By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Kurban Sarana Meraih Ketaqwaan, Sembelih Sifat dan Nafsu Hewani pada Manusia
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Jateng

Kurban Sarana Meraih Ketaqwaan, Sembelih Sifat dan Nafsu Hewani pada Manusia

Dwi Widiyastuti
Last updated: 10 Juli 2022 20:24 20:24
By Dwi Widiyastuti
5 Min Read
Share
Kurban sarana meraih ketaqwaan. Dengan berkurban kedekatan dengan Allah semakin nyata.
SHARE

OPINIJATENG.COM – Kurban sarana meraih ketaqwaan. Dengan berkurban kedekatan dengan Allah semakin nyata.

Penyembelihan hewan kurban juga merupakan simbol menyembelih sifat dan nafsu hewani yang ada pada diri manusia.

Derajat Taqwa akan mudah diraih apabila bisa mengalahkan sifat dan nafsu hewani yang kadang tak terkendali.

BACA JUGA: Sambangi Beberapa Tenda Maktab 34, Kakanwil Kemenag Jateng Mendapat Apresiasi Para Jamaah Haji

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Prof Dr KH Imam Taufiq MAg mengatakan tujuan disyariatkannya kurban adalah untuk meraih derajat ketaqwaan, sementara menyembelih hewan hanyalah sarana (wasilah) untuk mendekatkan diri (qurban-taqarrub) kepada Allah Swt.

“Menurut Imam al-Ghazali dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin, kurban merupakan simbol dari penghilangan sifat dan nafsu hewani yang ada dalam jiwa manusia yang menjadi penghalang (hijab) manusia untuk dekat kepada Allah,” katanya.

Dia mengatakan hal itu dalam Khutbah Idul Adha 1443H di Lapangan ancasila, Simpanglima Semarang, Minggu 10 Juli 2022.

Bertindak sebagai imam KH Zainuri Ahmad Al-Hafidz dari Salatiga.

Di shaf bagian depan tampak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum MUI Jawa Tengah Dr KH Ahmad Darodji MSi, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kementerian Agama Jateng Zaenal Fattah, para pengurus Masjid Raya Baiturrahman dan ribuan umat Islam.

Gubernur Ganjar Pranowo dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sebelumnya di aula Masjid Raya Baiturrahman menyerahkan hewan kurban masing-masing seekor sapi.

Menurut Prof Imam yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang itu, hakikat berkorban sejatinya sama dengan hakikat berjuang. Mereka yang memiliki naluri dan mental berjuang sudah barang tentu tidak akan berhenti berjuang sebelum tujuannya tergapai.

BACA JUGA: Kiai Hanief Ismail: Ibadah Kurban Sarana Mencapai Kebahagiaan Hakiki agar Semangat Pengorbanan tetap Menyala

“Dahulu saat bertempur melawan penjajah, slogan para pejuang adalah merdeka atau mati, begitu juga dengan orang yang ber-kurban, karena berjuang atau kurban merupakan panggilan hati yang terdalam, sehingga tidak layak jika dilakukan hanya setengah hati, atau dengan tujuan agar memperoleh pujian dan balasan dari orang lain. Karena yang dinilai dalam kurban tidak lain kecuali adalah ketulusan dan keikhlasan,’” katanya.

Spirit Kurban

Dalam konteks nasional saat ini, spirit berkurban menurut Imam Taufiq sesuai dengan tema besar Group of Twenty (G20) yang mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger” di mana Indonesia menjadi presidensi (tuan rumah) pada saat ini.

“Jika spirit kurban menghilangkan sifat kikir dan memperlihatkan kemahabesaran kasih sayang (rahmat) Allah pada seluruh hamba-Nya, maka sejatinya kurban juga mengajarkan manusia untuk mempertajam kepekaan dan tanggungjawab sosial (social responsibility). Dengan berkurban, diharapkan timbul rasa kebersamaan dalam masyarakat sehingga bisa menggalang solidaritas, kesetiakawanan sosial dan introspeksi diri untuk kemaslahatan bersama,” kata Rektor UIN Walisongo itu.

Di sinilah relevansi tagline “Recover Together, Recover Stronger” yang menjadi tema G20.

