By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Bahasa Panginyongan Banyumas Raya Warisan Majapahit
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Jateng

Bahasa Panginyongan Banyumas Raya Warisan Majapahit

admin opini
Last updated: 30 Januari 2022 16:20 16:20
By admin opini
2 Min Read
Share
SHARE

OPINIJATENG.COM – Santernya isu pro kontra Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang dikaitkan dengan era Majapahit membuat diskusi tentang Majapahit selalu menarik.

Karenanya Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI), Minggu 30 Januari 2022 menggelar diskusi Sejarah #9 Historia. AGSI bertemakan Budaya Majapahit di Jawa Tengah melalui moda daring zoom meeting.

Kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari seluruh Indonesia itu dipandu Ketua Litbang AGSI Lilik Suharmaji dengan pemateri Ari Burhan dari Jepara dan Heni Purwono dari Banjanegara.

Dalam materinya, Heni mengungkapkan bahwa salah satu budaya Majapahit yang tidak lekang oleh jaman di Banyumas Raya adalah keberadaan bahasa Panginyongan atau yang populer disebut bahasa Ngapak.

“Kosa kata Panginyongan yang dipakai oleh masyarakat Banyumas Raya banyak yang sama dengan bahasa Jawa Pertengahan era akhir Majapahit. Sehingga hal itu menunjukkan jika budaya Majapahit masih eksis di Banyumas Raya” ujar ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Kabupaten Banjanegara itu.

Tak hanya dalam tradisi lisan, tambah Heni, tradisi tulis dalam babad Banyumas juga banyak kosa kata yang sama dengan Pararaton maupun Negara Kertagama sebagai kitab babon era Majapahit.

“Mungkin karena ada istilah Banyumas Raya itu ‘adoh Ratu perek watu’, jauh dari pusat kerajaan dekat dengan gunung gunung, sehingga secara bahasa kita tidak terpengaruh dengan bahasa Jawa baku yang muncul ketika era Mataram Islam dan masih memakai bahasa warisan era Majapahit,” tandas Heni.

Ia menegaskan bahwa bahasa Jawa Panginyongan mustinya dilestarikan, karena selain untuk komunikasi, di dalamnya ada juga watak egaliter, jujur atau ‘blaka suta’ sebagai identitas warga Banyumas Raya yang masih relevan sepanjang zaman.***

You Might Also Like

Puncak HPN PWI Jateng Adakan Khataman Qur’an, Bentuk Kepribadian Wartawan yang Unggul
Pengurus Pokdarkamtibmas dan Da’i Kamtibmas 2022-2025 Kabupaten Semarang Dikukuhkan, Kapolres Berharap Iklim Kondusif dapat Terus Terjaga
Warnai Semangat Sumpah Pemuda dengan Berbagi untuk Kemanusiaan
Fatah Syukur Lantik Badko LPQ Kabupaten Banjarnegara, Pengurus Badko ujung Tombak di Lapangan
Ironi Bus Listrik di Dua Kota Bakal Mangkrak, Alasannya Anggaran lagi Anggaran lagi
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Story Telling untuk Meningkatkan Minat Baca Anak
Next Article Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) memimpin doa dimulainya pembangunan Kantor baru PBNU di Ibu Kota Negara (IKN) yang berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu , 30 Januari 2022 Kantor PBNU Dibangun di Ibu Kota Nusantara, Gus Yahya Izin Ikut Tempati IKN
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Tim pemasaran berdiskusi menganalisis data dan grafik bisnis menggunakan laptop dalam rapat strategi marketing.
Jangan Asal Promosi! Ini Strategi Marketing yang Bisa Membantu Bisnis Lebih Dikenal Pelanggan
Jateng Marketing
Ilustrasi fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik dengan bangunan industri dan cerobong di kawasan hijau.
Sampah Kota Bisa Jadi Listrik, tetapi Mengapa Kebiasaan Warga Tetap Menentukan?
Environment Jateng
Gajah Sumatra bertaring panjang berdiri di tengah hutan tropis yang rimbun.
Hutan Bukit Tigapuluh Bukan Sekadar Rumah Satwa, Masa Depan Masyarakat Juga Dipertaruhkan
Environment Jateng
Sampah plastik dan limbah rumah tangga menumpuk di sepanjang pantai hingga mencemari kawasan laut.
Laut Rusak, Siapa yang Paling Merasakan Dampaknya? Nasib Nelayan dan Masa Depan Pangan Indonesia
Environment Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?