Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Desa Waleng, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri

Prof. Dr. Martitah, M.Hum (dua dari kanan), Dr. Dewi Sulistyaningsih SH, M.H (paling kanan) bersama kolega dari Unnes dan perangkat Desa Waleng, Girimarto, Wonogiri, berfoto bersama di depan Embung Waleng.
OPINIJATENG.COM – Paradigma pembangunan pariwisata yaitu pariwisata adalah milik rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Paradigma ini berkembang bahkan masih menjadi prinsip kuat bagi pariwisata di pedesaan.
Desa yang dijadikan tempat wisata karena daya tarik yang dimiliknya.
Desa wisata merupakan bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku.
Penggerak desa wisata yaitu pariwisata yang dimotori oleh masyarakat pedesaan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat pedesaan itu sendiri.
BACA JUGA:Manfaat Senam Pagi bagi Warga yang Minim Risiko
Desa wisata muncul karena desa itu memiliki potensi atau kekayaan yang dapat atau layak untuk dijual oleh masyarakatnya sendiri.
Pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Wonogiri merupakan salah satu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Wonogiri untuk meningkatkan sektor pariwisata.
Hal ini tidak bisa dipungkiri bahwa sektor pariwisata membawa banyak peningkatan dalam hal pendapatan ekonomi khususnya ekonomi pedesaan.
Desa Waleng, Kecamatan Girimarto, merupakan salah satu desa di Kabupaten wonogiri yang memiliki wisata embung.
BACA JUGA:Cara Berkomunikasi dengan Senior, Prof Tri Joko Raharjo: Sentuhlah Dia Tepat di Hatinya
Desa Waleng, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri mensematkan wisata Embung Waleng sebagai wisata unggulan Desa Waleng yang berbasis nilai kearifan lokal masyarakat.
Embung dikelola dengan prinsip nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Desa Waleng dan dikembangkan pada faktor pendukung lainnya di sekitar Embung Waleng.
Potensi desa yang saat ini mulai ditangani serius oleh pihak pemerintah adalah persoalan pasar tradisional.
Desa Waleng memiliki pasar tradisional yang strategis terletak di dekat Kantor Pemerintah Desa Waleng, Kecamatan Girimarto, Wonogiri yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 3.533 orang.
Jumlah KK sebanyak 1.205 dimana warga yang masuk dalam kategori miskin sebanyak 342 orang.
BACA JUGA:7 Tips agar Bertahan Lama dan Merasa Nyaman di Kantor
Melihat realita yang ada Pemerintah desa berusaha mengoptimalkan pasar desa yang bisa dikembangkan ke arah produktif dan memiliki nilai lebih daripada pasar pada umumnya.
Potensi alam yang ada meliputi Embung Desa, taman bunga, sendang, dan pasar tradisional, menjadi modal yang trategis dalam pengemasan paket wisata yang nantinya bisa dibuat.
Pemerintah Desa Waleng mulai tahun 2022 ini akan melakukan revitalisasi infrastruktur Pasar Tradisional Gembol sebagai upaya peningkatan fasilitas pelayanan agar nyaman dan menjadi satu destinasi menarik.
Revitalisasi infrastruktur yang diperbaiki mengacu pada pengembangan rencana strategis desa yang fokus pada sektor wisata.
Program yang direalisasikan salah satunya terkait dengan pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi dengan menyelenggarakan festival yang melibatkan para pedagang lokal.
Embung Desa Waleng saat ini menjadi salah satu daya tarik ekonomi kreatif berbasis wisata di desa tersebut.
Desa Waleng memiliki beberapa UMKM yang salah satunya terkait pedagang yang dinaungi oleh desa di kawasan embung.
BACA JUGA:Staf Ahli Menag: Jangan Jadikan Pernikahan sebagai Bahan Lelucon
Berbagai persoalan yang dihadapi oleh Desa Waleng dalam pengembangan potensi pasar tradisional sebagai salah satu daya tarik yang berbeda dari tempat yang lain dan aktivitasnya berbeda baik perekonomian maupun produktivitas para warga di kawasan embung.
Wisata Embung Waleng di Desa Waleng, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri akan terus berbenah diri dan semakin mengembangkan potensi-potensi lain untuk mendukung wisata Embung Waleng.***
