Indari Mastuti: Memfasilitasi Wanita Indonesia Berdaya Lewat Tulisan
Indari Mastuti/Dokumentasi pribadi
OPINIJATENG.COM – Sebagai penulis dan pebisnis, Indari Mastuti paham bahwa tidak bisa bekerja sendirian. Menulis buku bisa dia lakukan dengan cepat dan mudah sendiri, hanya berbisnis adalah hal yang berbeda. Indari sebagai pemilik Indscript Creative (Indscript) paham bahwa sukses tidak mungkin sendirian.
Latar belakang Indari sebagai pendiri Indscript adalah penulis. Hingga kini karya bukunya yang sudah terbit berjumlah 300++ buku. Sejak kecil, Indari memang bercita-cita menjadi penulis. Hal ini terinspirasi dari kegemarannya membaca. Segala informasi dia peroleh dari membaca, baik itu buku, koran, atau majalah.
Karir menulis Indari dimulai dari mengirimkan cerpen atau tulisan lain ke majalah di tahun 1996. Hingga kemudian, dia pun mulai menulis buku sendiri dan mulai berpikir mendirikan bisnis berbasis utama tulisan pada tahun 2007.
BACA JUGA:BP4 Jateng Menolak Perkawinan Beda Agama, Nur Khoirin Akan Laporkan Hakim PN Surabaya ke MA
Cita-citanya tercapai, bersama suami, Indari membuka perusahaan bernama Indscript Creative di Bandung. Bisnis utama pada mulanya adalah penyedia tulisan, atau agensi naskah. Indscript adalah pionir di bidang jasa ini.
Klien-klien Indscript saat itu adalah para penerbit major Indonesia. Indscript menjadi penyambung antara penerbit dan penulis. Penulis di masa itu pun belum seluwes sekarang berhubungan dengan penerbit. Bisa dibilang jalur sebagai penulis masih sangat terbatas. Di situlah Inscript punya peranan.
Peranan Indscript dalam menjaring banyak perempuan penulis dan menyebar virus menulis dimulai saat membentuk komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) di Facebook pada tahun 2010 lalu menyebarkan para penulis ke berbagai penerbit di Indonesia seperti Gramedia Pustaka Utama, Elex Media, Penebar Swadaya, dan berbagai penerbitan di Indonesia. Di sanalah cikal bakal penulis-penulis Indscript yang aktif seperti sekarang ini.
BACA JUGA:Sekretaris MUI Brebes Raih Doktor UIN Walisongo Semarang dengan Meneliti Agama Orang Jalawastu
Tak hanya menulis, seorang penulis sebenarnya pun pebisnis tulisannya sendiri. Sebagai contoh singkat, ketika penulis menelurkan buku maka dia harus mau memasarkan bukunya, tidak hanya bergantung pada penerbit.
Pebisnis menulis pun sangat dianjurkan. Menulis bisa mengangkat branding si empunya usaha dan usahanya itu sendiri. Karena itu, menulis dan bisnis tidak bisa dipisahkan, Komunitas Ibu-ibu Doyan Bisnis (IIDB) pun dibentuk pada tahun 2011 di Facebook dan sekarang berjumlah 135 ribu lebih anggota.
Indari aktif di kedua grup tadi, salah satunya untuk misi edukasi. Ia percaya tanpa edukasi tidak mungkin misinya memberdayakan perempuan menulis dan berbisnis bisa tercapai.
BACA JUGA:Prof Martono Unggul dalam Pemilihan Rektor UNNES 2022-2026
Kiprah Indari dan Indscript sebagai edukator dimulai sejak tahun 2013 dengan membuka Sekolah Perempuan, sekolah menulis online dan offline. Bersama ketiga rekan penulis senior perempuan, Indari mendidik para perempuan lain menulis buku dalam waktu tiga bulan. Alumninya kini sudah berjumlah ratusan orang. Banyak di antaranya yang aktif dan sudah ajeg di dunia penulisan.

Tak berhenti, edukasi mengenai pentingnya bisnis dan menulis dikenalkan terus-menerus pada para pebisnis. Tak terhitung klien-klien besar yang ikut program kelas bimbingan bisnis dan praktik lewat buku seri bisnis karyanya. Buku-buku bisnis tersebut dijual ekslusif hanya di Indscript.
Pada masa pandemi Covid 19, jaringan bisnis yang terdiri dari reseller dan leader Indscript di grup aktif Telegram Ibu-ibu Doyan Bisnis mencapai 10 ribu anggota. Jaringan tersebut memang khusus bagi perempuan. Bukan tanpa sebab, semata karena Indari tahu bahwa banyak perempuan yang punya peran ganda, sebagai ibu dan juga penopang finansial keluarga.
