17 April 2026 17:55

Prof Ahmad Rofiq: Isi Khotbah Wukuf Nabi Muhammad Saw, Tak Panjang Mengandung Pesan Mendalam Universal, Humanistik, dan Komprehensif

0
WhatsApp Image 2022-03-30 at 13.07.35

Ketua PW DMI Jateng, Prof Dr H Ahmad Rofiq MA

OPINIJATENG.COM – Khotbah Wukuf tidak panjang  mengandung pesan mendalam universal, sangat menyentuh nilai-nilai humanistik, dan komprehensif.

Prof Ahmad Rofiq, Guru Besar Pascasarjana UIN Walisongo Semarang menyatakan, Khotbah Wukuf yang disampaikan Nabi Muhammad Saw sesungguhnya tidak panjang.

“Namun Khotbah Wukuf mengandung pesan sekaligus meletakkan fondasi bagi kemanusiaan universal yang sangat humanistik dan komprehensif,” jelasnya.

BACA JUGAHarga Cabai Naik Pengaruhi Inflasi dan Deflasi di Jateng, Tri Karjono: Awas Menggerus Daya Beli Masyarakat

Menurut Prof Ahmad Rofiq, Ketua PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Tengah, para ulama menyebutkan, Rasulullah Saw berangkat ke Padang Arafah ketika tergelincir matahari dengan mengendarai unta membonceng Usamah bin Zaid.

Beliau Saw menuju kemah yang telah didirikan di suatu tempat yang bernama Namirah. Nabi Saw shalat Dzhuhur dan Ashar masing-masing dua rakaat yang dilaksanakan pada waktu Dzhuhur secara jamak taqdim, walaupun hari itu adalah hari Jumat.

Laman ihram.co.id menyebutkan, Rasulullah Saw menuju ke tengah kemah lebih kurang lima puluh meter sebelah timur Jabal Rahmah, bernama Shakharaat. Beliau wukuf sambil menunggangi unta bernama Qushwa.

Beliau melaksanakan Wuquf mulai Dhzuhur sampai Maghrib. Banyak sahabat yang mengerumuni Beliau di tempat Wuquf sehingga keadaan menjadi sebuah kerumunan, lalu Beliau bersabda: “Aku Wukuf di sini dan seluruh Arafah adalah tempat Wukuf” (HR. Ahmad).

Rasulullah SAW kemudian memberikan khutbah Wuquf yang pesan-pesan intinya, merupakan fondasi penanaman nilai-nilai kemanusiaan (humanisme) universal.

Berikut adalah terjemahan isi Khotbah Wukuf Beliau:

Segala puji bagi Allah SWT, kami memuji-Nya, memohon bantuan-Nya, meminta ampunan kepada-Nya dari kejahatan dan perbuatan buruk.

Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah SWT, tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan-Nya, tidak ada petunjuk baginya.

Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah SWT. Dia dengan Ke-Esaan-Nya, tiada bersekutu. Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Aku berpesan kepada kalian, wahai hamba-hamba Allah, agar bertaqwa kepada Allah SWT, dan aku menganjurkan agar mentaati-Nya. Wahai manusia, dengarkan aku. Akan aku jelaskan kepada kalian, karena aku tidak mengetahui, barangkali aku tidak akan bertemu kalian lagi sesudah tahun ini.

“Wahai seluruh manusia! Hormatilah darah dan harta, ini adalah amanah Allah, sampai kalian menemui Tuhan kalian, seperti halnya kalian menghormati hari, bulan, dan negeri kalian ini.

BACA JUGADPC Permadani Tengaran, Selenggarakan Purwa Pawiyatan Panatacara Tuwin Pamedhar Sabdha Angkatan/Bregada ke-52

Bersaksilah bahwa aku telah menyampaikannya hari ini. Bukankah demikian? Ya Allah, saksikanlah. Barangsiapa mengemban amanah, maka penuhilah amanah orang yang memberi amanah.

Riba dan Rente

Riba atau rente pertama yang aku hapus di zaman Jahiliyah adalah riba pamanku, Abbas bin Abdul Muththalib. Penuntutan darah pertama menurut cara Jahiliyah yang aku hapus adalah darah Amir bin Rabiah bin Haris bin Abdul Muththalib. Bahwa ritual-ritual Jahiliyah itu dihapus, kecuali penjagaan Baitullah dan pemberian minuman pada jamaah haji.

