By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Ustadz Das’ad Latif Soroti Orang Sudah Sholat tapi Tetap Berbuat Maksiat, Ini Jawabnya
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Banjarnegara

Ustadz Das’ad Latif Soroti Orang Sudah Sholat tapi Tetap Berbuat Maksiat, Ini Jawabnya

Mar She
Last updated: 26 April 2022 17:14 17:14
By Mar She
4 Min Read
Share
Ustadz Das'ad Latif saat memberi ceramah ba'da subuh di Masjid Agung Jawa Tengah, Selasa 26 April 2022.
SHARE

PORTAL PEKALONGAN – Penceramah nasional asal Makassar Ustadz Das’ad Latif menjelaskan ada 3 pedoman ajaran mendasar yang harus dilaksanakan umat untuk menuju akhlaq yang mulia.

Ketiga pedoman itu sekaligus sebagai metode instrospeksi diri ketika umat berkiprah di ranah budaya, sosial maupun dalam berpolitik praktis.

“Yang pertama adalah melaksanakan perintah Allah untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara kaffah. Secara menyeluruh. Tidak boleh secuil atau setengah-setengah,” kata Ustadz Das’ad Latif ketika memberi tausiyah ba’da subuh di Masjid Agung Jawa Tengah, Selasa (26/4/2022).

BACA JUGA: Info Haji Terbaru 2022: Menag Yaqut Terbitkan KMA Kuota Haji 1443 H, Berikut Sebaran dan Ketentuannya

Islam, lanjutnya, telah mengajarkan kepada umat untuk memahami Alquran dengan baik dan benar. Kalau memahaminya dengan baik dan benar, pasti apa yang dilakukan, tepat sasaran. Pemimpin ya melaksanakan kepemimpinannya dengan amanah. Masyarakat ya melaksanakan ketentuan perundang-undangan dengan benar. Prosesnya pun tidak menggunakan cara-cara yang salah seperti money politics, dan sebagainya. Sebab kalau prosesnya sudah ‘wani piro’, otomatis langkah berikutnya serba transaksional, untung rugi.

“Nah kalau sudah begini, hancurlah negara. Sebab rusaknya negara karena dipicu adanya money politics, suap menyuap ataupun transaksi ‘wani piro’. Apa pun kebijakan yang akan diundangkan, tak lepas dari akal jahat seberapa besar keuntungan materi yang didapatkan. Rusaklah negara ini. Ini tidak akan terjadi jika masyarakat benar-benar memahami, mendalami dan melaksanakan Islam secara kaffah,” tandasnya.

BACA JUGA:7 Makanan Khas Bugis Wajib Ada Saat Lebaran

Ustadz Das’ad Latif menjelaskan informasi kalau diulang-ulang, itu pasti mengandung nilai yang sangat penting.
Begitu juga dalam Alquran pesan kepada umat untuk tidak mati kecuali dalam keadaan Islam, disebutkan berkali-kali.

Ini, jelasnya, umat Islam harus selalu menunaikan ajaran Islam di mana dan kapan pun karena mati tidak tahu kapan akan terjadi. Dokter, mati. Guru, mati, pejabat, mati. Ustadz, juga mati. Pokoknya semua yang bernyawa pasti mati.

Kedua, lanjutnya, sholat itu dapat mencegah kemungkaran. Itu memang betul apalagi itu janji Allah. Lalu muncul pertanyaan kenapa sudah sholat kok masih saja berbuat jahat. Berbuat yang melanggar norma-norma kesusilaan.

“Sudah melaksanakan sholat. Bahkan bukan hanya sholat wajib. Tapi juga sholat sunnah, termasuk tarawih. Tapi kok ya masih saja berbuat maksiat. Masih saja suka menyakiti perasaan orang. Berpendidikan tinggi tapi adabnya tidak karuan, lupa kalau puncaknya ilmu adalah adab. Masih saja korupsi. Pacaran dengan istri orang. Nah, itu pasti ada yang salah dengan sholatnya,” tandasnya.

BACA JUGA:8 Tips Anti Ribet untuk Ibu Pekerja selama Bulan Ramadhan, Terakhir Sering Terlupakan

Kemudian, yang ketiga zakat. Seberapa susah dan sulitnya umat dalam mengais rejeki, dan seberapa mudah serta menumpuknya harta kekayaannya, tetap saja ada hak yang harus diberikan kepada orang lain. Termasuk kepada fakir miskin, ibnu sabil ataupun kepada janda-janda tua. Sebab kalau yang masih muda masih berpotensi untuk mencari penghasilan ataupun kawin lagi.

KH Hanief Muslich, Lc mewakili Badan Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah menjelaskan kegiatan kuliah ba’da subuh oleh Ustadz Das’ad Latief, adalah sebagai rangkaian kegiatan Ramadhan 1443 hijriyah. Kiai Hanief berharap agar kegiatan ini bisa semakin membukakan hati agar lebih jernih dalam melihat semua permasalahan.

BACA JUGA:Prof Ahmad Rofiq: Ramadhan, Alquran, dan Fitrah Kemanusiaan

“Kami berharap kehadiran Ustadz Das’ad Latief bisa menjadikan kita semua semakin mencintai NKRI sehingga negara selalu dalam keadaan aman dan nyaman. Menempatkan ummat Islam yang wasathoniyah, berada di tengah-tengah, karena tempat itulah tempat yang paling baik sebagaimana disabdakan nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallim,” jelasnya.***

You Might Also Like

Ngatiningsih Akan Bentuk Kelas Inspirasi di SDN Ngaliyan 01 Semarang
Kadiskominfo Jateng Minta Wartawan Jangan Kalah dengan Medsos dan Warganet
Dianiaya 3 Orang di Jl Kelud Raya Semarang, Warga Gajahmungkur Sempat Masuk RS Kariadi, Ini Kronologinya…
Pustaka Cendekia Go to CFD: Budayakan Literasi Baca bagi Masyarakat Banjarnegara
Hadapi Muktamar NU Ke-34 Lampung, Jateng Rapatkan Barisan
TAGGED:das'ad latiefMAJTSemarangustadz das'ad latief
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Info Haji Terbaru 2022: Menag Yaqut Terbitkan KMA Kuota Haji 1443 H, Berikut Sebaran dan Ketentuannya
Next Article Gempa Salatiga dan Ambarawa, Ganjar Minta Masyarakat Tidak Usah Takut. Foto: Humas Prov Jateng Boleh Rayakan Idul Fitri, Ganjar: Jangan Takbir Keliling
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik dengan bangunan industri dan cerobong di kawasan hijau.
Sampah Kota Bisa Jadi Listrik, tetapi Mengapa Kebiasaan Warga Tetap Menentukan?
Environment Jateng
Gajah Sumatra bertaring panjang berdiri di tengah hutan tropis yang rimbun.
Hutan Bukit Tigapuluh Bukan Sekadar Rumah Satwa, Masa Depan Masyarakat Juga Dipertaruhkan
Environment Jateng
Sampah plastik dan limbah rumah tangga menumpuk di sepanjang pantai hingga mencemari kawasan laut.
Laut Rusak, Siapa yang Paling Merasakan Dampaknya? Nasib Nelayan dan Masa Depan Pangan Indonesia
Environment Jateng
Seseorang membuang sisa makanan berupa kulit buah dan sayuran ke tempat sampah organik di dapur.
Sisa Makanan di Rumah Bisa Memperparah Krisis Iklim, Ini Cara Sederhana Menguranginya
Environment Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?