berbunga.

“Ini merupakan program zakat produktif. Bertujuan merubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat),” kata Ketua Lazisma Dr. H. Wahab Zaenuri, MM usai acara Pembinaan dan Pengguliran Zakat Produktif ke 17 di Aula Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Sabtu (16/10/2021).

Ia menjelaskan, penerima dana zakat produktif dari Lazisma tidak diperbolehkan untuk hal bersifat konsumtif. Namun harus dalam bentuk usaha produktif.

“Penerima dana produktif tanpa potongan administrasi dan bunga, bentuknya pinjaman. Penerima nanti mengembalikan dengan cara mengangsur setiap bulan,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Wahab Zaenuri, penerima dana produktif mayoritas berasal dari jamaah masjid. Hal itu agar, jamaah masjid dapat produktif dalam beribadah dan sejahtera secara ekonomi.

“Untuk pelaku usaha binaan kami minta, agar dalam menjalankan bisnis ditargetkan zakat yang dibayarkan, jangan omzetnya. Kalau zakatnya tinggi, pasti omzetnya juga tinggi. Tapi kalau targetnya omzet, ya zakatnya mengikuti, atau bahkan masuk nisab zakat,” tegasnya.

Koordinator pendistribusian Lazisma, Ahsan Fauzi menambahkan, selain pentasarupan untuk 127 UMKM atau pedagang wilayah Semarang, selanjutnya juga akan menggulirkan bantuan modal UMKM untuk wilayah Kabupaten Demak yang direncanakan dilaksanakan besok tanggal 6 November 2021 mendatang.

“Ada sekitar 20 UMKM di wilayah Demak yang terdiri dari kelompok. Yang pertama kelompok milenial, mahasiswa yang tergabung IMADE Business Centre (Organisasi Daerah Ikatan Mahasiswa Demak) dan satunya kelompok di Desa Kembangan Kecamatan Bonang warga terdampak banjir (Tanggul jebol) yang pernah didatangi tim Lazisma, baksos peduli banjir beberapa waktu yang lalu,”

Sementara itu, Ketua Bidang Ketakmiran PP MAJT KH Hadlor Ikhsan menuturkan, pihaknya mendukung upaya Lazisma dalam meningkatkan jumlah penerimaan zakat dengan penyaluran zakat produktif. Seperti dengan memberikan modal kepada pelaku usaha binaan agar nanti suatu saat menjadi muzakki.

“Ini kita gerakan cinta zakat. Jadi tanpa diminta, disuruh sudah berzakat ke lembaga resmi seperti Lazisma. Karena zakat manfaatnya sangat luar biasa. Bisa untuk membantu sesama yang membutuhkan,” jelasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Ishlah Mangkang Kulon Tugu Semarang tersebut juga mengungkapkan, penerimaan zakat secara nasional belum maksimal. Dari target 300 triliun rupiah baru terkumpul 13 triliun rupiah.

“Nasional setahu saya target sekitar 300 triliun, tetapi baru terkumpul 13 triliun. Ini kenapa? Apa yang wajib zakat tidak zakat atau sudah zakat tapi tidak dicatat,” tuturnya.

Oleh karena itu, KH Hadlor meminta Lazisma mengoptimalkan penerimaan zakat dan melakukan pencatatan secara akurat. Selain itu juga menyalurkan dana zakat, infak dan shodaqoh ke mustahik sesuai dengan regulasi, syar’i dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Penyaluran zakat harus sesuai regulasi, aturan yang ada. Syar’i, sesuai dengan ketentuan hukum fiqih dan NKRI, maksudnya jangan sampai dana zakat yang terkumpul digunakan untuk melawan NKRI,” pintanya.***

You Might Also Like

Muktamar PGIN II, Membuka Mata Hati Mewujudkan Aspirasi
Wabup Bengkalis Pamer Madu Hitam ke Ganjar, Ternyata Lebahnya dari Pati
Pemkot Pekalongan Galakkan Fogging Disinfektan di 35 Ponpes dengan Gandeng CSR
UKW Joglosemar, Cetak Insan Pers Melek Etika dan Skill
Penggalangan Dana GNOTA Demak dan Karanganyar Capai Rp 1 M
TAGGED:127 UMKMLAZISMAMasjid Agung Jawa TengahSemarangzakat produktif
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kunci Halaman Tema 5 Kelas 6 Pembelajaran 3 Halaman 25, 27, 29, 30 Sub Tema 1 Kerja Keras Berbuah Kesuksesan
Next Article OKU Menyiapkan Ulama?
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi pemuda dan tokoh acara memegang bola sepak di atas panggung dengan pertunjukan seni tradisional dan lampu warna-warni.
Bukan Sekadar Panggung Hiburan, Anak Muda Butuh Ruang untuk Mengubah Ide Menjadi Peluang
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari jaran kepang mengenakan kostum tradisional merah dan emas sambil menari dengan properti kuda kepang di panggung festival.
Festival Budaya Jangan Cuma Ramai Pengunjung, Seniman dan UMKM Juga Harus Diuntungkan
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari tradisional mengenakan hiasan kepala berwarna emas dan membawa selendang kuning dalam pertunjukan budaya.
Budaya Lokal Bukan Sekadar Tradisi, Ini Peluang Besar bagi Ekonomi Kreatif dan Generasi Muda
Culture Jateng
Ilustrasi parade Cap Go Meh dengan peserta berbaju merah mengarak hiasan ritual di bawah deretan lampion merah.
Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival Lampion, Ada Jejak Akulturasi Budaya yang Hidup di Indonesia
Culture Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?