14 Mei 2026 01:26

3 Gubes Unnes Gelar FGD di SDN Bulustalan, Prof Dani: HP Dominasi Perhatian Remaja Dibanding Buku

0

Para Guru Besar Unnes dan para guru SDN Bulustalan Semarang itu bergabung dalam Fokus Grup Diskusi (FGD) pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Pascasarjana bagi Dosen DIPA PNBP Unnes 2022 dengan judul Pendampingan Penyusunan Instrumen Tes Literasi Sains untuk Guru-guru SD Negeri Bulustalan Tahun 2022 foto bersama usai kegiatan.

OPINIJATENG.COM – Tiga Guru Besar Unnes mendampingi guru-guru SDN Bulustalan Semarang menyusun instrumen tes literasi sains, Kamis, 7 Juli 2022.

Ketiga Guru Besar Unnes itu adalah Prof Dr Sarwi MSi, Prof Dr Sri Haryani MSi, Prof Dr Sri Wardani MSi ditambah Dr Agung Tri Prasetya SSi MSi.

Para Guru Besar Unnes dan para guru SDN Bulustalan Semarang itu bergabung dalam Fokus Grup Diskusi (FGD) pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Pascasarjana bagi Dosen DIPA PNBP Unnes 2022 dengan judul Pendampingan Penyusunan Instrumen Tes Literasi Sains untuk Guru-guru SD Negeri Bulustalan Tahun 2022.

BACA JUGA:Prof Ahmad Rofiq: Isi Khotbah Wukuf Nabi Muhammad Saw, Tak Panjang Mengandung Pesan Mendalam Universal, Humanistik, dan Komprehensif

Tim pengabdian yang diketuai Prof Dr Sri Wardani MSi itu beranggotakan Prof Dr Sarwi MSi, Prof Dr Sri Haryani MSi, Dr Agung Tri Prasetya SSi MSi dan anggota dari mahasiswa yakni Margaretha Novita Rupa Lobemato, Dwi Septiaseh, Erman, Ulfa, dengan Bayu sebagai anggota Tendik.

Di hadapan 19 guru SDN Bulustalan Semarang termasuk Kasek Dian Marta Wijayanti MPd, Prof Sri Wardani (Prof Dani) yang membawakan sub tema: Literasi Membaca dan Numerasi, menjelaskan banyak hal tentang literasi membaca dan numerasi.

Prof Dr Sri Haryani MSi yang membawakan Sub Tema: Literasi Sains.

“Literasi berasal dari bahasa inggris literacy yang berarti orang yang belajar. Sedangkan membaca merupakan suatu kegiatan yang berupaya memperoleh informasi yang terdapat dalam tulisan,” jelasnya.

Jadi, lanjut Prof Dani, literasi membaca merupakan kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga negara indonesia dan warga dunia dan untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.

BACA JUGAProdusen Batik Ecoprint di Sukorejo, Gunungpati Dilatih Model Pemasaran Berbasis Medsos dan E-Commerse:

“Adapun numerasi merupakan kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara indonesia dan dunia.”

Mempihatinkan

Prof Dani juga menjelaskan kondisi literasi membaca dan numerasi di Indonesia pada umumnya yang memprihatinkan.

“Budaya literasi di kota-kota Indonesia pada hari sekolah saat jam istirahat menghadirkan pemandangan yang memprihatinkan. Kebanyakan remaja tidak bisa mengalihkan perhatiannya pada telepon genggam atau hand phone atau HP dan bergosip dengan teman sekelas,” jelasnya.

BACA JUGA:Kesadaran Memanfaatkan Transportasi Umum Harus Dibangkitkan, Pergerakan Mobilitas Penduduk dan Kendaraan Pasti Timbulkan Problema

Dia menambahkan, perpustakaan sekolah lebih sepi dibandingkan halaman sekolah. Pengunjung perpustakaan di kala istirahat bisa dihitung dengan jari. Perpustakaan yang sepi dan damai ini kadang menjadi tempat terbaik untuk remaja sekolah menghabiskan waktu untuk tidur sesaat. Kondisi ini sudah berlangsung lama.

“Berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019, Indonesia menempati peringkat ke 62 dari 70 negara, atau merupakan 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah (Kemenko PMK, 2021),” ujarnya.

Berdasarkan sensus Badan Pusat Statistik (BPS) di 2006 menunjukkan 85,9 persen masyarakat memilih menonton televisi daripada mendengarkan radio (40,3 persen) dan membaca koran (23,5 persen).

BACA JUGA:Kepala UPT Perpustakaan IAIN Kudus, Anisa Listiana Raih Gelar Doktor

“Masyarakat Indonesia belum terbiasa melakukan sesuatu berdasarkan pemahaman dari membaca. Masyarakat Indonesia belum dapat mengaktualisasikan diri melalui tulisan. Membaca dan menulis belum menjadi budaya dan tradisi bangsa Indonesia.”

Literasi Digital

Sementara itu Prof Dr Sarwi MSi yang membawakan sub tema literasi digital dalam pendidikan menyatakan bahwa literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menggunakan, mendesain, menyajikan fitur dan informasi secara sehat, tepat, patuh hukum dan etis dalam mengakses dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.

“Sasaran gerakan literasi digital di sekolah adalah berbasis kelas, budaya sekolah, dan masyarakat,” jelasnya.

Adapun sasaran gerakan literasi digital di masyarakat antara lain meningkatnya partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan literasi digital.

“Termasuk juga meningkatnya jumlah bacaaan literasi digital yang dibaca oleh masyarakat setiap hari,” ujarnya.

Literasi Sains

Sementara itu Prof Dr Sri Haryani MSi yang membawakan Sub Tema: Literasi Sains menjelaskan bahwa literasi itu artinya melek atau tahu atau mengetahui.

BACA JUGA:Fluktuasi Harga Cabai Pengaruhi Inflasi dan Deflasi di Jateng, Tri Karjono: Awas Menggerus Daya Beli Masyarakat

“Literasi sains sudah ada sejak tahun 70-an. Saat itu Rusia punya rudal yang bisa mencari sasaran sendiri. Amerika Serikat panik karena teknologi Rusia lebih hebat. Makanya pemerintah AS kemudian menggelorakan rakyatnya literasi sains atau melek sains,” jelasnya.

Prof Sri Haryani menambahkan, penelitian literasi sains tingkat dunia sejak 2003, 2006, 2009, setiap 3 tahun sekali, Bangsa Indonesia berada di ranking 500-600 dari bawah di seluruh dunia.

“Pernah kita ada di ranking 567 dari bawah dalam hal literasi sains. Kita jauh di bawah negara-negara maju yang ada di Eropa dan Amerika. Di Asia pun, kita kalah dengan Jepang, China, Taiwan, Thailand, Malaysia, dan Singapura.”***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version