Pembunuhan dengan sengaja itu harus dihapus, dan pembunuhan dengan tidak dengan sengaja itu adalah pembunuhan dengan tongkat atau dengan batu dan dalam masalah ini didenda 100 unta, dan barang siapa menambah, ia termasuk orang jahiliyah” (Baca Mahmud Syarif, Al-Watsaiq al-Dauliyah al-Ma’niyah bi Huquq al-Insan, Mjld 2, Kairo: Dar al-Syuruq, 2003).

Kutipan di atas menunjukkan bahwa pesan pertama yang sangat penting bagi peletakan fondasi nilai-nilai kemanusiaan universal. Nabi Saw sampaikan dalam khutbah Wuquf pada Haji Wada’ Beliau.

Pada alinea pertama, Beliau menegaskan fondasi tauhid, dimanifestasikan dalam prilaku ketaqwaan, dan bahwa hidayah Allah adalah hak prerogatif Allah. Setelah itu, beliau tegaskan adalah menghormati darah dan harta. Karena ini adalah Amanah Allah. Setelah itu, diharamkannya riba jahiliyah/rente, dan pembunuhan tidak sengaja dengan hukuman denda 100 ekor unta.

“Wahai manusia!

Sesungguhnya setan telah putus asa untuk disembah di atas bumi ini, tetapi dia senang bila ditaati di bagian lain, ialah hal yang kamu anggap enteng dalam amalan-amalan kalian.

Maka, hati-hatilah kalian akan masalah agama kalian.

Wahai manusia, sesungguhnya menangguhkan larangan itu menambah kekufuran yang menyesatkan orang kafir, mereka menghalalkannya dalam suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun lain, hanya untuk menggenapkan bulan yang diharamkan Allah.

Dan sesungguhnya zaman telah berubah dari hari Allah menciptakan seluruh langit dan bumi, dan bilangan bulan di sisi Allah itu ada dua belas di dalam kitab Allah, pada hari Dia menciptakan langit dan bumi.”

Sebagian dari bulan itu ada empat bulan terhormat, tiga bulan berturut-turut, dan satu bulan tersendiri yaitu Dzulqaidah, Dzullhijah, Muharram dan Rajab yang ada di antara Jumada Al-Tsaniyah dan Syaban.

Bukankah aku telah sampaikan? Ya Allah, saksikanlah.

Hak dan Kewajiban Istri dan Suami

BACA JUGAWuquf di Arafah untuk Mengenali Diri Sendiri

Wahai Manusia! Sungguh, istri-istri kalian mempunya hak atas kalian, dan kalian mempunyai hak atas mereka.

Bahwa mereka tidak boleh membawa orang lain ke tempat-tempat tidur kalian, dan mereka tidak boleh memasukkan siapa saja yang tidak kamu sukai ke rumah kalian, tanpa izin kalian. Dan mereka tidak boleh mengerjakan perkerjaan yang buruk.

Jika mereka berbuat demikian, maka Allah telah mengizinkan kalian untuk meninggalkan mereka dan kalian menjauhi untuk tidak tidur dengan mereka, dan kalian pukul (beri pelajaran) mereka dengan pukulan yang tidak membahayakan.

Akan tetapi, bila mereka berhenti dan menaati kalian, maka wajiblah kalian memberi belanja serta pakaian (nafkah) mereka dengan cara yang pantas.  Sungguh, istri-istri kamu tidaklah berdaya, karena seakan-akan mereka tidak lagi memiliki kekuasaan bagi diri mereka sendiri.

Kalian telah mengambil mereka dengan amanah Allah. Dan Allah telah menghalalkan kehormatan mereka dengan nama Allah. Maka, takutlah kamu kepada Allah dalam memperlakukan istri-istri kalian dan hendaklah kalian berpesan kepada mereka dengan baik. Bukankah aku telah menyampaikannya?

Kitab Allah dan Sunah Nabi

Wahai manusia! Sungguh, aku telah meninggalkan kepada kalian dua hal. Bila kamu berpegang teguh kepadanya, maka kamu tidak akan sesat selamanya. Kedua hal itu adalah Kitab Allah dan sunah Nabi kalian.

Wahai manusia. Dengarkan apa yang aku sampaikan kepada kalian. Niscaya kalian akan hidup lebih baik.

Wahai Manusia! Sesungguhnya orang beriman itu bersaudara, dan tidak halal seseorang mengambil harta saudaranya melainkan dengan kerelaannya. Perhatikanlah, bukankah Aku telah menyampaikannya?

Ya Allah, ya Tuhan kami, saksikanlah. Maka, jangan sekali-kali menjadi kafir sesudahku, sehingga sebahagian di antara kalian menebas leher sebagiannya.

Wahai manusia. Sesungguhnya Tuhan kalian itu Esa. Dan sungguh, ayah kalian itu satu. Kalian semua berasal dari Adam dan Adam berasal dari tanah. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa. Tidak ada keutamaan orang Arab atau orang bukan Arab, kecuali karena taqwanya. Perhatikanlah, bukankah aku telah menyampaikannya? Ya Allah, saksikanlah. Maka, hendaklah orang yang hadir di antara kalian menyampaikan kepada orang yang tidak hadir.

Hukum Waris

Wahai manusia. Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi setiap ahli waris bagian masing-masing dari harta warisan, dan tidak boleh berwasiat pada seorang ahli waris dan tidak boleh berwasiat lebih dari sepertiga harta warisan, dan anak yang diperebutkan adalah ibunya, dan bagi orang yang berzina dirajam.

Barang siapa yang memanggil ayah kepada yang bukan ayahnya, atau memanggil tuan kepada yang bukan tuannya, maka Allah, malaikat dan seluruh manusia melaknatnya, taubat dan tebusannya tidak diterima. Dan mudah-mudahan berlimpahlah rahmat dan berkah Allah kepada kalian semua (ibid)

Khutbah wuquf yang sesungguhnya tidak panjang, namun mengandung pesan sekaligus meletakkan fondasi bagi kemanusiaan universal yang sangat humanistik dan komprehensif.

BACA JUGATribelio Page dari Denny Santoso Adalah Paket Lengkap Penyokong Bisnis

Dari setan yang putus asa untuk disembah, namun di sisi lain, masih sering “dipertuhankan” oleh manusia. Karena itulah, setelah selesai Wuquf, jamaah haji diwajibkan – menurut pendapat yang mu’tabar – mabit dan mengambil krikil di Muzdalifah, untuk pagi harinya melempat Jamrah ‘Aqabah, sebagai pesan untuk merajam setan dan memohon Ridha Allah.

Perlakuan terhadap istri mendapat penekanan serius, agar mereka diperlakukan dengan hormat, dilindungi, diayomi, dan diberikan hak-haknya secara makruf.

Demikian juga istri dilarang menerima laki-laki tanpa seizin suami. Sesama manusia adalah saudara, karena itu wajib saling menghormati. Tidak mengambil hak saudaranya, apalagi sampai membunuhnya. Karena sesungguhnya ayah kita sama, yakni Nabi Adam AS, dan ini yang sangat mendasar, bahwa Nabi Adam diciptakan berasal dari tanah. Karena itu, tidak ada alasan apapun untuk tidak rendah hati atau tawadhu’.

Demikian juga dalam soal harta warisan, harus sesuai dengan Al-Qur’an (QS. An-Nisa’: 11-12), dan larangan tegas berzina, dan larangan adopsi atau pengangkatan anak, dengan tujuan memutuskan hubungan dengan orang tua kandungnya.

Penegasan Rasulullah Saw yang mendasar adalah wanti-wanti Beliau, tentang dua hal yang ditinggalkan, yakni Al-Quran dan Sunnah Beliau, yang apabila dipeganginya, maka tidak akan sesat selamanya.

Selamat berwukuf saudara-saudaraku para Dhuyufur Rahman, semoga Anda semua menjadi haji mabrur, yang tidak ada balasannya, kecuali surga.

Mari kita mulai kehidupan baru setelah haji dengan menjaga, merawat, dan melestarikan kemabruran haji kita. Dengan “menebar kedamaian, keselamatan, kebahagiaan, menambah kedermawanan (memberi makan pada saudara kita yang membutuhkan), meningkatkan kualitas silaturrahim dan persaudaraan kita, dan melestarikan shalat malam Ketika kebanyakan manusia pada tidur nyenyak, maka Rasulullah saw menjanjikan kita masuk surga dengan penuh kedamaian” (Riwayat At-Tirmidzi, Ibn Majah, Ahmad, dan Ad-Darimi). Allah a’lam bi sh-shawab.***

Selain Ketua PW DMI Jateng, Prof Dr H Ahmad Rofiq MA juga Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah, Guru Besar Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, Koordinator Wilayah Indonesia Tengah MES Pusat, Ketua DPS RSI Sultan Agung Semarang, Ketua II YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Semarang, dan Ketua Rombongan 1 Kloter 16 SOC Kota Semarang.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version