17 April 2026 12:16

Menag Yaqut: Madrasah sebagai Garda Depan Akselerasi Digitalisasi

0
WhatsApp Image 2022-02-09 at 19.55.43

Menag Yaqut

OPINIJATENG.COM – Menteri Agama (Menag) Yaqut meminta Madrasah harus memulai akselerasi digitalisasi. Madarasah sebagai pilot projek sasaran utama.

Madrasah sebagai garda depan akselerasi digitalisasi harus siap dan memulai program secepat mungkin.

Yaqut berharap Madrasah mampu melaksanakan akselerasi digitalisasi program dengan baik.Sesuai program yang telah dicanangkan oleh kementerian.

Prof Ahmad Rofiq: Puasa, Masjid, dan Pendidikan Anak

Kementerian Agama RI melakukan kick off Program Madrasah Reform, dan dimulainya rangkaian implementasi proyek Realizing Education’s Promise-Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR), tahun anggaran 2022. Kegaitan ini dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas, di Tangerang, Senin 11 April 2022.

Sesuai namanya, program yang digagas Ditjen Pendidikan Islam ini, diperuntukkan guna mereformasi pemerataan layanan dan mutu pendidikan madrasah, secara terus-menerus dan berkesinambungan. Kegiatan yang sudah dimulai sejak 2019 ini, Gusmen sapaan akrab Menag, menyambut baik kegiatan ini.

Menurutnya, REP-MEQR ini proyek yang sangat besar, baik dari sisi target sasaran dan cakupan geografis, maupun kompleksitas program. Oleh karenanya, program ini harus menghasilkan sesuatu yang luar biasa bagi pendidikan madrasah.

Gusmen sapaan akrab Menag, menyambut baik kegiatan ini, Menurutnya, REP-MEQR ini proyek yang sangat besar, baik dari sisi target sasaran dan cakupan geografis, maupun kompleksitas program. Oleh karenanya, program ini harus menghasilkan sesuatu yang luar biasa bagi pendidikan madrasah.

Romo Benny: Bijaklah dalam Bermedia, Seminar Pancasila di UKSW

Gusmen juga menekankan, program ini harus bisa fokus pada akselerasi digitalisasi. Diungkapkan dia, saat ini digitalisasi menjadi kunci penting dalam kehidupan, tak terkecuali di dunia pendidikan. Oleh karena itu, akselerasi digital harus segera dilakukan di madrasah.

”Kita tidak mau madrasah tertinggal dari lainnya. Saya ingin madrasah ini juga diprioritaskan. Nantinya akan mucul talenta digital yang muncul dari madrasah. Yang membanggakan dunia pendidikan, tak hanya untuk madrasah, namun dunia pendidikan secara umum,” terang Gusmen.

Menag juga menekankan terkait tata kelola program. Hal itu dianggap penting, karena bisa menentukan hasil dari program ini.

Dalam menjalankan program ini, kita harus akuntabel. Tidak boleh asal-asalan dan harus berpedoman kepada Good Governance, serta melibatkan SDM yang kompeten dan kapabel dibidangnya,” lanjutnya.

Gusmen juga menggarisbawahi, pentingnya pengayaan narasi moderasi beragama. Baginya, proyek sebesar ini harus memberikan porsi yang cukup terhadap pengajaran moderasi beragama, yang menjadi salah satu prioritas Kemenag.

”Kita tahu belakangan ini semakin banyak perilaku yang seenaknya saja dalam menggunakan agama sebagai landasan, meskipun hal itu tidak benar. Oleh karena itu, program ini sangat penting,” lanjut dia.

Menag juga berharap, proyek ini mampu dipublikasikan dengan baik kepada masyarakat. Sebab, publik berhak tahu atas uang yang digunakan dalam membangun madrasah ini.

Publikasikan kegiatannya. Publikasikan apa yang sudah, sedang dan apa yang akan dilakukan dalam proyek ini. Sampaikan kepada publik, karena kita menggunakan uang rakyat. Semakin dipublikasikan, semakin terjamin dan akuntabel. Sebaliknya semakin tersembunyi akan semakin rawan,” tandas Gusmen.***

 

 

 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *