By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Kematian sebagai Sunatulloh, Tanamlah Kebaikan Jangan Pernah Berhenti
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Khazanah

Kematian sebagai Sunatulloh, Tanamlah Kebaikan Jangan Pernah Berhenti

Dwi Widiyastuti
Last updated: 28 Maret 2022 08:56 08:56
By Dwi Widiyastuti
3 Min Read
Share
SHARE

OPINI JATENG.COM – Kematian adalah sebuah akhir kehidupan di dunia. Semua makhluk yang hidup pasti akan mati.

Muslim harus yakin bahwa kematian sebagai hal yang pasti datang kapan saja sesuai yang tertulis taqdir yang telah ditetapkan Allah.

Ternyata  dalam kehidupan muslim dianjurkan untuk tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa. Begitu juga setelah kita mati. Kita mohon pertolongan kepada yang masih hidup untuk mendoakannya.

BACA JUGA : Orang Cerdas Punya Kebiasaan Unik, Ini Faktanya?

Bayangkan saja semua fase kehidupan yang kita lalui membutuhkan pertolongan orang lain.

Sejak kita lahir, anak-anak, dewasa, menikah, sampai kita wafatpun masih butuh pertolongan orang lain.

Dalam hadist menjelaskan tidak ada seorang mayit di dalam kuburnya yang tidak minta tolong. Ibarat orang yang tenggelam di laut ia minta pertolongan.

Kematian adalah sunnatulloh dalam Al-Quran dijelaskan yang berupa informasi yang berbunyi:

 كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ لْمَوْتِ ثُمَّ لَيْنَا رْجَعُونَ

Kullu nafsin żā`iqatul-maụt, ṡumma ilainā turja’ụn

Artinya: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.

Hadist ini menginformasikan bahwa kematian akan datang meskipun berlindung di dalam ruang yang kuat dan terjaga.

Sesungguhnya kematian akan mengejar dan menemui kamu meskipun kamu menghindarinya.

Untungnya kita tidak mengetahui kapan kita akan mati, sehingga tidak menakutkan.

BACA JUGA: Prof Ahmad Rofiq terpilih sebagai ketua DMI Jateng yang Baru

Sebenarnya harta kita pun bisa dibawa mati. Bagaimana caranya? Belanjakan harta kita di jalan Allah. Misalnya sedekah untuk pembangunan untuk masjid, pesantren, kegiatan keagamaan, dan lain sebagainya.

Maka dengan demikian maka harta akan menyelamatkan dan terbawa sampai kita mati.

Cinta apapun di dunia ini akan hilang dan tidak bisa menemani saat kita wafat.

Dunia adalah ladang akherat. Aktivitas di dunia sebaiknya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan orang lain.

Keluarga bisa dibawa menemani untuk di alam kubur. Ajari keluarga kita untuk senantiasa menjalankan semua perintahnya dan mendoakan setiap saat sampai kita wafat. Maka doa-doa mereka akan membantu meringankan siksa kubur kelak.

Orang yang mempunyai ilmu sangat baik jika dimanfaatkan dan diajarkan kepada masyarakat. Hal itu akan menjadi tabungan akherat kelak apabila diamalkan dalam kehidupan.

Semua kebaikan yang dilakukan akan berbalas kebaikan juga. Maka rugi kalau kita tidak menanam kebaikan di dunia ini. Jangan sia-siakan.

Itulah artikel kematian sebagai sunatulloh, tanamlah kebaikan di saat hidup. Inyaa Allah hidup akan berkah,bermakna, dan tentram selamanya.***

You Might Also Like

Gus Baha: Tak Hanya Riba, Islam Melarang Umatnya Melakukan
Doa Mau Makan dan Sesudah Makan serta Adab-adabnya menurut Rasululloh Saw
Baitul Quran Akbar dan Generasi Qurani
Asah Kesabaran Merawat Orangtua
Gejala Omicron yang Sering Dikeluhkan dan Diwaspadai
TAGGED:Kebaikankematianmatisunnahtulooh
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Jokowi Perintahkan Produk UMKM Dimasukkan e-Katalog
Next Article Ganjar Turunkan Tim Gelar Diskusi Dengan Warga Wadas
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Permukiman desa tradisional dengan rumah beratap rumbia, pepohonan tropis, sawah hijau, dan aliran air.
Budaya Desa Bukan Sekadar Warisan, tetapi Bisa Menjadi Kekuatan Masa Depan
Jateng Khazanah
Ilustrasi seekor kancil, kerbau, dan buaya dalam cerita anak berlatar hutan hijau dan sungai.
Bukan Sekadar Dongeng, Kisah Si Kancil Bisa Jadi Pintu Masuk Anak Mengenal Budaya Nusantara
Jateng Khazanah
Naskah kuno terbuka dengan tulisan tangan tradisional dan ornamen berwarna emas, merah, serta biru.
Naskah Kuno Bukan Sekadar Peninggalan Masa Lalu, Ada Pengetahuan Nusantara yang Bisa Kita Gali Kembali
Jateng Khazanah
Ilustrasi prosesi pemotongan rambut anak dalam upacara tradisi ruwatan rambut gimbal dengan pakaian adat Jawa.
Bukan Sekadar Potong Rambut, Ruwatan Anak Gimbal Dieng Menyimpan Pesan tentang Identitas dan Kearifan Lokal
Jateng Khazanah
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?