Tema itu menggambarkan solidaritas tinggi dari Indonesia sebagai negara berkembang (emerging country) agar pemulihan dunia akibat dampak dari pandemi bisa berjalan bersama-sama dan sinergis dalam seluruh bidang khususnya dalam bidang ekonomi, tidak hanya pulih bersama, namun pulih menjadi lebih kuat.

Dalam Al-Quran disebutkan Nabi Ibrahim berkurban dengan menyembelih putranya, Ismail.

Kurban dengan menyembelih seorang putra ini tentu termasuk kurban yang paling agung, atau puncak pengorbanan serta puncak kepatuhan seorang hamba pada Tuhannya.

Sebab Nabi Ibrahim diuji oleh Allah belum memiliki keturunan hingga usia lanjut.

“Di saat Nabi Ibrahim yang sudah tua dan belum memiliki keturunan, kemudian beliau dianugerahi putra oleh Allah, ini berarti bahwa sang putera merupakan harta yang tiada tara. Meski demikian, ketika mendapatkan wahyu melalui mimpi untuk menyembelih puteranya, Nabi Ibrhim tetap melaksanakan perintah Allah dengan tanpa sedikitpun keraguan, tanpa menawar, tanpa ta’wil dan tanpa meminta diganti perintah yang lain,” katanya.

BACA JUGA: Ribuan Jamaah Shalat Idul Adha Padati MAJT Semarang, Wagub Taj Yasin Serahkan 39 Hewan Kurban

Tidak hanya itu, bahkan putra Ibrahim, Ismail, lebih hebat lagi, dengan tanpa sedikitpun keraguan, Ismail kecil ini malah meminta agar ayahnya segera menyembelihnya demi melaksanakan perintah Allah.

Singkat cerita, berkah keikhlasan dan kesabaran Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail kecil ini, Allah kemudian mengganti Ismail dengan kambing besar dari surga, yaitu kambing yang dibuat kurban (shadaqah) oleh Habil putra Nabi Adam.

Demikian artikel tentang kurban sarana meraih ketaqwaan, sembelih sifat dan nafsu hewani.***

You Might Also Like

Diparkir Dekat Ini, Mobil Lek Paidi, Toyota Avanza Ludes, Semoga Diberi Kesabaran
Ganjar Dukung Revitalisasi Keraton Jadi Pusat Kebudayaan
Ribuan Orang Hadiri Haul Ke 82 KH Abdurrahman bin Qoshidl Haq, Gus Ubab Ajak Teladani Perjuangan Mbah Dur
Gelar Apel Tiga Pilar, Pemkab Cilacap Antisipasi Jelang Nataru
Bahasa Panginyongan Banyumas Raya Warisan Majapahit
TAGGED:Kurban Sarana meraih ketaqwaansembelih nafsu hewanisembelih sifat
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Sambangi Beberapa Tenda Maktab 34, Kakanwil Kemenag Jateng Mendapat Apresiasi Para Jamaah Haji
Next Article Santri MTsN 1 Ziarah ke Makam Wali, Kasek: Pembelajaran Luar Sekolah
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi penari tradisional mengenakan hiasan kepala berwarna emas dan membawa selendang kuning dalam pertunjukan budaya.
Budaya Lokal Bukan Sekadar Tradisi, Ini Peluang Besar bagi Ekonomi Kreatif dan Generasi Muda
Culture Jateng
Ilustrasi parade Cap Go Meh dengan peserta berbaju merah mengarak hiasan ritual di bawah deretan lampion merah.
Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival Lampion, Ada Jejak Akulturasi Budaya yang Hidup di Indonesia
Culture Jateng
Ilustrasi pertunjukan Reog Ponorogo dengan topeng singa berhias bulu merak dan penari berkostum merah kuning.
Bukan Cuma Reog, 10 Event Ponorogo 2026 Ini Punya Cerita Budaya hingga Peluang Ekonomi Warga
Culture Jateng
Ilustrasi penampil Festival Rontek Pacitan memainkan alat musik perkusi dengan kostum artistik dan riasan wajah berwarna biru.
Bukan Sekadar Bunyi Kentongan, Ronthek Pacitan Jadi Bukti Tradisi Lokal Bisa Naik Kelas
Culture Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?