Dawet Ayu, Minuman Melegenda Bagus Penjualnya

OPINIJATENG.COM – Siapa yang belum pernah mencoba dawet ayu? Minuman khas Banjarnegara yang melegenda.
Minuman dengan cita rasa yang khas dan kesegerannya yang mengoda akan dicari oleh para pengemarnya.
Kenikmatan minuman dawet ayu ini sangat membuat banyak orang ketagihan. Komposisi cendol, kuah santan, siraman gula merah membuat minuman ini layak mendapat anugrah pesona Indonesia minuman terpopuler, tahun 2021.
Ditambah inovasi penyajian yang kekinian. Toping nangka atau durian menambah lezatnya nikmat saat menikmati dawet ayu ini.
BACA JUGA :Hindari Memperoleh Harta dengan Cara Batil
Salah satu depot dawet ayu yang sayang untuk dilewatkan saat berkunjung ke Banjarnegara adalah dawet Yu Par. Dawet ini berada di desa Blambangan yang mempunyai ciri dawet yang kental, legit, dan manis.
“Cendol dawet ini terbuat dari tepung gelang. Hasil dari cendol akan lebih kenyal dibanding dengan tepung beras,” katanya dengan semangat.
Sementara ada juga yang menggunakan pandan sebagai aroma penguat. Seperti dawet ayu milik Wisnu Sapto Nugroho warga kelurahan Argasoka. Dawet yang mempunyai aroma pandan yang kuat, warna cendol yang hijau karena menggunakan daun pandan asli.
Namanya yang memikat dawet ayu, namun penjualnya semua laki-laki. Nama ayu konon dahulu berdasarkan cerita tutur turun temurun.
Sebuah keluarga penjual dawet yang memang diturunkan sampai generasi ketiga terkenal dengan istrinya yang cantik jelita.
BACA JUGA :Ini Pesan Ustadz Adi Hidayat untuk Ibu Hamil supaya Tidak Menyesal
Keterangan Ahmad Tohari budayawan Banyumas nama Ayu juga muncul dari pedagang yang bernama Munarjo. Istri yang cantik sehingga dawet tersebut dinamakan orang dengan dawet ayu. Dahulu mereka tinggal di kelurahan Rejasa Banjarnegara.
Masalahnya mengapa penjualnya sekarang kebanyakan laki-laki alias bagus. Gerobak dawet tergolong besar dan berat. Kebanyakan mereka bedagang berkeliling sehingga kalau yang berjualan perempuan otomatis tidak akan kuat kecuali mempunyai depot warung yang mangkal.
Banyak penjual dawet yang memang bukan berasal dari Banjarnegara. Namun nama dawet ayu sudah menjadi ikon kota kecil yang sejuk dan nyaman.
Pedagang dawet terlihat banyak yang laki-laki. Penjual dawet banyak yang berkeliling dari kampung ke kampung.
Dawet ini akan terus berkembang dan mendunia seiring kemajuan teknologi yang mendunia sehingga tampilan dan cita rasa yang ajeg akan menjadi ciri khas yang tidak ditemukan di tempat manapun. ***
