By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Unissula Semarang Mengukuhkan Kepala Dinas Kesehatan Gelar Doktor Hukum  
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Jateng

Unissula Semarang Mengukuhkan Kepala Dinas Kesehatan Gelar Doktor Hukum  

Sri Setiyowati
Last updated: 16 Januari 2022 20:51 20:51
By Sri Setiyowati
4 Min Read
Share
Gelar Doktor
GELAR DOKTOR HUKUM:  Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr H Muchammad Abdul Hakam SpPD menerima ijazah doktor ilmu hukum dari Ketua Program Doktor Unissula Semarang Prof Dr Hj Anis Mashdurohatun SH MHum usai ujian terbuka.  
SHARE

OPINIJATENG.COM- Unissula Semarang mengukuhkan gelar doktor setelah Kepala Dinas Kesehatan Semarang dr H Muchammad Abdul Hakam SpPD mempertahankan desertasi, Sabtu, 15 Januari 2022.

Desertasi berjudul “Rekonstruksi Formulasi Kebijakan Malpraktek Medis Dalam Sistem Hukum Indonesia Berbasis Nilai Keadilan” telah berhasil disampaikandi depan tim penguji terdiri Prof Dr H Gunarto SH SE Akt MHum, Prof Dr Hj Anis Mashdurohatun SH MHum, Prof Dr Hj Sri Endah Wahyuningsih SH MHum, Prof Dr Edi Setiadi SH MH, Prof Dr Mahmutarom HR SH MH, Prof Dr Hartiwiningsih SH MHum dan Dr dr Setyo Trisnadi SpKF SH.

“Ke depan kasus dugaan mal praktik banyak terjadi tetapi kebanyakan laporan larinya ke polisi,” kata Hakam yang juga santri alumni Pondok Pesantren Futuhiyyah Suburan Mranggen Demak itu.

Hadir dalam ujian tersebut Pengasuh Pondok Pesantren As-Shodiqiyah, Sawah Besar, Kaligawe KH Shodiq Hamzah dan Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas)  Dr M Shidqon Prabowo SH MH dan tamu undangan.

BACA JUGA: Bersabar Kala Penebar Fitnah Terus Menabur Hasutan

Dalam desertasinya, dokter Hakam mengatakan, malpraktik masih banyak terjadi, baik yang dilakukan rumah sakit maupun dokter.

Menurut Hakam,untuk menyelesaikan sengketa medis antara dokter dan pasien sebagaimana tertuang dalam Pasal 50 Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 tentang malpraktik kedokteran belum sepenuhnya memberikan perlindungan bagi dokter.

Dalam praktiknya penanganan kasus dugaan malpraktik oleh penyidik kepolisian tentunya akan menggunakan tatacara atau prosedur yang ada di KUHAP sebagai acuannya, ini dikarenakan UUPK tidak mengatur bagaimana caranya apabila ada dugaan dokter melanggar pasal-pasal dalam UUPK.

BACA JUGA:Telur Dadar ala Chef Renatta, Simple dan Nikmat

Penelitiannya itu menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode pendekatan yuridis sosiologis.

Penyelsaian masalah penelitian dengan menggunakan data sekunder dan data primer dengan menemukan kenyataan hukum yang dialami di lapangan.

Selain itu metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yakni dimana data yang diperoleh kemudian disusun secara sistematis sehingga akan diperoleh gambaran yang komperhensif, dimana nantinya data akan dipaparkan secara deskriptif.

Adapun tujuan dari penelitian disertasi itu ialah untuk mengkaji dan menganalisis formulasi kebijakan malpraktek medis dalam sistem hukum indonesia belum berbasis nilai keadilan.

“Untuk mengkaji dan menganalisis kelemahan formulasi kebijakan malpraktek medis dalam sistem hukum Indonesia. Untuk merekontruksi formulasi kebijakan malpraktek medis dalam sistem hukum indonesia berbasis nilai keadilan,”kata Hakam.

BACA JUGA:9 Cara Mengetahui Kepribadian Kamu melalui Medsos

Berdasarkan temuan penelitaian disertasi ini, ada beberapa fakta dan masukan.

Dalam praktiknya penanganan kasus dugaan malpraktik oleh penyidik kepolisian tentunya akan menggunakan tatacara atau prosedur yang ada di KUHAP sebagai acuannya, ini dikarenakan UUPK tidak mengatur bagaimana caranya apabila ada dugaan dokter melanggar pasal-pasal dalam UUPK.

Kelemahan dalam kekuranglengkapan dan kekurangjelasan mengenai rumusan malpraktek beserta sanksinya yang tegas, serta pembelokan kearah perbuatan melawan hukum.

Sehingga menurutnya perlu dilakukan rekonstruksi hukum dalam Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran yakni pengertian malpraktik yang terdapat dalam Pasal 1 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 50 mengenai prosedur penyelesaian kasus dugaan malpraktik serta Pasal 66 mengenai syarat pelaporan dufgaan malpraktik.

BACA JUGA:Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 82

Untuk menentukan seorang dokter telah melakukan tindak pidana dalam menjalankan profesinya, para aparatur penegak hukum baik kepolisian (polisi), kejaksaan (penuntut umum), maupun pengadilan (hakim) mutlak diperlukan pemahaman terlebih dahulu mengenai prinsip dasar ilmu kedokteran dan prinsip-prinsip praktik kedokteran Indonesia atau setidaknya melibatkan saksi ahli di bidang kedokteran (pakar kedokteran).

Sehingga tidak mudah menetapkan sebagai pelaku tindak pidana terhadap dokter dalam menjalankan praktik kedokterannya.***

You Might Also Like

Berbaur dengan Warga, Ganjar Ikut Meriahkan Festival Cheng Ho 2022
Gerbang Masuk MAJT Sudah Dibuka, Sempat Ditutup dengan Alasan ini…
Diluar Dugaan! Peserta Membeludak, Petualangan Uji Nyali Off Roader di Banjarnegara
LPPOM-MUI Jateng dan Apresiasi Pelaku Usaha
Sukses Tradisi Balon Udara Wonosobo di Festival Mudik 2025
TAGGED:Kepala Dinas Kesehatan SemarangRaih gelar DoktorUnissula
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Puisi Rindu Puisi Rindu
Next Article Penerapan ETLE Efektif, Polda Jateng jadi Percontohan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?