BACA JUGA:Piwulang Juara Kompetisi Film Pendek Islami Tingkat Jateng
Sadar bahwa peran perempuan begitu besar, khususnya pada masa pandemic di banyak keluarga yang kesulitan finansial, grup tersebut hadir menjadi tempat belajar dan berniaga. Tak hanya ilmu bisnis dan menulis diberikan, ada ilmu parenting, etika, dan pernikahan di sana.
Khusus pada tahun 2022 ini, menjelang endemi, Indari sadar bahwa bisnis online menjadi utama di era yang serba digital. Peluang Indscript sebagai penyedia tulisan pun makin terbuka lebar karena setiap jenis usaha perlu branding secara digital, baik lewat situs maupun media sosial (medsos).
Pada hakikatnya, tak semua perusahaan bisa menyediakan pengelola situs atau medsos lewat divisi mandiri di perusahaan. Kalau pun sudah punya, bagaimana supaya konten terisi dan bisa dikelola dengan baik tak semua perusahaan bisa. Di situlah kemudian Indscript bisa ambil peranan lewat jasa layanan yang bentuknya Business to Business (B2B).
BACA JUGA:Raudhah atau Taman Surga dan Aplikasi Eatrmarna, Prof Ahmad Rofiq: Manajemen Baru…
Jasa layanan B2B ini juga seiring dengan visi Indscript memberdayakan sebanyak mungkin penulis. Para penulis bisa ambil peranan di beragam jasa layanan yang jadi fokus Indscript saat ini. Harapannya keahlian penulis perempuan ini bisa digunakan mengembangkan bisnis para kliennya.
Sebut saja saat ini Denny Santoso, Agus Jatmika Soegiharto, dan Joshua Tan nama-nama klien yang sudah menggunakan jasa branding bersama Indscript.
Ragam jasa penulisan yang sudah digunakan para klien di atas untuk menaikkan branding dan awareness ini beragam. Salah satunya yang sedang diminati adalah menggunakan jasa para blogger untuk memberikan review dan testimoni terkait usaha klien.
BACA JUGA:Prof Ahmad Rofiq: Shalat Arbain dan Keutamaannya di Madinah
Sebagai gambaran, dalam satu proyek kerja bisa ada sekitar 20 hingga 30 orang blogger aktif yang akan memberitakan terkait hal yang klien inginkan. Setiap artikel tersebut diberi arahan khusus yang nantinya akan membuat para klien menjadi buah bibir di mesin pencarian.
Bukan sembarang blog yang dipilih sebagai tempat review, melainkan adalah para blogger yang sudah aktif sekian lama dengan syarat kecakapan yang sesuai dengan keinginan klien.
Selain review blog, Indari sebagai penulis paham bagaimana sebuah buku bisa menunjang karir bisnisnya. Sebagai penulis buku bisnis, inspirasi tulisan Indari berdasarkan dari pengalamannya hampir 15 tahun di bidang jasa penulisan. Itulah mengapa, penting bagi seorang pengusaha memiliki legacy berupa buku.
Punya keahlian menulis, Indari pun lewat Indscript menawarkan jasa penulisan buku baik itu ditulis sendiri oleh klien atau dituliskan dalam bentuk Ghost Writer. Masing-masing layanan ini disesuaikan dengan kemampuan dan kesediaan waktu klien.
BACA JUGA:Minyak Goreng, BBM dan Inflasi
Beragam layanan dan banyaknya klien tentu tak bisa dikerjakan Indari sendiri. Oleh sebab itu, proses edukasi para penulis dan blogger baru pun selalu dilakukan. Indscript memiliki divisi pembelajaran tanpa henti yang dikelola oleh para alumni-alumni kelas nulis yang naik kelas.
Sistem saling berbagi ilmu pun kerap dilakukan oleh para alumni karena Indari pun melakukannya. Itulah yang membuat Indscript bisa bertahan hingga akan menuju 15 tahun pada bulan September 2022 mendatang.
Sebagai perusahaan yang ditopang oleh seorang perempuan, Indari sadar bahwa perempuan bisa berdaya. Memang peran perempuan akan jadi ganda, karena dia adalah istri, anak, dan ibu. Akan tetapi, dengan kerja keras, doa, restu, Indari yakin bisa bersama dengan para perempuan penulis tadi menghebat bersama.***
*) Indari Mastuti, CEO Indcript Creative, sebuah agensi naskah, penyedia Training Online dan produk bisnis berpusat di Bandung. Secara lengkap informasi bisa diakses https://indscriptcreative.com/ dan https://indarimastuti.id/