Update Penembakan di Semarang, Kapolda Jateng: Kopda Muslimin Sempat Minta Maaf ke Orang Tuanya
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menyatakan bahwa Kopda Muslimin sebelum meninggal sempat meminta maaf kepada ayahnya, Mustakim.
OPINIJATENG.COM – Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menyatakan bahwa Kopda Muslimin sebelum meninggal sempat meminta maaf kepada ayahnya, Mustakim.
“Usai minum racun, sebelum meninggal, Kopda Muslimin sempat minta maaf kepada orang tuanya,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi yang langsung mendatangi TKP di Desa Trompo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Jateng, Kamis 28 Juli 2022.
Kapolda Jateng Ahmad Luthfi juga mengecek proses olah tempat kejadian perkara (Olah TKP).
Itu adalah update kasus penembakan di Semarang yang menjadi sasaran penembakan adalah Rina Wulandari, istri anggota TNI, yang juga suaminya sendiri, Kopda Muslimin.
Sementara yang menjadi otak rencana pembunuhan terhadap Rina Wulandari dengan cara diracun, disantet, hingga ditembak adalah suaminya sendiri, yakni Kopda Muslimin.
Sejumlah pejabat Polri dan TNI juga hadir di TKP termasuk Dirreskrimum Kombes Pol Djuhandani, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar, Kapolres Kendal AKBP Jamal Alam, dan Dandim Kota Semarang Letkol Inf Honi Havana.
Saat memberi keterangan pada media, Irjen Ahmad Luthfi menuturkan Kopda M pulang ke ke rumah orang tuanya di Kendal pada pukul 05.30 WIB.
BACA JUGA:Ganjar Gerak Cepat Tanggapi Aduan Penyekapan 54 WNI di Kamboja
Berdasar cerita orang tua, M sempat meminta maaf atas perbuatannya.
“Muslimin sempat meminta maaf. Orang tua lalu meminta agar Kopda M menyerahkan diri,” kata Irjen Ahmad Luthfi.
Tak berselang lama, kata dia, Kopda M ditemukan muntah muntah.
Selanjutnya pada pukul 07.00 WIB meninggal dunia.
“Inafis Polda Jateng dan Polisi Militer sedang menyelidiki meninggalnya Kopda M,” tambah Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi.
Di TKP, jelas Kapolda, tim gabungan mengumpulkan sejumlah barang bukti seperti bekas muntahan dan alat komunikasi.
Usai olah TKP, jenazah Kopda Muslimin langsung dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk dilakukan otopsi.
Jenazah tiba di Semarang sekitar pukul 11.46 WIB dan langsung dibawa ke ruang otopsi, dengan pengawalan ketat personel Polri dan TNI.
BACA JUGA:Kebersamaan, Kunci Sukses Kafilah MTQ Kota Semarang Juara Pertama di 14 Cabang
Sebagaimana diberitakan , perburuan tim gabungan TNI-Polri melacak jejak Kopda Muslimin menemukan titik akhir.
Tentara AD yang ingin menghabisi nyawa istrinya dengan menyewa orang bayaran Rp120 juta itu ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya di Desa Trompo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Kamis 28 Juli 2022 pagi.
Hingga berita ini diturunkan, istri almarhum Kopda Muslimin yakni Rina Wulandari masih dirawat di rumah sakit di Kota Semarang***
