By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Prof Ahmad Rofiq: Jika Zakat Fitrah Tidak Dibayar Tepat Waktunya, maka Ibadah Puasa Jadi Tidak Sempurna
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Khazanah

Prof Ahmad Rofiq: Jika Zakat Fitrah Tidak Dibayar Tepat Waktunya, maka Ibadah Puasa Jadi Tidak Sempurna

Deny Kurniawati
Last updated: 21 April 2022 08:21 08:21
By Deny Kurniawati
4 Min Read
Share
Prof Ahmad Rofiq
Prof Ahmad Rofiq
SHARE

OPINIJATENG.COM – Prof Ahmad Rofiq, jika zakat fitrah tidak dibayar tepat waktunya, maka ibadah puasa menjadi tidak sempurna.

Orang yang berpuasa dan tidak membayar zakat fitrah tepat waktu, batas akhirnya sebelum dilaksanakan sholat Idul Fitri, maka pahala puasanya akan digantung, dan tidak diberikan (Al-Khaubawy, tt:263).

Bayarlah zakat fitrah sebelum sholat Idul Fitri. jika zakat fitrah tidak dibayar tepat waktu, maka ibadah puasa menjadi tidak sempurna.

BACA JUGA: 5 Cara Menghargai Orang yang sedang Berpuasa

Apa sebenarnya makna dari puasa?

Makna puasa adalah melatih hati, pikiran, dan diri orang yang berpuasa, untuk tidak serakah dan tamak terhadap harta duniawi, meskipun itu miliknya sendiri.

Orang berpuasa, ibarat orang sedang “bertapa brata” untuk menghindarkan diri dari kebutuhan-kebutuhan jasmani secara berlebihan, sebagai olah rasa dan budi, agar bisa menjadi fitri.

Di Indonesia disetarakan dengan 2,5-3,0 kg beras atau senilai dengan itu. Bagi Madzhab Syafi’i. zakat fitrah menggunakan makanan pokok (beras).

Setelah itu datang kepada Rasulullah saw melapor: “Wahai Rasulullah saw, saya lupa membayar zakat fitrah sebelum shalat Id, dan aku membayar kafarat dengan memerdekakan seorang hamba”?

Beliau bersabda: “Wahai Utsman, sekiranya kamu memerdekakan seratus orang hamba, sungguh tidak dapat menyamai pahala zakat fitrah sebelum sholat Id” (Ibid., 265).

BACA JUGA: 7 Jajanan ala Kota Bandung yang Wajib Dicoba, Cocok untuk Buka Puasa

Dengan demikian, dapat ditarik hubungan yang jelas antara ibadah puasa dan zakat, yakni untuk membentuk sifat dan sikap zuhud, tidak materialis, tidak hedonis, dan tidak konsumeristik secara berlebihan terhadap materi.

Manusia yang memikirkan materi (mal jamaknya amwal) artinya menjadi manusia yang cenderung pada fokus kepada harta.

Apabila seseorang tidak dapat menguasai harta, dia akan diperbudak oleh hartanya sendiri.
Inilah fenomena Qarun, sosok manusia yang menumpuk-numpuk harta kekayaan, tanpa mempedulikan kewajiban sosialnya, dan pada akhirnya nanti akan dibelenggu oleh hartanya sendiri.

Seseorang yang berpenghasilan lebih dari 85 gram mas, wajib mengeluarkan zakat sebanyak 2,5% diserahkan kepada amil.

Pada 2021 Baznas mematok besaran nisab sebesar Rp79.738.414,-/pertahun atau setara Rp6.644.868.-/perbulan.

BACA JUGA: 8 Tips Anti Ribet untuk Ibu Pekerja selama Bulan Ramadhan, Terakhir Sering Terlupakan

Zakat mal, diprioritaskan pendistribusiannya untuk memberdayakan ekonomi mustahiq.

Diberikan sebagai modal usaha, syukur ada pendampingan, guna mengawal usaha mereka, agar pada tahun berikutnya, mereka bisa mandiri, dan tidak membutuhkan pemberian zakat lagi.

Karena itu, amil dapat mengalokasikan 75-80 persen zakat mal yang dihimpun dari muzakki, didistribusikan dalam bentuk zakat produktif, agar angka kemiskinan dapat diturunkan atau dikurangi secara signifikan.

Yang jelas, zakat bermaksud menanamkan kesadaran bahwa harta adalah alat atau wasilah bagi manusia untuk mengabdi kepada Allah.

Cinta harta berlebihan dapat menjadi biang dari berbagai macam kekeliruan atau kesalahan.

Dalam bahasa Ulama, “hubb al-mal ra’su kulli khathi’ah”.

BACA JUGA: 5 Tips Semangat Belajar saat Bulan Ramadhan

Ibadah puasa dan zakat merupakan medium (wasilah) untuk melatih seseorang agar tidak mencintai harta secara berlebihan.
Korupsi yang biasanya dilakukan dengan berkelompok, adalah karena akibat dari cinta harta secara berlebihan, sampai-sampai dilakukan dengan cara melawan hukum, menghalalkan berbagai cara, padahal itu bukan miliknya. Allah a’lam bi al-shawab.

Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA adalah Ketua PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Tengah, Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah, Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, Koordinator Wilayah Indonesia Tengah PP Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dan Anggota Dewan Penasehat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Pusat.***

You Might Also Like

Diet dan Atur Pola Makan Bagi Pasien Penyakit Liver
Doa agar Anak Keturunan Rajin Salat
Doa Sebelum Belajar dan Adabnya
Dawet Ayu, Minuman Melegenda Bagus Penjualnya
Pemprov Jateng, Dinkop & UKM, dan Provinsi Halal
TAGGED:ibadah puasaProf Ahmad Rofiqsholat Idsholat Idul Fitrizakat fitrahzakat mal
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article 5 Cara Menghargai orang yang sedang Berpuasa / Canva 5 Cara Menghargai Orang yang sedang Berpuasa
Next Article Prof Ahmad Rofiq: Menjemput Kemuliaan dan Keberkahan Lailatul Qadar 
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Penari tradisional mengenakan busana batik merah saat menampilkan tarian di tengah hutan pinus.
Budaya Lokal Kalah Viral? Saatnya Anak Muda Jawa Tengah Menguasai Algoritma dengan Cerita Sendiri
Gagasan Jateng
Foto ilustrasi seniman muda melukis mural berwarna-warni pada festival seni di ruang terbuka.
Anak Muda Tidak Kekurangan Ide, tetapi Apakah Kota Sudah Memberi Mereka Ruang?
Gagasan Jateng
Foto ilustrasi masyarakat berkumpul dan berdiskusi di pendopo tradisional Jawa dengan ornamen budaya dan alat musik.
Budaya Lokal Tak Cukup Dipentaskan, Anak Muda Perlu Ruang untuk Menghidupkannya
Gagasan Jateng
Foto ilustrasi seorang perempuan berbicara di hadapan peserta pertemuan formal di restoran.
Anak Muda Jangan Cuma Didengar, Saatnya Dilibatkan dalam Menentukan Masa Depan Kota
Gagasan Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?